
pagi harinya Dara lebih dulu membuka mata karena merasakan bau wangi dan bantal yang kekar dipeluknya
perlahan lahan Dara membuka matanya dan melihat sosok laki laki yang tidur di samping nya
Dara yang masih tidak percaya menggosok gosok matanya dan ternyata itu benar manusia
dara berteriak dan menendang Bimo hingga jatuh dari tempat tidurnya
" ahhhhggg mesummm " teriak Dara dengan refleks kakinya menendang Bimo
brauk
" aduhh sakit bodoh " ucap Bimo kesakitan
" ngapain kamu dikamar ku ahg , kamu apain aku tadi malam " ucap dara memeriksa pakaiannya dan ternyata masih lengkap
" kalau mau nyalahin orang lain mending cari alasan yang lebih masuk akal jangan buat dirimu malu sendiri" ucap Bimo kesal
" maksud kamu apa kulkas ,mesum , dan lain lain ?? tanya Dara kesal
Bimo yang tak terima dikatai kulkas segera loncat ke atas tempat tidur dan mengunci Dara , Bimo berada di atas tubuh Dara sedangkan dara di bawah membuat mata mereka kembali saling bertemu
dag
Dig
dug
deg
dok
suara detakan jantung dari keduanya berdetak sangat kencang
Bimo yang sadar apa yang diperbuat segera turun dan pergi begitu saja tapi sebelum membuka pintu Bimo mengatakan
" maaf ,aku tidak sengaja , jangan sekali kali kamu mengucapkan kata kulkas lagi " ucap Bimo
" dan kamu yang menyuruh ku tadi malam tidur denganmu karena kamu ketakutan " lanjut Bimo dan pergi meninggalkan Dara yang masih mematung
" *Dara bodoh , sungguh bodoh , kenapa kamu melakukan hal yang sangat memalukan " gumam Dara sambil memukul mukul bantql yang tak bersalah
ceklek*
Bimo kembali membuka pintu dan melihat dara meninju ninju bantal
" aku hanya mengeceknya doang , apa kapasnya masih lengkap setelah kamu tempati " ucap dara beralasan
" siapkan pakaian buatku , dan berikan handuk mu " pintah Bimo
" memangnya kamu pikir aku suka membawa laki laki ke rumah ku da......" ucapan Dara kembali terpotong oleh Bimo
" pakailah otak kecilmu itu untuk berfikir sedikit saja , aku tidak mengatakan kalau aku mau pakaian laki laki yang datang di rumahmu , berikan pakaian ayahmu kalau masih ada " ucap Bimo yang kembali membuat Dara semakin malu
" ntar aku siapkan , tu handuk di tempat jemuran " ucap Dara
Bimo kembali keluar kamar Dara
Dara yang didalam kamar hanya bisa melampiaskan amarahnya ke bantal
Dara guling guling di kasur nya sambil menggigit gigit bantal dan memukul mukulnya
ceklek
pintu kembali terbuka yang membuat Dara semakin seratus kali lipat lebih malu
" nanti aku belikan makanan , jangan kamu makan tu bantal kasian " sindir Bimo cekikikan yang membuat Dara menyembunyikan wajahnya
" ngapain lagi kamu masuk ?? tanya dara masih menyembunyikan wajahnya
" di mana kamar mandi nya ?? tanya Bimo
" di dapur " jawab singkat Dara
" aku sudah ber kali kali bilang sama kamu , kalau otak itu digunakan untuk berfikir , dimana mana orang mandi di kamar mandi , apa jangan jangan kamu mandi didapur tempat memasak ?? tanya Bimo penuh selidik
dara melempar semua bantalnya ke arah Bimo
" ahhgg dasar nyebelin " teriak dara kesal
Bimo berlari keluar sambil cekikikan gak jelas
" ternyata dia sangat menggemaskan " gumam Bimo tertawa sendiri mengingat wajah Dara yang malu dan emosi
" dia sangat imut " lanjut Bimo bergumam
" astaga , apa yang kau pikirkan Bim " ucap Bimo pada dirinya sendiri