Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
nasehat yuli


"oh gak apa-apa cuma kalau begitu terima kasih ya sudah menjaga mereka sampai pekerjaan menumpuk begini 2 ucap Yuri merasa bersalah


"oke kalau begitu aku pamit pulang " ucap Nurul dan diangguki oleh Yuli


Nurul melangkahkan kakinya menuju ke mobilnya dan tiba-tiba matanya terarah pada mobil yang terparkir di depan mobilnya


" mobil siapa ini " gumam Nurul


karena penasaran Nurul kembali melangkahkan kakinya ke. rumah Yuli


tok


tok


tok


ceklek


suara pintu kembali dibuka oleh Yuli


" loh Nurul , kok balik lagi ada yang ketinggalan ya ??? tanya Yuli


" gak ,aku cuma mau nanya itu mobil siapa ya ?? ntanya Nurul menunjuk ke arah mobil yang berada di depan mobilnya


" ohh itu , itu mobil Bu dokter yang dulu aku ceritakan ,dia yang menemaniku di saat aku pergi dari kota ini " ucap jujur Yuli


" trus Bu dokter nya kok gak kelihatan ?? tanya Nurul belum menyadari bahwa yang dimaksud adalah kakaknya sendiri


" dia lagi di WC " jawab Yuli


" ohh kiraiin siapa ,kalau gitu aku pamit pulang lagi hehehe " ucap Nurul tersenyum tipis dan diangguki oleh Yuli


saat diperjalanan tiba tiba Nurul memikirkan perkataan Yuli


" dia Bu dokter yang nemanin saya saat pergi dari kota ini "


dan otaknya kembali mengingat perkataan Yuli saat baru pulang dari luar kota


" aku bertemu dengan kakaknya saat ke luar kota dan menolong kami "


pemikirannya langsung berputar membuat Nurul yang baru menyadari yang disebut Bu dokter sama Yuli itu adalah Siska kakaknya


" apa aku kesana lagi tapi jika aku kesana semuanya pasti akan terbongkar oleh Yuli aku takut dia ikut membenciku seperti kak Aidil " ucap Nurul pada dirinya sendiri


" tapi aku ingin sekali bertemu dengannya" lanjut Nurul


............


Siska yang baru keluar dari WC melihat dua bocah yang dirindukan nya , Siska langsung berlari ke arah Alfa dan Alfi dan menggendongnya


" ponakan aunty " ucap Siska sambil mencium kedua pipi anak tersebut


" onti oktel , ( aunty dokter ) ucap Alfi senang


" wah kalian tambah tinggi saja " ucap Siska dengan mata berkaca-kaca


" haha akak acti yang Aling edek kan onti ( haha kakak pasti yang paling gedek kan aunty) ucap Alfa bangga dan diangguki oleh Siska


" dan ulung akak uga Ebih ecal Dali pada adek( dan burung kakak juga lebih besar dari pada adek ) ucap Alfa lagi yang membuat mata Siska melototkan matanya


" Sasst gak boleh ngomong kaya gitu ," ucap Siska membuat Alfa cemberut


" aduh mukaknya jangan digitukan dong aunty jadi gak tega , " ucap Siska


" ohh aunty punya hadiah mainan buat Alfa sama Alfi , jeng jeng jeng " ucap Siska sambil memperlihatkan mainan yang dibelinya


dengan mata yang membinar mereka berdua langsung turun dari gendongan Siska dan berlomba berlari mengambil mainan


" hahaha ini cemua ilik akak ( hahaha ini semua milik Kakak ) ucap Alfa bangga yang membuat mata Alfi berkaca-kaca


Yuli yang melihat keserakaan Alfa langsung menegurnya ,Yuli tidak mau suatu saat nanti kakaknya memiliki sifat serakah dan tidak mementingkan keluarga nya


" Alfa , kalau kakak serakah seperti ini , mending mainannya di buang saja , lihat adek mu dia selalu mengalah tapi kamu tidak mau berbagi dengannya ,bunda tidak mau kalau kakak seperti ini " ucap Yuli yang membuat Alfa menundukkan kepalanya


" sekarang berbagi lah sama Alfi jangan menguasainya sendiri , atau bunda akan buang mainannya " lanjut Yuli dan diangguki oleh Alfa membuat Alfi yang mendengarnya langsung senang


" adek juga gak boleh serakah , kalian saudara kandung jadi suatu saat nanti jika bunda sudah tidak ada , bunda harap kalian bisa saling menolong satu sama lain meski kalian dalam keadaan sesulit apa pun , kalian harus selalu mengingat yang bunda ucapkan ini apa kalian berdua mengerti " ucap Yuli menasehati dan diangguki oleh keduanya


" baiklah bunda harap kalian tidak hanya mengangguk saja tapi benar benar mengerti yang bunda ucapkan" lanjut Yuli


" sudah Yuli mereka masih kecil jadi wajar saja kalau tingkah mereka seperti itu ,tapi bagaimana juga mereka itu sebenarnya saling menyayangi