
perlahan Yani membuka matanya dan melihat sekelilinya ada orang yang dia cintai sedang duduk di sampingnya
" mami sudah sadar ?? tanya Aidil
" belum" jawab kesal Yani yang membuat Aidil menutup mulutnya
dan mata Yani teralih pada minyak goreng yang di pegang Aidil
" buat apa tu minyak banyak bangat ?? tanya Yani
" buat mami " jawab santai Aidil
" hah buat mami ,maksudnya ?? tanya Yani bingung
" ini tadi disuruh papi ambil minyak " jawab Aidil
" buat apa ?? tanya lagi
" buat goreng mami " jawab zei
Yani yang mendengarkannya seketika mengambil pisau buah yang ada di atas meja dan mengarahkannya ke leher Aidil
" masalahmu apa sampai mau goreng mami ?? tanya Yani dengan tatapan membunuh membuat Aidil menahan kasar salivnya
" mi , pisaunya jangan terlalu dekat mi , nanti beneran kepotong kaya apa mi ,padahal aku ini masih dalam proses perjuangan " ucap Aidil dengan suara panik
" berjuang apa ??? tanya Yani
" lepas dulu pisaunya mi , kulit buah aja bisa lepas mi apa lagi kulitku yang tipis " ucap Aidil memohon dengan segera Yani menaruh kembali pisau buahnya
" cepat katakan " ucap Yani
" mi sebenarnya mami ini lagi datang bulan apa lagi ngidam sih mi kok kerjaannya marah marah Mulu " ?? tanya Aidil yang membuat Yani kembali mengambil pisau buah yang ada dimeja zei yang melihat kelakuan anak dan ibunya hanya bisa menggelengkan kepalanya
" kamu mau ngolok mami atau gimana hah usia mami sudah 51 tahun , memang ya kamu ini dasar anak durhaka " ucap Yani yang membuat Aidil gemetaran
" apa kamu mau kulit putihmu ini lepas dari badanmu , sampai usia mami saja kamu gak tau dan asal kamu tau ya mami ini belum tua ,jiwa mami masih jiwa anak SMK yang suka tauran " ucap Yani
" ohh pantas ya mi , anak sendiri Sampai mau dibunuh karena jiwa SMK mami masih berkobar " ucap Aidil yang membuat Yani membuang pisau tersebut ke arah buah dan pas menancap di buah mangga yang ada di meja membuat Aidil yang melihatnya menelan salivnya kasar .
" keren " ucap singkat Aidil
" tapi lebih keren lagi kalau pisaunya nancap di juniormu itu yang sering bikin masalah " ucap Yani dengan suara agak tinggi membuat Aidil menutupi bagian bawahnya dengan kedua tangannya
tiba tiba Yani langsung mengingat sebab dia pingsan tadi dengan segera Yani langsung melangkahkan kakinya ke arah Nurul yang masih terlihat menangis
" Rul , apa benar yang Aidil katakan tadi ,kalau Siska masih hidup "?? tanya Yani dan diangguki oleh Nurul
air mata Yani kembali menetes dan dengan segera dia berlari entah kemana zei dan Aidil yang melihat maminya berlari sambil menangis mengikutinya karena takut jika maminya berbuat nekat apalagi jiwa SMK nya masih menyala
" mami tunggu " teriak zei saat melihat Yani membuka pintu keluar tapi tidak didengarkan oleh istrinya dia trus berlari entah kemana membuat Aidil terpaksa ikut mengejarnya
" apaan sih mami main kabur kabur aja , apa dia mau buktiiin jiwa nya yang dia sebut sebut tadi ," gumam Aidil kesal
zei dan Aidil berhasil mengejar Yani saat dia hendak masuk mobil
" mi ,mami mau kemana ini sudah malam ?? tanya zei
" aku mau ketemu anakku hiks.." ucap Yani dengan air mata yang terus mengalir
" jangan sekarang mi , ini mau turun hujan gak baik buat kesehatan mami " ucap Aidil
" gak mau ,aku mau ketemu dengannya " ucap Yani
" tapi mi , apa mami tau dimana dia sekarang ,gak kan , dan apa mami mau mencarinya sampai ketemu di kita yang sangat luas ini ,itu juga gak mungkin mi sebaiknya kita masuk lagi baru kita tanyakan ke Nurul habis tu besok kita samperin Siska ya " ucap zei dan dengan terpaksa Yani mengangguk
" *apa kalian sampai segininga tidak mempercayaiku sehingga aku yang ada disamping kalian tidak ditanya padahal aku yang pertama bertemu dengan kak Siska " gumam aidil
" huff intinya sekarang aku bukan anak tunggal lagi posisiku sudah direbut kembali" gumam Aidil dengan senyuman tipisnya*