Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
mengingat Yuli hamil yang membuat trauma


Yuli sangat bersemangat memakan semua bakso yang dibelikan oleh suami nya , Yuli tidak menghiraukan tatapan orang yang ada disekitar nya


Alfa dan Alfi yang hanya kebagian 2 biji bakso belum habis karena mereka terlalu asik melihat bunda nya yang sangat lahap memakan bakso


" ahhg kenyang nya " ucap Yuli mengelus perut nya


" kamu sangat lahap makan bakso nya sayang , lihat Alfa sama Alfi mereka belum selesai makan 2 biji baksonya


" apa kalian tidak menyukai nya sayang , sini biar bunda yang habiskan kalau gak mau " ucap Yuli dan dengan cepat Alfa dan Alfi menggeleng kan kepalanya


" hahahaha anak ku juga ternyata menyukainya , ayo sayang kita ke kamar istirahat " ucap Aidil dan di angguki oleh Yuli


" mami ,papi , Yuli duluan kekamar ya " ucap Yuli dan hanya di angguki oleh mami Yani dan papi Zei yang masih bingung melihat nafsu makan Yuli


saat Yuli dan Aidil sudah pergi kekamar nya , mami Yani langsung membuka pembicaraan kepada suami nya


" Pi bukan kh dulu saat Yuli hamil , dia seperti ini makannya sangat banyak ?? tanya mami Yani


" iya papi masih ingat " jawab suaminya


" mami juga masih ingat saat Yuli menambahkan banyak garam ke masakanku hingga membuat nek Vivin hampir tak bernyawa ditempat memakan nya " ucap lagi Yani


" papi juga sudah trauma saat Yuli menyuruh ku dan Aidil mencari pohon mangga " ucap Zei


" kalau benar Yuli hamil gimana pi , apa kita mending pulang saja ?? tanya mami Yani


" seperti nya papi setuju , aku tidak mau terkena ngidam super nya " ucap Zei yang mengingat masa masa manjat pohon mangga ditambah lagi dengan tukang ojek yang sudah bekerja di rumah nya , dan yang paling buat Zei trauma adalah anak kecil yang membohongi nya hingga mereka hampir dibawa kekantor polisi oleh pemilik pohon mangga


" apa Alfa akan punya adik oma ?? tanya Alfa yang membuat seketika mami Yani dan papi Zei menoleh ke arah nya


" seperti nya begitu sayang " jawab mami Yani


" yey adik Alfa nanti pasti semakin banyak " ucap Alfa sangat senang


" adik Alfi bukan adik kakak ,kan adik kakak cuma aku jadi kalau dibawa ku kata bunda jadinya adik Alfi " ucap Alfi


" kakak tidak mau jika kamu adik ku , aku mau nya semua adik Alfa yang masih didalam perut bunda sama aunty Dara dan aunty Siska " ucap Alfa


" sudah sudah , itu adik kalian semua baik Alfa maupun Alfi " ucap mami Yani yang sudah melihat akan ada pertengkaran


" kan kakak cuka bercanda " ucap Alfa


.....


Di rumah Rei


Rei dan Nurul sudah berbaring di tempat tidur nya tapi mata mereka masih belum tertutup juga


" Rei jika kamu tidak mencintai ku sedikit pun , aku mohon jangan terlalu membuat hati ku tambah dalam mencintai mu " ucap Nurul tiba tiba membuat Rei menoleh ke Arahnya


" apa yang kamu bicarakan " ucap Rei


" aku tau kalau kamu masih mencintai Yuli bukan , dan aku hanya seperti manusia bodoh yang mencintai mu tapi tidak denganmu " ucap Nuru lagi


" apa kamu ingin jika aku menceraikan mu , ?? tanya Nurul


Nurul seketika bangun dan bersandar di kepala Ranjang nya


" buat apa kita seperti ini jika kamu mencintai orang lain , seandainya kamu merasakan apa yang kurasakan jika kamu yang jadi aku , perasaan mu bagaimana Rei " ucap Nurul yang sudah berlinang air mata


" bukan kah aku sudah pernah bilang , jika aku akan mencintaimu dan melupakan Yuli , buat apa lagi aku mengincar Yuli jika dia sudah menikah begitu pun denganku " ucap Rei


" tapi kapan , aku sudah tidak tahan jika kamu seperti ini , sampai kapan hatiku trus menangis setiap hari ?? tanya lagi Nurul


" apa yang kamu pikirkan Rul , aku sudah mulai mencintai mu , dan aku juga punya janji kepada orang tua mu untuk membahagiakan dirimu , dan aku akan melakukan itu " ucap Rei yang juga sudah bersandar di kepala Ranjang


Rei menarik pelan tubuh istrinya dan bersandar di bahu nya


" aku tau persaanmu Rul , aku sudah mengalami nya mungkin kamu lebih dariku karena sudah menikah dan suamimu ini hanya orang pecundang " ucap Rei pelan yang semakin membuat Nurul terisak


" aku akan melindungi mu dan keluarga kecil kita , suatu saat jika anak kita lahir aku tidak mau jika kamu terus berprasangka buruk tentang ku " ucap Rei


nanti aja deh lanjut anu anu nya wkkwk


maaf author gak up kemarin ya , kemarin author lagi jalan jadi gak sempet up hingga author ketiduran