Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
kurang 1 nol nya


" buat adek mana Deddy ?? tanya Alfi


" bagi dua " jawab Aidil dan langsung duduk


" tu kak , dengar kata Deddy , bagi dua " ucap Alfi tersenyum senang


" kan kakak yang di bayar buat ngalah bukan adek " ucap Alfa


" ni Oma kasih " ucap Yani memberikan uang selembar berwarna merah


" kok cuma gini Oma , nol nya kurang " ucap Alfi menginjak injakan kakinya dilantai


" gak papa cuma kurang 1 saja nol nya " jawab Yani


" tapi kan masih banyakan kakak" ucap Alfi gak terima


" nol itu tidak ada jumlahnya, jadi angka 1 nya yang penting , liat uang kakak ada angka 1 nya juga " ucap Yani yang membuat Alfi berlari ke arah kai nya


" kai minta uang yang nol nya sama kaya kakak " ucap Alfi memeluk kai nya


" Alfi gak boleh gitu , ambil saja apa adanya " ucap Yuli


" sudah lah Yul , gpp kan Alfi cucu nya papi juga " ucap Zei memberikan uang 2000 yang membuat Alfi kembali merengek


" kai ini cuma cukup buat beli permen " ucap Alfi


" kan nol nya sudah lebih dari kakak kalau kamu jumlahkan semuanya" ucap Zai cengingisan


" ahh aunty " ucap Alfi berpindah ke Siska


" aduh kantong aunty kok gak ada , berarti tidak ada uang " ucap Siska cengingisan


" pada pelit semua " ucap Alfi kesal membuat mereka semua tertawa


" aunty Nurul minta duit " ucap lagi Alfi


" bilang dulu aunty Nurul sangat cantik melebihi aunty Siska dan bunda " ucap Nurul tersenyum manis ke arah Alfi


" aunty Nurul sangat cantik sekali , tidak kaya aunty Siska jelek ,pelit lagi " ucap Alfi dengan semangat


" Bunda nya mana ?? tanya Nurul


" kalau bunda kan lebih cantik dari siapapun jadi tidak bisa di ikut ikutkan " ucap Alfi


" ya udah minta aja uang sama Bunda mu kalau gitu " ucap Nurul


" aunty Nurul jelek " ucap Alfi kesal dan pindah lagi ke Bunda nya


" kamu dengar tari kata Deddy , bagi dua sama kakak" ucap Yuli sebelum Alfi meminta


" siapa suruh , bilang aunty tadi jelek, padahal uang aunty lagi banyak " ucap Nurul


" Deddy " rengek Alfi


" minta sama Oma lagi " ucap Aidil membuat Alfi melangkah mendekat dengan wajah sok imutnya


" Oma , uang " ucap Alfi dengan wajah imutnya


" uang Oma sudah habis " ucap Yani mencoba menghindari wajah sok imut Alfi tapi sia sia dia tidak tega melihatnya


" ni ambil " ucap Yani memberikan uang selembar berwarna merah


" yey , terimakasih Oma cantik " ucap Alfi senang


" Alfa Alfi sini " ucap Yuli membuat mereka berdua mendekat


" uang nya mana , bunda lihat " ucap Yuli membuat mereka berdua melihat kan uangnya dengan senang


" coba bunda lihat " ucap Yuli membuat mereka langsung memberikan nya


" uang Alfa ada 100 dan uang Alfi ada 112 rb jadi sekarang uang kalian berdua bunda simpan , gak boleh anak kecil megang uang banyak , nih buat Alfa dan Alfi " ucap Yuli memberikan uang berwarna hijau ke masing masing anaknya


" hahahaha tawa pecah Zei dan Siska serta Nurul membuat Alfa dan Alfi menatap mereka kesal


ditengah mereka asik asik ngobrol Aidil tiba tiba bertanya hal yang serius


" kapan Nurul akan nikah sama si brengsek itu ?? tanya Aidil


" kamu apaan sih kak , dia punya nama , namanya Rei bukan brengsek " ucap Nurul


" bukannya brengsek kalau dia mengincar istriku dan asal kamu tau kalau dia cuma manfaat kan kamu doang " ucap Aidil tegas


" dari mana kakak tau , dia buat apa melamar ku kalau dia tidak mencintai ku " ucap Nurul tak kalah tegas


" aku sudah bilang dia cuma manfaat kan kamu doang " ucap Aidil


" cukup mas , Rei sudah tau jika kita sudah menikah , buat apa dia mengincar ku lagi dan aku tidak akan mungkin berpaling darimu kalau dia mencoba merebut ku darimu " ucap Yuli


" sudah , sudah , kalian gak lihat situasi, ada anak mu disini gak baik ngomong seperti itu " ucap Zei tegas


" dua Minggu lagi Nurul akan menikah " ucap Yani yang sontak membuat kaget


" hah apa secepat itu ?? tanya Aidil


" iya biar kamu tidak cemburu lagi jika Rei menatap istri mu " ucap Siska


" baiklah , terserah kalian saja , aku mau bekerja dan aku tidak akan ikut campur lagi , dan aku tidak mau jika terjadi sesuatu hal yang membuat ku rugi " ucap Aidil tegas dan berdiri dari tempat duduknya