Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
Bimo mengganti Dara tes kehamilan


Pagi harinya Bimo sudah bangun lebih dulu , dia seperti yang sedang hamil ,tidak sabar mengecek kehamilan istrinya


Dara masih nyenyak di alam mimpinya sedangkan Bimo yang sedari tadi sudah beberapa kali memasuki kamar sangat pusing , dia tidak tau mau ngapain selain keluar masuk kamar hanya untuk mengecek istri nya sudah bangun atau tidak


Bimo yang melihat Dara sangat nyenyak , dia tidak tega membangunkannya, Karena tadi malam dia masih gas istri nya


Bimo yang mungkin sudah 10 kali bolak balik sudah dibuat kesal sendiri


" apa aku saja yang gantiin Dara ya , mungkin aku juga bisa karena kalau Dara hamil sudah tentu dia anak ku " gumam Bimo yang memang tidak tau tentang kehamilan,, dia hanya bisa menghamili doang


" tapi kan yang mengandung pasti Dara bukan aku , dan juga benihku kusimpan di dalam perutnya , tapi apa benih ku masih ada ,dara kan sudah beberapa kali kencing mungkin Sudah ikut terbawa juga sama air kencing nya " lanjut gumam Bimo


" tadi malam kan aku menaruhnya lagi dan Dara belum kencing " lanjut gumam Bimo


sedang asik menghayal hal hal yang di otak bodohnya Bimo tiba tiba Dara memanggil nya membuat hayalan belaka nya hancur seketika


" " mas aku mau minum " ucap Dara dengan suara serak bangun tidur nya


" kamu sudah bangun , syukurlah aku gak perlu repot-repot lagi berpikir" ucap Bimo dan pergi mengambil air , sedang kan dara yang mendengar ucapan Bimo hanya menaikkan alisnya sebelah


" mas ambilkan baju ku " lintah Dara sesudah minum


" gak perlu , cepat kamu tes ada bayi ku atau gak , nanti kamu pipis lagi Takut nya benihku ikut keluar " ucap Bimo


" hah " satu kata yang keluar dari mulut Dara mendengar ucapan bodoh suaminya


" gak perlu make baju , nanti juga lepas lagi kalau kamu belum hamil , biar bisa banyak nampung " ucap lagi Bimo


" cepat lah aku sudah tidak sabar , apa aku saja yang tes ada anak kita atau tidak ?? tanya lagi Bimo


" apa kamu sudah gila mas ?? tanya Dara


" kok gila sih , kan kalau kamu ngandung ,pasti itu anak aku jadi aku bisa wakilkan kamu " ucap Bimo


" mas Bimo bodoh " ucap Dara kesal dan turun dari tempat tidur nya , tak lupa dia mengambil test pack


" kok bodoh sih , aku ini gak mungkin jadi asisten CEO kalau bodoh


" tapi gak bakat dalam soal kandungan , kamu cuma bakat membuat orang mengandung " ucap kesal Dara dan melangkah ke arah kamar mandi dengan tubuh polos tanpa sehelai benang


"Bimo hanya bingung dengan ucapan istri nya , dia sangat tidak mengerti apa yang dikatakan oleh istri nya


tak lama kemudian Dara keluar sudah berpakaian dan raut wajah yang sudah sangat sedih , matanya sudah berkaca-kaca


dia segera memeluk suaminya dengan isakan tangis membuat Bimo juga ikut murung tapi Bimo tidak terlalu mempermasalahkan dia hanya berusaha tenang dan menenangkan istri nya


" tenang lah , aku masih kuat untuk goyang di kasur jadi kamu tidak perlu khawatir , tuhan punya rencana lain " ucap Bimo mengelus Punggung dara untuk menenangkan istri nya


Dara hanya diam dia tidak mengeluarkan kata kata hanya isakan tangis nya yang terdengar


" sudah lah , hentikan tangisan mu , kamu sangat jelek kalau mengeluarkan air mata " ucap lagi Bimo yang sebenarnya air matanya juga menetes