
Pagi harinya Bimo sudah bangun lebih dulu , dia seperti yang sedang hamil ,tidak sabar mengecek kehamilan istrinya
Dara masih nyenyak di alam mimpinya sedangkan Bimo yang sedari tadi sudah beberapa kali memasuki kamar sangat pusing , dia tidak tau mau ngapain selain keluar masuk kamar hanya untuk mengecek istri nya sudah bangun atau tidak
Bimo yang melihat Dara sangat nyenyak , dia tidak tega membangunkannya, Karena tadi malam dia masih gas istri nya
Bimo yang mungkin sudah 10 kali bolak balik sudah dibuat kesal sendiri
" apa aku saja yang gantiin Dara ya , mungkin aku juga bisa karena kalau Dara hamil sudah tentu dia anak ku " gumam Bimo yang memang tidak tau tentang kehamilan,, dia hanya bisa menghamili doang
" tapi kan yang mengandung pasti Dara bukan aku , dan juga benihku kusimpan di dalam perutnya , tapi apa benih ku masih ada ,dara kan sudah beberapa kali kencing mungkin Sudah ikut terbawa juga sama air kencing nya " lanjut gumam Bimo
" tadi malam kan aku menaruhnya lagi dan Dara belum kencing " lanjut gumam Bimo
sedang asik menghayal hal hal yang di otak bodohnya Bimo tiba tiba Dara memanggil nya membuat hayalan belaka nya hancur seketika
" " mas aku mau minum " ucap Dara dengan suara serak bangun tidur nya
" kamu sudah bangun , syukurlah aku gak perlu repot-repot lagi berpikir" ucap Bimo dan pergi mengambil air , sedang kan dara yang mendengar ucapan Bimo hanya menaikkan alisnya sebelah
" mas ambilkan baju ku " lintah Dara sesudah minum
" gak perlu , cepat kamu tes ada bayi ku atau gak , nanti kamu pipis lagi Takut nya benihku ikut keluar " ucap Bimo
" hah " satu kata yang keluar dari mulut Dara mendengar ucapan bodoh suaminya
" gak perlu make baju , nanti juga lepas lagi kalau kamu belum hamil , biar bisa banyak nampung " ucap lagi Bimo
" cepat lah aku sudah tidak sabar , apa aku saja yang tes ada anak kita atau tidak ?? tanya lagi Bimo
" apa kamu sudah gila mas ?? tanya Dara
" kok gila sih , kan kalau kamu ngandung ,pasti itu anak aku jadi aku bisa wakilkan kamu " ucap Bimo
" mas Bimo bodoh " ucap Dara kesal dan turun dari tempat tidur nya , tak lupa dia mengambil test pack
" kok bodoh sih , aku ini gak mungkin jadi asisten CEO kalau bodoh
" tapi gak bakat dalam soal kandungan , kamu cuma bakat membuat orang mengandung " ucap kesal Dara dan melangkah ke arah kamar mandi dengan tubuh polos tanpa sehelai benang
"Bimo hanya bingung dengan ucapan istri nya , dia sangat tidak mengerti apa yang dikatakan oleh istri nya
tak lama kemudian Dara keluar sudah berpakaian dan raut wajah yang sudah sangat sedih , matanya sudah berkaca-kaca
dia segera memeluk suaminya dengan isakan tangis membuat Bimo juga ikut murung tapi Bimo tidak terlalu mempermasalahkan dia hanya berusaha tenang dan menenangkan istri nya
" tenang lah , aku masih kuat untuk goyang di kasur jadi kamu tidak perlu khawatir , tuhan punya rencana lain " ucap Bimo mengelus Punggung dara untuk menenangkan istri nya
Dara hanya diam dia tidak mengeluarkan kata kata hanya isakan tangis nya yang terdengar
" sudah lah , hentikan tangisan mu , kamu sangat jelek kalau mengeluarkan air mata " ucap lagi Bimo yang sebenarnya air matanya juga menetes