Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
dikerjain


tak selang berapa lama Yuli sudah masuk dengan membawa secangkir kopi dan menaruh di meja Aidil


"silakan Tuan dinikmati, semoga Tuan bisa cepat panjang umur setelah meminum kopi racikan saya sendiri " ucap Yuli dengan suara sopan yang dibuat-buat


tanpa pikir panjang Aidil langsung meminum kopi yang dibuat Yuli tapi belum sempat mengalir di tenggorokannya Aidil langsung menyemburkan nya.


"loh kenapa Tuan, apa kopinya kurang manis"ucap Yuli pura-pura kaget


"hei kamu jangan pura-pura bodoh, kamu sengaja kan "ucap Aidil sambil meludah ke tong sampah yang ada di samping mejanya


"maksud tuan apa, saya benar-benar tidak mengerti "ucap Yuli dengan ekspresi bingung


"ini kopinya rasanya asin bodoh, pasti kamu sengaja menaruh garam di dalamnya "ucap Aidil kesal


"astaga,, maaf tuan sepertinya saya salah ya hehe"ucap Yuli pura-pura bodoh


"aku akan membuatmu sengsara dengan adanya kehadiranku, setelah itu kamu pasti memecat ku dan ini hanya satu-satunya cara agar aku bisa lepas darimu" gumam yuli


"cepat ambilkan aku air putih "pinta Aidil dan dengan segera Yuli mengambilkannya


tapi lagi-lagi aidil dikerjai oleh Yuli


Aidil yang langsung minum air putih tersebut tanpa mengeceknya terlebih dahulu dan saat memasukkan ke mulutnya Aidil kembali menyembuhkannya dan mengipas-ngipas mulutnya sedangkan Yuli yang melihatnya menahan tawanya


" huh ,haa ,huh ,panas mana air es "ucap aidil sambil mengipas mulutnya


dengan segera Yuli kembali berlari mengambil air minum yang ada di dalam lemari pendingin yang memang sudah tersedia di dalam ruangan Aidil


saat membuka lemari es tersebut hanya satu botol yang berada di dalam lemari pendingin tersebut tanpa banyak pikir Yuli langsung mengambilnya yang mau berniat mengakhiri aksinya tetapi saat memberikannya ke aidil dan meminumnya aidil lagi dan lagi menyembuhkannya


Yuli yang melihatnya kaget


"lah kok bisa pedes ,itu bukannya minuman bersoda"gumam Yuli dan melangkahkan kakinya mengambil botol tersebut dan mengeceknya


"loh kok isinya bisa sambal sih"lanjut Yuli bergumam


" es ,hahhh ,huhff , air es mana "ucap aidil yang sudah berada di sofa sambil menggigit bantal sofa


"ehh bentar "ucap Yuli yang sudah panik melihat wajah Aidil yang merah dan keringat yang mulai bercucuran


Yuli langsung berlari keluar ruangan mencari lemari pendingin karena Yuli sudah tidak melihat apa-apa di dalam lemari pendingin Aidil


tak butuh berapa lama kini Yuli sudah kembali masuk ke dalam ruangan dan langsung memberikan air es tersebut kepada aidil, tetapi kini Aidil mengeceknya terlebih dahulu karena tidak ada yang mencurigakan Aidil langsung meneguk air tersebut sampai habis


"saat aidil meminum, idill merasakan mulutnya dan tenggorokannya kembali sejuk tetapi saat air es tersebut habis aidil kembali loncat-loncat seperti seekor monyet


" ahhhhg kok malah tambah pedis " teriak Aidil


"bukannya saat kita kepedesan dan meminum air es itu akan tambah membuat lidah seperti terbakar tuan " ucap Yuli


"terus kenapa kamu mengambil air es kalau kamu sudah tahu tentang itu "ucap Aidil dengan suara yang seperti orang habis berlari sejauh 10 km


"bukankah tuan yang menyuruh saya"ucap Yuli tidak mau kalah


"aku tidak akan menyuruhmu kalau kamu tidak berbuat ulah " balas Aidil