Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
kata kampret


Aidil sangat bahagia dengan sikap Alfa dan Alfi yang kini sudah taat dan rajin jika disuruh , terkadang jika kedua anaknya menolak Aidil dengan pura pura mengambil hp nya ingin menelfon sang adik Alfa dan Alfi ingin melapor membuat Alfa dan Alfi segera berlari mengambil apa yang disuruh oleh Deddy nya


Aidil tidak berangkat bekerja hari ini karena besok adalah hari pernikahan asistennya membuat nya ikut libur dia sudah menyelesaikan semua berkasnya saat Aidil berangkat sangat pagi dan pulang sangat larut


dengan bersandar di sofa sedangkan kedua anaknya sedang bekerja untuk memijat dirinya membuat Aidil sangat bahagia


" Deddy " panggil Alfa


" apa " saut Aidil


" memangnya didalam perut bunda ad hp buat nelfon adek ?? tanya Alfa yang beberapa akhir ini selalu ingin menanyakan nya


" ada lah , kan bundamu pernah makan hp " jawab Aidil asal


" tapi dulu deddy tidak pernah telfon kakak sama adek ?? tanya lagi Alfa


" pernah , tapi kamu sudah lupa " jawab lagi Aidil lagi


" memangnya iya ?? tanya lagi Alfa dan diangguki oleh Aidil tanpa rasa bersalah sama sekali


karena kepolosan Alfa dan Alfi mereka berdua hanya percaya begitu saja omong kosong dari Aidil


saat tengah memijat tiba tiba Yani datang membuat Alfa dan Alfi yang sudah kelelahan segera mengambil kesempatan untuk lari , mereka berdua segera berlari memeluk Oma nya


" wah rajin sekali cucu Oma " ucap Yani yang tiba tiba nongol


" Oma " teriak Alfa dan Alfi berlari ke arah Yani dan memeluk nya


" aduh Oma sangat rindu sama cucu ganteng ku " ucap Yani mencium pipi Alfa dan Alfi secara bergantian


" kami juga rindu Oma , ayo main " ucap Alfi menarik tangan Yani agar tidak disuruh lagi untuk memijat


" loh Oma baru datang kok disuruh main sih " ucap Yani


" ayo lah Oma cantik , pliss " ucap Alfi memohon


" baiklah " jawab Yani yang tak tega melihat cucunya


" mami kenapa datang sih " ucap Aidil kesal karena sedang menikmati pijatan Alfa dan Alfi walaupun hanya seperti geli saja dengan pijatan si kembar


" kamu gak suka hah ?? tanya Yani ngeggas


" ayo Oma ,marahi " ucap Alfa memompa Oma nya karena dia juga kesal dengan deddy nya yang tak pernah puas menyuruhnya


" kamu mau ngusir mami ?? tanya lagi Yani yang membuat Aidil pucat


" tidak mi , cuma becanda hehe " ucap Aidil kembali duduk


" bundamu mana sayang ?! tanya Yani kepada Alfa dan Alfi


" tidak tau , deddy bilang bunda lagi capek habis main perang perang sama deddy tadi malam tapi Alfa sama Alfi tidak diajak kan gak seruh kan Oma " ucap Alfa


" astaga Aidil apa kamu mau membuat cucuku mati sebelum lahir " ucap Yani yang sudah kesal melihat putranya tersebut


" tidak mi , kan sudah kewajiban " ucap Aidil cengingisan


" tapi ada batasnya juga Aidil kampret " ucap lagi Yani


" Haha Alfa kampret sama deddy " ucap Alfi membuat Yani menoleh ke arahnya dia lupa jika sedang bersama dengan cucunya


" astaga mami , kenapa mami ajarkan mereka seperti itu " ucap Aidil ikutan kesal karena dia tau bagaimana anaknya , pasti mereka akan tidak melupakan kata kata tersebut


" aku lupa " jawab Yani ketus


" kalau Yuli tau bisa berabe urusannya nanti " ucap Aidil yang ingin memojokkan maminya


" Alfa Alfi jangan sebut kata kata yang tadi ya " ucap Yani lembut


" apa Oma ?? tanya Alfi


" yang kata kampret , jangan diucapkan lagi ya gak baik " ucap Yani lagi dengan suara lembut nya


" kalau gak lupa Oma hehe " jawab Alfi lagi


" kalau ditanya bundamu siapa yang Ajar bilang aja deddy ya cucu Oma yang ganteng nanti Oma belikan mainan " ucap Yani dan dengan semangat mereka berdua mengangguk membuat Aidil melototkan matanya


" mi jangan sembarangan tuduh orang tak bersalah " ucap Aidil tak terima


" memangnya kampret itu apa oma ?? tanya Alfa


" itu artinya kurang ajar " jawab Yani


" ohh " jawab Alfa dan Alfi kompak


saat sedang bermain Yuli turun dan ikut bergabung dengan suaminya


" mami kapan datang ?? tanya Yuli dan ikut duduk disamping Aidil


" baru saja " jawab Yani


" ahhh kakak jangan curang , ini punyaku Alfa kampret " ucap Alfa membuat Yani dan Aidil menelan salivnya kasar mendengar ucapan Alfi barusan


" ini punyaku tanya Oma " ucap Alfa


" Oma ini punya siapa ?? tanya Alfi membuat Yani segera menjawab sembarang karena sudah Gugup dengan ucapan Alfi barusan untung saja Yuli tidak terlalu mendengarkannya


" Alfa " jawab Yani sembarang


" na kan ini punyaku kampret " ucap Alfa mengambil mainan yang dipegang oleh Alfi secara paksa membuat Alfi menangis


Alfi dengan air mata yang mengalir mengambil mainannya dan melempar Alfa dengan menggila membuat Yani segera melindungi Alfa


" aduh , duh sudah " ucap Yani yang terkena lemparan karena Alfi mengamuk


" Alfi sudah " teriak Aidil tapi tidak didengarkan oleh Alfi yang sudah sangat marah


Aidil berlari ke arahnya dan menggendong Alfi serta merebut mainan yang masih ingin dipakai nya melempar


" kakak kampret ,nakal ,jahat " ucap Alfi disela tangisannya


" Alfi sini " ucap Yuli mengambil Alfi dari gendongan suaminya


" sudah jangan nangis , cuma mainan " ucap Yuli lembut menghapus air mata Alfi


" sudah ya , tidak boleh seperti itu kalau sedang bermain " ucap Yuli menenangkan Alfi


" iya bunda " ucap Alfi cegukan habis menangis ( entah author gak tau namanya intinya kalau sudah menangis anak kecil pasti seperti cegukan hehe )


" sekarang minta maaf kepada kakak dan Oma , kasihan Oma kamu lempar dan kalau gak ada Oma tadi trus mainan yang dilempar Alfi kena kepala kakak gimana , Alfi mau kalau kakak berdarah kepalanya ?? tanya Yuli dan Alfi menggeleng kan kepalanya


" satu lagi jangan sampai bunda mendengar kata kampret dari mulut Alfi dan Alfa kalau bunda mendengar nya lagi nanti bunda robek mulutnya" ucap Yuli


" Deddy yang ajar bunda " ucap Alfi masih cegukan habis menangis


" ayo sekarang minta maaf " ucap Yuli dan diangguki oleh Alfi


" mas jangan ngomong apa apa dulu , aku gak mood sekarang " ucap Yuli yang melihat suami nya seperti ingin protes


Yani yang melihatnya hanya bisa menggigit kuku nya tanpa wajah bersalah sama sekali


sudah dulu ya mau tarwih nanti telat


by


by


like


vote


BERSAMBUNG