Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
Bimo menangis


Bimo merasa tak tega melihat bos nya yang kemarin masih sempat bercanda gurau tapi hari ini Aidil dalam kondisi yang sangat memprihatinkan


" bos bangun lah , apa ini gara gara diriku bos telah memberikan mu banyak berkas , maaf kan aku bos , aku sungguh tidak bermaksud , seandainya bos bisa digantikan dalam posisi sekarang lebih baik aku saja yang menggantikanmu kamu masih punya keluarga dan kamu baru saja menikah 3 hari yang lalu kamu baru mau bahagia bersama keluarga mu bos jadi mohon bangun lah ,aku akan melakukan apapun yang kau mau asalkan kamu bangun jangan membuat semua orang kwatir denganmu apalagi istrimu bos dia sangat kacau sekarang " ucap Bimo panjang lebar dengan tetesan air mata yang membasahi pipinya


" seandainya kamu hanya berbohong mungkin kamu menertawakan aku menangis seperti ini jadi kumohon bangun lah dan tertawakan diriku yang bodoh ini " lanjut Bimo tak kuasa melihat keadaan Aidil


" bos apa kamu tidak mau melihat kedua putramu ,mereka tidak tau kalau Deddy nya yang tampan sekarang ini sedang sakit " lanjut lagi Bimo dengan air matanya yang semakin mengalir


" aku akan datang lagi besok bos ,aku akan pergi ke perusahaan untuk mengecek perusahaan " ucap Bimo menghapus air matanya


Bimo keluar dari ruangan IGD, Bimo menundukkan kepalanya agar tidak terlihat jika dia habis menangis


" tuan ,nyonya saya permisi dulu,saya mau mengecek perusahaan" ucap Bimo dan diangguki oleh zei


" terimakasih Bim " ucap zei


Bimo kembali melangkahkan kakinya menuju ke parkiran dan menaiki mobilnya


didalam mobil Bimo memukul stirnya dan berteriak


" ahhhgg " teriak Bimo mengacak rambutnya prustasi


" kenapa jadi seperti ini , sialan ,sialan ,sialan " teriak lagi Bimo memukul mukul setirnya


......


Yuli setiap saat pasti akan masuk ke ruang IGD berharap suaminya akan secepatnya bangun


Yani dan zei yang melihat Yuli tak henti hentinya masuk keluar ruang IGD merasa kasihan melihat Yuli apalagi Yuli sudah tidak mau makan paling hanya satu dua sendok saja


" Yul tadi Nurul membelikanmu makanan jadi makan ya " ucap Yani lembut tapi Yuli hanya bisa menggelengkan kepalanya


" nanti kamu sakit Lo " ucap lagi Yani


" aku tidak mau makan kalau mas Aidil belum makan juga " ucap Yuli lirih membuat Yani segera memeluk Yuli erat


" sabar lah nak ,mami mengerti dengan keadaanmu seperti ini tapi apa kamu mau jika nanti suamimu sadar dan melihat istrinya jadi kurus pasti Aidil akan marah sama kami ditambah lagi dengan anakmu nanti mereka juga ikutan tidak mau makan kalau Bundanya tidak makan " ucap Yani panjang lebar yang membuat Yuli segera mengambil kotak nasi yang ada ditangan Yani saat sudah melepaskan pelukannya


" aunty kakak mau ke tempat kerja Deddy" rengek Alfa


" iya aunty adek juga , mau mukul Deddy siapa suruh Deddy tidak pulang ke rumah " ucap Alfi yang membuat Siska dan Nurul ingin sekali menitikkan air matanya tapi mereka berusaha menenangkan diri Sendiri


" Deddy kalian lagi kerja buat beli mainan Alfi dan Alfa " ucap Nurul


" pasti alsan Deddy gitu terus , tapi tidak dibelikan juga " ucap Alfa kesal


" tapi adek dibelikan " ucap Alfi membela Deddy nya


" tapi kakak gak dibelikan " saut Alfa tak terima


" siapa suruh kakak kalau ditanya Deddy selaku menggeleng kan kepala jadi Deddy tidak belikan " ucap Alfi


" sudah Deddy kalian akan belikan nanti " ucap Siska menahan tangisnya karena terharu melihat anak adiknya yang memperdebatkan dirinya


" seandainya kalian tau apa yang terjadi ,apa yang akan kalian lakukan " gumam Siska


" aunty tadi malam adek liat Deddy pake baju putih dan celana putih , Deddy sangat keren apalagi bajunya ada sinar sinarnya , nanti Alfi mau minta dibelikan Deddy baju seperti itu " cerita Alfi auntusias yang membuat Nurul dan Siska tak sanggup menahan air matanya


" aunty kenapa nangis ??? tanya Alfa bingung


" ada nyamuk masuk ke dalam mata aunty " ucap Siska alasan seraya menghapus air matanya


" trus kenapa aunty Nurul juga nangis ?? tanya lagi Alfa


" mata aunty Nurul juga kemasukan nyamuk ? jawab Siska


" kenapa kakak sama adek tidak ?? tanya Alfa lagi dengab polosnya


" karena nyamuk takut sama Alfa dan Alfi " jawab Siska


" hahah kakak memang hebat tapi adek tidak aunty" ucap Alfa


" kakak nakal " teriak Alfi tak terima