
aidil dipindahkan ke ruangan VIP rumah sakit
saat dikeluarkan dari ruang IGD dengan kebetulan Alfa dan Alfi sedang main kejar kajaran , mereka berdua melihat orang yang sedang didorong oleh beberapa perawat membuat Alfi segera berlari ke sana berniat ingin membantu mendorong
Alfi dengan cerianya berlari ke arah seseorang yang sedang didorong untung saja Alfi tidak dapat melihatnya karena ukuran badannya yang masih kurang tinggi berbeda dengan Alfa yang kembali menangis histeris sambil berlari ke arah orang yang didorong perawat tersebut
Alfi yang mengira kakak nya menangis karena dia mendahului kakaknya dalam lomba lari hanya menyombongkan diri nya
" hahaha kakak nangis kalah sama adek " ejek Alfi bangga dengan dirinya sendiri tapi tidak dipedulikan oleh Alfa yang terus menangis
Alfa berlari ingin menaiki tempat yang ditempati Deddy nya berbaring lemah membuat para perawat berhenti mendorong
" dek sana main " ucap perawat tersebut dalam bahasa Inggris, tapi tidak dihiraukan oleh Alfa
Alfa meminta dinaikkan ke atas dengan kode tangannya direntangkan ke arah perawat tersebut
" gak boleh , ada orang sakit di atas " ucapnya lagi dalam bahasa Inggris tapi sama sekali tidak didengarkan oleh Alfa dan juga mungkin Alfa tidak mengerti apa yang dikatakan nya
" Deddy " satu kata yang keluar dari mulut Alfa sambil menangis
perawat yang mendengar kata Deddy langsung tau kalau pasien yang di dorongnya adalah ayahnya
dengan terpaksa perawat tersebut menggendong Alfa tapi tidak di naikkan hanya dilihat kan saja
Alfa semakin menangis histeris meminta untuk di naikkan di atas tempat Deddy nya
sedangkan Alfi kesal karena dari tadi dia mencoba mendorong nya tapi tidak bergerak sama sekali
" kakak jangan nangis ,bantu adek dorong " teriak Alfi kesal membuat semua perawat menoleh ke arah nya
para suster tersebut bergantian menatap wajah Alfa dan Alfi
" mereka kembar " ucapnya dalam bahasa Inggris
salah satu perawat yang merasa gemes melihat Alfi segera menggendongnya walaupun Alfi monolak
Alfi meronta ronta dilepaskan tetapi perawat tersebut malah mencium pipi Alfi karena merasa gemes
" Deddy " teriak Alfi kegirangan membuat semua perawat bingung melihat reaksi Alfi
" mana mainan Deddy buat Alfi,?? tanya Alfi kegirangan tapi tidak mendapat jawaban apa apa
" Deddy kenapa tidur sih , ayo bangun nanti Alfi pukul pake bantal lagi Lo.," ucap lagi Alfi
Nurul yang baru saja keluar dari kamar mandi melihat ke tempat dimana dia menyuruh Alfa dan Alfi menunggu nya , Nurul berlari ke tempat tersebut dan melihat Alfa yang sedang menangis di gendongan suster sedangkan Alfi terlihat sangat ceria
Nurul dikagetkan oleh sosok yang berbaring di ranjang rumah sakit ,
" astaga,gawat " ucap Nurul dan berlari ke arah Alfa dan Alfi
" Deddy pergi ke surga lagi dek " ucap Alfa disela tangisannya membuat wajah Alfi yang tadinya ceria berubah drastis
Alfi menangis memaksa suster yang menggendong nya untuk menaruhnya di tempat Deddy nya , karena Alfi yang terus meronta membuat perawat yang menggendong nya terpaksa meletakkannya di samping Aidil
" Alfi naik ke atas perutnya membuat suster terkejut , mereka mau mengangkat Alfi tapi Alfi lebih dulu memeluk Deddy nya erat
Nurul yang baru datang tak tau harus apa yang dilakukan nya sekarang
kedua keponakannya sudah mengetahui apa yang menimpah Deddy nya
Nurul mengambil Alfa dari gendongan perawat
" aduh kak Siska dimana sih " ucap Nurul prustasi
" sus tolong bawa keponakan saya ke sana " pintah Nurul menunjuk ke arah kursi rumah sakit
suster tersebut memaksa Alfi untuk melepaskan pelukannya yang membuat Alfi semakin murkah dan mencakar cakar wajah suster yang menggendong nya
" jangan dilepaskan saya mohon " pintah lagi Nurul
Alfi terus mencakar serta memukul mukul perawat yang menggendong nya disertai dengan tangisannya, tak sampai disitu Alfi juga menarik narik rambut perawat tersebut