
siang hari kini sudah berganti dengan soreh hari membuat Nurul harus mengembalikan ponakannya kepada bundanya , dengan berat hati Yani harus membiarkannya pulang walaupun maminya ingin sekali jika cucunya bisa tinggal bersamanya
" papi ,mami Nurul mau ngantar anak anak pulang dulu nanti bundanya marah kalau kelamaan disini " ucap Nurul kepada orang tuanya
" lah ,tapi kan mami belum selesai main sama cucu kesayanganku ya kan kembar " ucap mami sedih
" iya onti , adek Ama akak au ain ma Oma dan aiy umic ucuk ( iya aunty,adek sama kakak mau main sama Oma dan kai kumis tusuk ) ucap Alfi yang membuat papi Nurul tersenyum
" wah cucu kai , mulai nambah-nambah nama panggilan kai aja , " ucap pipi zei sambil mencium pipi Alfi "
" unda acian di yuma dek ,alau au inggal dicini ,akak aja yang ulang ( bunda kasihan di rumah dek ,kalau mau tinggal disini ,kakak aja yang pulang " ucap Alfa
" kau sangat mirip dengan Aidil pas kecil ,sangat cuek dan dingin hahaha " ucap Yani yang merasa sangat gemes dengan Alfa
" yaudah mi ,kalau gitu kami pulang dulu ,besok adek sama kakak aunty jemput lagi " ucap Nurul dan diangguki oleh Alfi dengan semangat berbeda dengan Alfa yang hanya cuek saja.
" yaudah hati hati ya dijalan cucu Oma yang ganteng " ucap mami Yani dengan senyum yang dipaksakan
" ciap Oma ( siap Oma ) ucap Alfi dengan semangat
sebelum mereka pergi terlebih dahulu Yani dan zei mencium kedua anak tersebut
tak butuh berapa lama perjalanan kini Nurul sudah berada di depan pintu rumah Yuli
tok
tok
tok
ceklek
suara pintu dibuka oleh seorang perempuan yang sedang tersenyum menyambut kedatangan kedua putranya
" wah anak bunda sudah pulang ,kok lama bangat sih jalan jalannya " ucap Yuli sambil berjongkok mencium kedua putranya
" ayo masuk " ucap Yuli kepada Nurul dan kedua putra nya
"wah kok pada bau keringat sih , memangnya tadi main dimana sampai keringatan ?? tanya Yuli kepada putranya
" ain di empat elja onti, edek balu ami ke lumah onti ,lumahnya ede uga dan alum ( main di tempat kerja aunty, gedekk, batu kami ke rumah aunty,rumahnya gede dan harum " ucap Alfi dengan serius
" abic tu adek Ama akak unya Oma cama kai umic tucuk ( abis tu adek sama kakak punya Oma sama kai kumis tusuk ) lanjut Alfi
" hah Oma sama kai siapa ?? tanya Yuli bingung
" apa mereka tadi gak buat kekacauan di rumahmu atau dikantormu ?? tanay Yuli yang merasa kawatir "
" gak kok mereka sangat pintar , mereka tidak nakal kok ya kan kak ?? tanya Nurul kepada Alfa
" iya" ucap singkat Alfa
" loh kak kenapa mukaknya dari tadi kok kusut bangat ,kamu sakit ya ?? tanya Yuli yang malah membuat Alfa menangis
"loh kok menangis , kakak sakit dibagian mana biar bunda bawa ke rumah sakit ?? tanya Yuli panik
" unda adi Oma cama kai umic ilang alau Eddy idak inggal api Abul ( bunda tadi Oma sama kai bilang kalau Deddy tidak meninggal tapi kabur ) ucap ada sambil menangis kencang
Yuli yang mendengarkan ucapan Alfa kaget
" apa kamu ceritakan ini Sama orangtuamu ?? tanya Yuli penuh selidik
" maaf Yul, tadi mereka maksa nanya tentang mereka , jadi aku ceritakan saja " ucap Nurul dengan suara menyesal
" maafin aku Yul harus berbohong , tapi aku ingin kamu bisa hidup dengan Deddy mereka yang sebenarnya" gumam Nurul
" iya gakpapa , gak usah sedih gitu dong , lihat Alfa nangis kok aunty nya juga mau ikut nangis sih " canda Yuli yang membuat wajah Nurul merona malu
" udah ya nak ,Oma sama kai Alfa dan Alfi cuma bohong doang " ucap Yuli mengelus punggung Alfa ,membuat Alfa tenang
" enalan unda ,alau Eddy cuda di culga kan ( benaran bunda ,kalau Deddy sudah di surga kan ) ucap alfa dan diangguki oleh Yuli
"yey Eddy macih di culga anti akak au kecana alau udah anyak uit ( yey Deddy masih di surga nanti kakak mau kesana kalau sudah banyak duit ) ucap Alfa semangat
" adek uga ,anti aik ecawat ecal ecana " adek juga ,nanti naik pesawat besar kesana ) ucap polos Alfi yang tidak mau kalah dari kakaknya
" alau gitu akak acuk intunya dolah Emon ( kalau gitu kakak masuk pintunya dorah Emon ) ucap kakak Alfa dengan senyuman bangga
Yuli dan Nurul yang mendengarkannya hanya tersenyum atas tingkah bocah tersebut
" aku icut akak , adek gak au aik ecawat ,au ewat intu dola Emon aja cama akak ,ial epat ( aku ikut kakak , adek gak mau naik pesawat, mau lewat pintu Dora Emon aja sama kakak,biar cepat ) ucap Alfi yang mulai kalah dari debat
memang saat debat Alfa selalu memojokan Alfi hingga Alfi tidak bisa mengucapkan kata kata hal itu membuat Alfa bangga
" hahah enang dek ,anti akak Awa adek " hahaha tenang dek ,nanti kakak bawa adek " ucap Alfa denagn nada sombongnya sambil menyilangkan kedua tangannya di dadanya.
" maafkan bunda nak ,suatu saat pasti kalian akan mengetahui semuanya , entah kalian mau ninggalin bunda saat sudah bertemu dengannya atau kalain akan membencinya seperti diriku " gumam yuli