
zei seakan pura pura tidak tau apa yang diucapkan oleh Aidil dia tidak ingin dia sendiri kena hukuman nantinya
" apa yang kamu katakan Dil ,papi tidak pernah menyuruhmu " ucap zei pura pura marah
" papi tidak usah akting lagi deh , aku sudah tidak ikut ikutan Pi " ucap Aidil yang takut dengan harimau betinanya
" siapa yang akting bukankah kamu yang menyuruh papi untuk tidak menerima Kevin karena kamu ingin mengerjainya , padahal papi tidak mau tapi kamu terus memaksa sampai tunduk tunduk dihadapan ku demi prank mu " ucap zei seakan tidak terbebani sama sekali yang membuat Aidil membulat kan mata nya
kini pandangan yang sangat menakutkan terarah pada Aidil yang sudah keringat dingin
" papi tidak usah bohong , aku tidak pernah menyuruh papi melainkan papi yang memberikan kode kedipan mata tadi " ucap Aidil keringat dingin
" hahahaha liat anak mu mi dia sungguh pandai berakting , tapi sekarang sia sia nak , papi sudah membongkar nya " ucap zei di sela tawanya , zei seakan tidak merasa salah sedikit pun demi keselamatan dirinya
" papi jangan begitu , aku sungguh tidak akan mendapatkan jatah lagi nanti " ucap Aidil panik yang membuat Yuli menatapnya dengan tatapan sangat menyeramkan melebihi seramnya kuntilanak
" sudah lah dil semua prank mu sekarang sia sia , ayo gak usah di perpanjang lagi mari kita lanjutkan " ucap zei
Aidil ingin sekali meninju zei dengan keras tapi beruntung dia masih punya hati karena bagaiman pun zei adalah ayah nya
" bagaimana tidak diperpanjang kalian berdua hampir membuat Siska pergi lagi " ucap Yani emosi
" Aidil mi ,papi tidak ikut ikutan " ucap zei
" kalian sama saja " ucap tegas Yani membuat Aidil cengingisan
" kamu juga mas , apa untungnya kamu berbuat seperti ini " ucap Yuli ikutan mengomeli suaminya
" tapi sayang papi ........" ucapan Aidil terpotong oleh istrinya
" tidak ada tapi tapi kamu sebaiknya diam saja , sudah jelas kamu yang bersalah masih mau beralasan , dan asal kamu tau mas jika terjadi masalah tadi siapa yang mau tanggung jawab , kamu sekarang diam dan jangan membuka mulutmu sampai obrolan ini selesai " ucap Yuli tegas membuat Aidil hanya bisa menelan salivnya kasar
" jangan kasih ampun bunda " teriak Alfa dari sudut sana yang sedang bermain
" iya tarik telinga nya bunda biar tidak nakal " teriak juga Alfi
" tidak bisa , pokoknya deddy akan tidur di luar , bunda akan tidur bersama Alfi dan Alfa " ucap juga Alfi yang berperan sebagai Bunda nya
" wahahahahaha " Alfa dan Alfi tertawa berbahak bahak setelah mereka sudah memerankan tokoh kita Aidil dan Yuli
Nurul yang mendengar nya tadi ikut tertawa karena sangat lucu menurutnya begitu pun dengan Siska yang tadinya menangis menjadi tertawa berbahak bahak
zei yang ingin ikutan tertawa tidak jadi karena melihat wajah istrinya yang masih menyeramkan membuat Zei hanya bisa tertawa dalam hati
" sejak kapan mereka bisa mengikuti kata kata ku dan dirimu sayang " ucap Aidil sedikit berbisik
" diam " ucap tegas Yuli yang membuat Aidil terdiam
" dasar anak tak berbakti sama ayahnya sendiri , bikin malu nak " gumam Aidil
" baiklah mari kita lanjutkan obrolan kita " ucap Kevin membuat semua berhenti tertawa
" hahahaha " tawa zei pecah karena sudah tidak sanggup menahannya yang membuat semua orang menatap dirinya bingung
" papi sehat kan ?? tanya Yani
" iya ,maaf " ucap zei
" trus bagaimana dengan lamaran saya , apakah keluarga dari Siska bisa menerima ?? tanya Kevin
" papi sih setuju saja tapi bagaimana dengan mu Dil , apakah rencanamu tetap kamu lanjutkan atau bagaimana?? tanya Zei ke arah Aidil dengan Tersenyum penuh kemenangan
" Pi tolong jangan buat ....." ucapan Aidil terpotong oleh istrinya
" cepat katakan yang ditanyakan papi , jangan bahas yang lain " ucap Yuli dan diangguki oleh Aidil
" iya Aidil setuju " jawab singkat Aidil
" nah kan gini enak gak perlu ada sistem prank lagi Dil , " ucap zei yang membuat Aidil semakin lemas mendengar ucapan papi nya