
yes ,yes ,yuhui ,akhirnya sebentar lagi si junior bisa kembali makan "ucap aidil senang sambil berguling-guling di lantai membuat Bimo yang sudah masuk setelah Yuli keluar membulatkan matanya
"apa bos kalah bertempur makanya bos jadi gila begini "gumam Bimo bergidik ngeri
"tapi dari dulu sih bos gila tapi sekarang kok malah tambah parah ya " lanjut Bimo bergumam
Aidil yang melihat Bimo berdiri di depan pintu langsung berdiri tegap sambil memperbaiki jas dan dasinya dengan wajah yang memerah malu karena ketahuan oleh Bimo
"ada apa kamu kesini?tanya Aidil yang membuat Bimo gemetaran dan saat yang bersamaan lidahnya tiba-tiba kaku tidak bisa mengucapkan kata-kata sehingga Bimo hanya bisa menggelengkan kepalanya
"oh baiklah ah, aku tahu pasti kamu ingin minta gajih baiklah baiklah nanti aku aku akan transfer 10 kali lipat yang kamu mau "ucap Aidil dengan senyuman sombongnya membuat Bimo tambah ketakutan
"ya Tuhan, ternyata si bos bener-bener gila, apa yang harus aku lakukan sekarang "guman Bimo gemetaran
"oh oh sepertinya kamu tidak tertarik ya, bagaimana kalau aku belikan tanah saja lumayan sangat panjang tapi tidak terlalu lebar mungkin hanya sekitar 10 sampai 40 meter saja "ucap lagi adil yang membuat Bimo memaksakan untuk berbicara
" a-ap-apa bos ti-ti-dak bercanda "ucap Bimo gugup
"wahahahaha tapi tanah yang kumaksud itu adalah jalan raya "ucap idiil di sela tawannya yang membuat Bimo menelan salivnya kasar
"bos 100% sakit jiwa nih "gumam Bimo
" lebih baik tidak usah Tuan "balas Bimo
"wah kalau itu saya mau bos...........ucap Bimo
"kalau Anda benar-benar serius dalam keadaan gila seperti ini"lanjut Bimo bergumam
" hahaha batalkan semua meeting hari ini, hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan buatku mungkin sebaiknya aku pulang dan bermain dengan anak-anak ku yang sudah menunggu Deddynya pulang untuk bermain"ucap Aidil melangkah keluar meninggalkan bimo yang menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"kata bos mulai besok aku libur tapi kenapa meeting hari ini diundur bukankah meeting hari ini harus mempunyai asisten untuk mendampingi sang atasan "gumam Bimo
"terima kasih banyak bos telah membuatku bahagia selama satu menit, dan terima kasih juga karena anda sudah mengingkari janjimu jadi saya dapat pahala sedikit dan bos gila yang mendapat dosa, sekali lagi terima kasih banyak bos telah rela menambah dosa anda demi seorang bawahan seperti saya "ucap Bimo pada dirinya sendiri dan duduk di lantai lemas
kini Aidil sudah berada di rumah utama dengan langkah cepat Aidil menyamperi Alfa dan Alfi yang sedang bermain di ruang tamu bersama adiknya
saat melihat Deddynya datang dengan segera mereka berlomba berlari ke arah Aidil
"anak-anak Deddy yang ganteng seperti Deddy nya tentunya"ucap Aidil sambil menggendong kedua anaknya
"huwekk " suara yang dibuat seperti seorang yang muntah oleh Nurul
"siang adik kakak yang paling cantik, apa uangmu masih banyak apa perlu kakakmu ini memberikan uang lagi hmm "ucap Aidil dengan nada sombong
"iya cepat transfer, gara-gara kamu aku bela-belain tidak berangkat bekerja tahu "ucap Nurul kesal