
setelah mengurus semua administrasi ibu Dara ,Aidil langsung menyuruh anak buah nya untuk mengurus semua pemakaman Ibu Dara
( tu author sudah kasih tau namanya tapi sayang author kecewa karena tidak ada yang bisa menjawab di eps tadi :(
lanjut cerita
" aduh aku harus apa sekarang, apa aku tinggal aja dulu cewek sialan ini ya tapi gimana jadinya tadi pesan ibunya ini sungguh membuat ku gila " gumam Bimo
" aku akan melihat keadaan bos dulu " ucap Bimo pada dirinya sendiri dan ingin melangkah tapi langkahnya dihentikan oleh suara seseorang
" ibu " suara lirih perempuan yang masih berbaring lemah
Bimo kembali menatap perempuan tersebut
" ibu mu sudah pergi , bersabar lah menerima semua yang terjadi dan aku sudah menyuruh anak buahku mengurus pemakaman ibu mu, ayo ibu mu akan kita berangkat kan ke rumahmu " ucap Bimo yang kembali membuat air mata Dara kembali mengalir
" ibu tidak pergi ,ibu hanya tidur hiks....hiks
. " ucap Dara tidak bisa menerima kenyataan yang terjadi
dengan cepat dara bangun dari tempat tidurnya ingin berlari menemui kembali ibunya tapi langsung ditahan oleh Bimo
" biarkan mereka yang mengurus nya aku sudah membayar nya " ucap Bimo pelan yang membuat Dara langsung memeluk Bimo dan menangis sejadi jadinya didalam pelukannya
" aku sudah tidak punya siapa siapa ,ibu jahat tinggalin Dara , aku lebih baik ikut ibu pergi hiks...hiks.." ucap Dara putus asa dengan kehidupan nya
Bimo membalas pelukan Dara seraya mengucapkan
" aku akan menemanimu " ucap singkat Bimo entah mengapa tiba tiba dia mengatakan hal yang belum pernah ia katakan pada perempuan
" ayo " ucap Bimo mengajak dara untuk segera ke rumahnya
...............
kembali pada keluarga Aidil
Yuli sudah siuman dan melihat kesamping nya ada kakak dan adik iparnya yang menggendong kedua anaknya yang terlelap dalam gendongan mereka masing masing
" pulanglah bawa kedua putraku pulang ,disini tidak baik buat mereka " ucap Yuli lirih
" aku tidak mau jika terjadi apa apa lagi ,dan aku mohon bawa lah mereka pulang jangan memberitahukan tentang Deddy nya " ucap Yuli tak sanggup menahan air matanya membuat Nurul dan Siska terpaksa mengangguk
walaupun Nurul dan kakak nya juga ingin mengetahui keadaan Aidil yang masih ditangani oleh dokter
Yuli perlahan turun dari tempat tidurnya dan melangkah keluar diikuti Siska dan Nurul
" Yul kami pulang dulu " ucap Siska pelan dan diangguki oleh Yuli
Yuli melangkah kan kakinya ke arah mami dan papi Aidil ,
Yuli tak kuasa lagi menerima kenyataan pahit ini membuat nya kembali histeris menangis dan memeluk mami Yani
" mami apa mas Aidil sudah sembuh hiks...hiks ?? tanya Yuli dengan tangisannya
" sabar lah nak , suami mu pasti akan baik baik saja " ucap Yani lirih yang membuat Yuli melepaskan pelukannya dan duduk lemas di lantai sambil mengusap wajahnya kasar
" mas Aidil pasti sembuh kan mi ??? tanya lagi Yuli disela tangisan nya yang membuat mertuanya kembali menetes kan air matanya tak sanggup menahannya lagi
" iya nak " jawab Yani sedangkan zei hanya bisa diam tidak tau harus berbuat apa sekarang
tak lama keluarlah dokter yang membuat Yuli langsung berlari ke arahnya
" dok gimana keadaan suami saya ?? tanya Yuli dengan air mata yang mengalir tak henti hentinya
" keadaan beliau sekarang koma , dan kami membutuhkan pendonor darah B " jawab dokter tersebut yang membuat Yuli langsung berlari masuk ke ruangan IGD
" Nona gunakanlah pakaian khusus " ucap dokter tersebut saat melihat Yuli sudah berlari mau masuk
Yani dan zei sangat sedih dengan keadaan anaknya sebenarnya mereka berdua juga ingin melihat anaknya tapi mereka berdua menunggu sampai Yuli selesai
Yuli menangis sejadi jadinya memeluk tubuh Aidil yang tak berdaya apalagi saya melihat kondisi suaminya yang begitu menyayat hati saat melihatnya
" mas jangan tinggalkan Yuli , tolong bangun mas hiks...hiks.. " ucap Yuli menangis histeris
" Alfa sama Alfi mencarimu jadi tolong bangunlah hiks... " ucap lagi Yuli