Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
belajar


Hubungan Nurul dan Rei sudah berjalan seperti manusia yang saling mencintai pada umumnya , Nurul sangat bersyukur atas hal itu


Hari ini Nurul berangkat ke Rumah Yuli karena sudah mengetahui kehamilan Yuli , dia sangat rindu dengan mereka semua , ini pertama kali nya bagi dia berkunjung ke rumah Aidil setelah menikah


tak lama dia menaiki mobil nya untuk sampai ke rumah Aidil dan Yuli , Nurul dengan senyuman manis nya langsung masuk ke Dalam dan berteriak memanggil ponakan nya


" alfaaaa, alfiiiii aunty cantik datang " teriak Nurul


Alfa dan Alfi yang sedang di ajar bunda nya seketika langsung mengambil kesempatan untuk lari , mereka sungguh capek mendengar bunda nya ngomel


" Aunty kenapa lama sekali baru kesini ?? tanya Alfa


" wah anak anak ganteng ternyata kangen sama Aunty nya yang sangat cantik " ucap Nurul


" bukan kangen aunty , kami bosan di marahi bunda " ucap Alfi


" hahha memangnya orang ganteng berdua ini kenapa di marahi ?? tanya Nurul


" Bunda selalu bilang salah kalau ngajar kakak sama adek " ucap Alfa


" memangnya kalian lagi belajar apa ?? tanya Nurul


" banyak sekali aunty " jawab Alfi


" Nurul mari ke sini , jangan dengarkan mereka berdua " ucap Yuli yang baru datang


" ini ibu hamil kok marah marah " ucap Nurul cengingisan


" mereka berdua ini selalu ngeyel kalau di ajar , bikin emosi " ucap Yuli menggeleng gelengkan kepala nya


" hahaha nanti aunty yang ngajar Alfa dan Alfi ya biar cepat pintar kaya aunty " ucap Nurul dan di angguki oleh mereka berdua


Yuli dan Nurul kini duduk di sofa sambil bercerita , senyuman di keduanya terlihat sangat hangat tiba tiba seseorang datang lagi yang membuat Alfa dan Alfi segera berlari memeluknya


" aunty Dara sudah besar perutnya " ucap Alfa sangat senang


" ini belum besar sayang ini belum seberapa " ucap Dara mengelus rambut mereka berdua


" ada Nurul juga " ucap Dara


" ayo sini ikut ngegosip " ucap Yuli dan dengan senyuman manisnya Dara ikut duduk


" aunty kapan dedeknya keluar ?? tanya Alfa


" masih lama sekali , nanti dedek nya Aunty Siska yang duluan baru dedek aunty habis itu Bunda kalian dan yang terakhir aunty Nurul " ucap Dara


" aku mah belum ada tanda tanda Dar " ucap Nurul tersenyum kikuk


" nanti juga ada ya kan sayang " ucap Dara ke Alfa Alfi dan dengan semangat mereka mengangguk-anggukkan kepalanya


" kamu sama siapa kesini Dar ?? tanya Yuli


" tadi di antar sama mas Bimo , tapi dia buru buru ke kantor jadi gak sempat masuk deh " jawab Dara


cukup lama mereka mengobrol disana dan cukup lama juga Alfa dan Alfi bermain membuat Yuli segera berdiri dan memanggil anak anak nya untuk melanjutkan pembelajaran mereka


" ayo Alfa Alfi lanjut belajar nya " ucap Yuli


" masa mau TK tapi belum bisa membaca sama menghitung " lanjut Yuli


" Bunda kakak mau belajar sama Aunty Nurul " ucap Alfa


" adek juga " ucap Alfi


" tidak boleh kalian pasti main main kalau aunty Nurul yang ngajar " ucap Yuli tegas


" tidak apa Yul , biarkan aku yang ngajar mereka mumpung aku disini " ucap Nurul


saat belajar Nurul sangat dibuat kesal ,ingin Rasanya Nurul menangis mengajar mereka , sedari tadi mereka berdua menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Nurul dengan jawaban yang tidak masuk akal ,dan pertanyaan mereka juga sangat menyebalkan


" sekarang aunty tanya ini hewan apa ?? tanya Nurul membuat mereka berdua saling berpandangan


" ini hewan apa kalau aunty tau ?? tanya balik Alfa


" ini Singa " jawab Nurul dengan Bodohnya membuat Dara dan Yuli menahan tawanya


" ini Singa aunty " ucap Alfa dan Alfi bersamaan sambil menunjuk gambar singa , seketika Nurul dibuat lemas oleh nya


" wahahaha " tawa Dara tak sanggup di tahannya melihat Nurul mengajar kedua anak tersebut


" kenapa Aunty ketawa ?? tanya Alfa


" tidak , Aunty hanya ingin ketawa " ucap Dara


" sekarang ini apa Aunty ?? tunjuk Alfa ke arah gambar selanjutnya


" harimau " jawab Nurul


" kalau ini apa ?? tanya lagi Alfa di gambar selanjutnya


" serigala " jawab Nurul


" kalau yang ini apa Aunty ?? tanya lagi Alfi yang membuat Nurul memegang kepalanya


" yang jadi guru dan murid disini siapa sebenarnya ?? tanya Nurul prustasi ingin rasanya dia melempar kedua bocah tersebut