
setelah kehamilan Dara diketahui oleh keluarga Zei dan Yani mereka semua Sangat gembira apalagi dengan kedua anak kembar yang sangat senang melebihi Bimo , dipikirkan mereka berdua hanya mempunyai adik yang akan di ajaknya main
Alfa dan Alfi sangat sering datang ke rumah Bimo untuk bertugas menjaga aunty nya , walaupun begitu mereka tak lupa dengan aunty Siska juga , mereka juga berdua sering datang ke rumah kai nya hanya untuk memastikan keadaan aunty Siska
Bimo dibikin sangat kesal tiap harinya oleh kedua anak Aidil dan Yuli yang tidak mau memberikan waktu kepada Bimo untuk berdua dengan istri nya
Terkadang Bimo selalu menegaskan kepada bos nya agar tidak membawa anak anak nya datang ke rumah nya tapi Aidil tidak pernah menanggapi
tak terasa hari dimana pernikahan Nurul bersama Rei telah tiba
sebenarnya Aidil sangat malas untuk hadir di acara pernikahan tapi karena istri nya yang terus menceramahi nya akhirnya Aidil mau tidak mau harus Hadir
Aidil memilih duduk jauh dari Rei dia takut kehilangan kendali apabila didalam
singkat cerita Rei sudah berjabat tangan dengan papi calon istrinya
" apa calon pengantin wanita siap untuk dinikahi tanpa ada paksaan atau hal lainnya ?? tanya pak penghulu"
" saya siap ,Tanpa ada paksaan sama sekali " jawab Nurul pelan
" baiklah , bagaimana dengan calon pengantin laki laki , apa kamu siap menafkahi istri mu nantinya dan apa kamu sudah siap menjadi seorang kepala keluarga ?? tanyanya lagi
" saya siap " jawab Rei
" baiklah silahkan mulai pak " ucapnya ke arah Zei
" Saudara REI VAHREZA bin ROI VAHREZA , bersama ini saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan NURULIYANI ADHITAMA binti ZEINAN ADHITAMA dengan maskawinnya yang dibayar tunai.
" Saya terima nikahnya NURULIYANI ADHITAMA dengan maskawin UANG 300 JT DAN EMAS 50 gram dibayar tunai
" bagaimana para saksi SAH??
setelah itu keluarga mereka semua memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai kecuali Aidil yang hanya bisa tersenyum sinis ke arah mereka semua
Berbeda dengan bimo yang tidak memperdulikan mereka semua , dia hanya sibuk berlomba dengan kedua anak cicak menawarkan berbagai makanan ke arah Dara
" aunty mau yang mana kakak sama adek ambilin ?? tanya alfa
" sayang makan yang ini ya biar sehat " ucap Bimo yang tak mau posisi nya direbut oleh kedua anak Aidil
" itu tidak sehat om Bimo , ini yang sehat aunty " ucap Alfi melihat kan cemilan yang terlihat sangat enak membuat mata Dara seketika membinar
" wah aunty mau dong, itu terlihat sangat enak " ucap Dara
" sini biar om yang suapi istri om " ucap Bimo ingin merebut nya tapi Alfi langsung menyembunyikan nya kebelakang
" ihh tidak mau , adek yang suapi aunty , kan aunty ?? ucap Alfi dan diangguki oleh Dara
Bimo hanya bisa menelan ludah melihat kedua anak kembar yang menyuapi istri nya , dipikiran Bimo seharusnya dia yang ada disana dan kenapa kedua anak cicak ini sangat perhatian kepada istri nya
" wah sangat enak " ucap Dara memberikan kepada alfa dan Alfi bekas gigitan nya yang semakin membuat Bimo cemburu
Alfa yang sudah membuka mulut ingin menerima suapan dari Dara , tapi tiba tiba makanan yang lumayan banyak masuk begitu saja kedalam mulut Alfa , Bimo yang melihat nya cekikikan ,
" mampus lu anak cicak " ucap Bimo yang memasukkan potongan kue lumayan besar kedalam mulut Alfa saat menganga
" hmmmmmm" entah ngomong apa Alfa pemirsa karena mulutnya yang kepenuhan"
" Bimo kamu apain anak ku " ucap perempuan yang baru datang dengan suara yang menyeramkan