
Dara yang baru pulang belanja membuka pintu rumah nya dan kaget melihat si kembar yang berlari keluar sambil menangis membuat Dara memanggil nama nya " Alfa Alfi " panggil dara tapi tidak di sauti oleh kedua anak kembar
Dara menoleh ke dalam dan melihat wajah yang seperti dipenuhi darah membuat Dara berteriak histeris
" ahhhhhhhhhggggg " teriak Dara dan ikut berlari menyusul Alfa dan Alfi , Dara berlari seperti orang yang masih mempunyai perut biasa biasa saja , padahal perutnya sudah sangat terlihat buncit
Bimo yang melihat istrinya ikut berlari dibuat sangat takut ditambah lagi khawatir melihat istrinya berlari seperti orang tidak hamil
" sayang tolongggggg " teriak Bimo dengan lari yang semakin cepat
mereka berlari sampai ke gerbang membuat satpam yang berjaga melihat semua orang berlari ikut panik
satpam tersebut ikut kaget melihat wajah yang di penuhi darah membuat nya seketika berlari keluar dan menutup gerbang
membuat Alfa dan Alfi serta dara yang melihat gerbang ditutup hanya bisa bersandar di gerbang seraya pelukan
Alfa dan Alfi semakin menangis histeris saat merasakan Bimo sudah ada dihadapannya
" ahh capek , hantu , mana hantu " ucap Bimo ngos ngosan yang seketika membuat Dara perlahan menoleh dan membuka mata nya karena dia sangat mengenali suara tersebut
" siapa kamu , apa kamu memakan suami ku hingga suara kalian sama " ucap Dara yang kembali menutup matanya karena tak sanggup melihat wajah yang ada didepannya
Bimo yang mendengar ucapan istri nya sangat aneh hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal
" om Bimo hiks....hiks.. takutin Adek hiks...hiks..., nanti Adek kasih tau Deddy hiks..hiks.. " ucap Alfi
dara seketika memberanikan diri nya membuka mata dan melihat dari bawah sampai atas , Dara sudah hafal dengan postur tubuh suaminya tapi wajah nya sangat merah
" mas apa kamu ini ?? tanya Dara
" iya , memangnya aku berubah , apa aku tambah tampan semenjak pulang dari keluar kota " ucap Bimo dengan senyuman manisnya bukannya terlihat manis tapi terlihat menyeramkan karena hanya gigi nya yang putih , wajahnya merah menyala
"ahhhggggggg " teriak Bimo karena mendapat jeweran dari Istri nya
" aku tidak mengerti yang kamu ucapkan " ucap Bimo menggeleng gelengkan kepalanya
" aku cuma ikut berlari karena kata anak cicak ada hantu " ucap Bimo
" ohh iya hantu nya mana , kalian bohong ya " lanjut Bimo
" kamu hantu nya suami ku " ucap Dara dingin
" hah " lagi lagi Bimo Bingung dengan ucapan Dara
" kamu pura pura bodoh atau pura pura gak tau " ucap Dara
" aku gak tau apa apa , aku tadi tidur dan bangun karena anak anak ini berisik , na saat itu mereka tiba tiba lari membuat ku ikut lari , aku belum terlalu sadar hingga lupa jika ini siang mana mungkin ada hantu , jadi jelas bukan jika anak cicak ini hanya membuat kita panik " ucap Bimo yang belum menyadari wajah nya
Dara menatap Alfa dan Alfi secara bergantian , mata Dara menangkap tangan Alfa dan Alfi yang terlihat berwarna merah sama persis sama warna wajah suami nya
Dara hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar sambil menggelengkan kepalanya
" lupakan saja , ayo alfa Alfi kita masuk " ucap Dara dengan nada suara lembut dan di angguki oleh mereka berdua
Dara tidak memberitahu kan suami nya dengan keadaan wajah nya , dia ingin juga memberikan pelajaran kepada Suami nya yang telah sangat berani berfoto dengan wanita lain
Bimo berdiri dengan sangat bingung disana tak lama setelah itu ada satpam nya datang dengan seorang ustadz
" itu hantu nya pak , tolong di ruqia " ucap satpam tersebut sembunyi dibelakang ustadz
" maaf pak saya sudah bilang jika hantu itu tidak ada , apalagi siang bolong begini , tapi bapak memaksa saya datang kesini , apa bapak tidak melihat jika hantu yang bapak maksud itu mempunyai kaki serta tangan dan rambut
" itu hanya orang biasa pak , kalau begitu saya permisi , assalamualaikum " ucap ustadz tersebut menggeleng kan kepalanya