
" bukankah Tuan yang menyuruh saya" ucap Yuli tidak mau kalah
"aku tidak akan menyuruh kalau kamu tidak berbuat ulah "balas Aidil
"terus apa anda menyalahkan saya sepenuhnya Tuan " tanya Yuli
"terus siapa yang aku salahkan selain dirimu yang berbuat ulah, dan apakah aku akan menyalahkan diriku sendiri" saut Aidil
"kamu juga harus menyalahkan dirimu sendiri karena kamu, aku berbuat ini kepadamu ,karena aku membencimu" ucap Yuli dengan suara tegas diiringi dengan air matanya yang sudah mengalir
aidil yang mendengarnya langsung menoleh ke arah Yuli
"itu sudah masa lalu dan itu pun hanya sebuah kecelakaan aku dalam keadaan mabuk berat "ucap Aidil
"dan apa kamu pikir aku bisa melupakannya begitu saja hah" balas Yuli dengan suara nyaring
"terus apa yang kamu akan lakukan sekarang karena kamu membenciku, apakah kamu akan membunuhku, baiklah aku akan sangat siap untuk itu demi membalas dosa yang kuperbuat padamu "ucap adil mengambil pisau buah yang ada di mejanya dan memberikannya kepada Yuli
"lakukanlah sekarang aku ikhlas, "ucap ideal yang membuat Yuli yang memegang pisau itu langsung melemparnya ke sembarang arah dan keberuntungan masih berpihak kepada Bimo yang daritadi mengintip di pintu
pisau tersebut tepat terlempar dihadapan Bimo tapi dengan segera Bimo langsung menutup pintunya
" huff hampir saja aku tewas "gumam Bimo sambil mengusap dadanya
"sebaiknya aku pergi saja, ada rumah tangga yang hancur sebelum terbangun "lanjut Bimo dan melangkah pergi tapi langkahnya terhenti saat dia mengingat dia dan atasannya 1 jam lagi akan mengadakan meeting
"kalau begitu mending aku tunggu si bos keluar sajalah" lanjut bimo yang sudah memiliki keputusan yang terbaik baginya
di dalam ruangan Yuli menangis sejadi-jadinya membuat aidil ikut meneteskan air matanya dan memeluk erat tanpa balasan ataupun penolakan
"maafkan aku sudah membuatmu seperti ini ,
apa aku masih bisa memilikimu dan mempertanggung jawabkan yang telah aku lakukan "ucapkan membuat Yuli mendorongnya pelan dan mengusap air matanya.
"maaf aku tidak bisa" ucap Yuli
" apakah aku tidak memiliki kesempatan sekali saja, aku sudah jatuh hati kepadamu aku ingin memilikimu dan menua bersamamu sampai maut yang akan memisahkan kita" ucap aidil menundukkan kepalanya
"aku tidak pernah melarang seseorang untuk mencintaiku tetapi aku sangat susah untuk mencintai berusahalah jika kamu mampu, menjauhlah jika kamu hanya ingin menebus kesalahan yang kamu perbuat aku akan berusaha untuk melupakannya "ucap Yuli melangkah pergi meninggalkan Aidil yang masih mencerna kata-kata Yuli
"dan jangan sekali-kali berbuat hal-hal yang akan membuatku tambah benci kepadamu sekali saja kamu berbuat maka jangan berharap apa-apa lagi "lanjut Yuli saat mau membuka pintu
"apa aku tidak salah dengar dia memberikanku kesempatan" gumam Aidil dengan hati yang berbunga-bunga
" yes ,yes ,yuhui ,akhirnya sebentar lagi si junior bisa kembali makan "ucap aidil senang sambil berguling-guling di lantai membuat Bimo yang sudah masuk setelah Yuli keluar membulatkan matanya
"apa bos kalah bertempur makanya bos jadi gila begini "gumam Bimo bergidik ngeri