
" ada apa ini " ucap seseorang yang baru keluar dari rumah
zei dan tukang ojek serta Aidil menoleh ke sumber suara tersebut
" kalian siapa dan mau apa ke rumah saya ?? tanya laki laki yang mungkin seumuran dengan zei
" ambil mangga pak " jawab zei Tersenyum ramah
" kalian maling " ucap laki laki tersebut dengan suara agak tinggi membuat tukang ojek tersebut tertawa
" iya pak tadi aja motor saya di bawah sama bapak ini " jawab tukang ojek tersebut di sela tawanya membuat Zei membulatkan matanya
" tidak pak , kami sudah bayar sama anak bapak tadi disini " ucap lagi zei menggeleng kan kepalanya
" kamu mau menghina saya , saya belum mempunyai istri apalagi anak , woi kamu yang maling turun ,sini " teriak lagi bapak bapak tersebut membuat Aidil ingin turun tapi tidak sengaja tangan nya memegang ranting pohon yang sudah kering membuat nya terjatuh seperti buah durian yang kembali membuat tukang ojek tersebut tertawa berbahak bahak
zei tidak sadar jika Vidio nya masih terus berlanjut
" aduh " pekik aidil memegang bokong nya beruntung saja pohonnya tidak terlalu tinggi
" wahahahah mas yang dijatuhkan itu buahnya bukan mas nya yang dijatuhkan pohon mangganya " ucap tukang ojek tersebut berbahak memegang perutnya
zei juga tidak bisa menahan tawanya melihat putranya yang jatuh dari pohon mangga
" wahahahaha " tawa zei diikuti oleh bapak bapak pemilik pohon mangga
" wahahahahahahhaha " tawa keras tukang ojek yang membuat Zei dan pemilik pohon mangga menghentikan tawanya dan menoleh ke arah tukang ojek tersebut
" woi " teriak pemilik mangga tersebut membuat tukang ojek terdiam
" gak ada yang lucu , kalian bertiga ini sudah maling teriak teriak lagi dirumah saya , cepat ngumpul disini" ucap tegas pemilik mangga tersebut
" tadi kenapa bapak tertawa kalau gak lucu dan lagian kami gak teriak kami kan ketawa ,telinga bapak banyak tai nya ya " ucap tukang ojek tersebut yang membuat pemilik pohon mangga dibalut api emosi
zei langsung menahan bapak tersebut yang hendak ingin memukul tukang ojek
" sudah pak ,dia memang bodoh " ucap zei
" kamu juga sama " teriak bapak bapak tersebut
" loh kok bawa bawa saya pak , saya ini mungkin lebih pintar dan cerdas dari pada bapak " ucap zei yang sudah ikut emosi
Aidil yang melihat suasana yang sudah pans Tersebut langsung melangkah kan kakinya sambil memegang bokongnya yang masih terasa sakit
" justru itu pak , maling itu cerdas dan pintar karena bisa mengambil barang orang tanpa ketahuan " ucap tukang ojek tersebut dengan nada suara seakan tidak terjadi apa-apa
" kamu mau mati " teriak zei yang sudah kehabisan kesabaran
" papi sudah , tenang Pi , rekamannya masih nyala " ucap Aidil menenangkan papinya
" maaf pak kami tidak bermaksud ingin mengambil mangga bapak secara diam diam tapi tadi saat kami datang , ada anak anak yang bermain disini dan mengaku kalau mereka yang disuruh menjaga mangga bapak " ucap Aidil dengan suara sopan
" tapi saya tidak mempunyai anak atau menyuruh anak anak menjaga pohon mangga saya " ucap ngeggas pemilik pohon mangga tersebut
" kok ngeggas sih pak " ucap Aidil tak kalah tegas
" loh mau kamu apa " ucap bapak bapak tersebut dengan suara menantang
" bapak menantang saya hah " ucap Aidil
" Dil sudah " ucap zei
" tunggu dulu pak , kok pada emosi sih , aku juga bisa ikutan emosi pak ?? ucap tukang ojek tersebut yang membuat ketiganya menatap tajam ke arah nya
zei dan Aidil ingin sekali menendang tukang ojek tersebut yang ingin ngelawak tapi tidak lucu sama sekali
" jadi jalan nya ini gimana pak " ? tanya Aidil
" ya jalannya ya kekantor polisi " ucap pemilik mangga tersebut yang membuat Zei dan Aidil membulat kan matanya
" ohh jalan kekantor polisi , itu saya hapal pak kalau dari sini tinggal lurus dan kalau ada simpang empat belok kanan trus lurus kurang lebih 500 meter na disitu ada kantor polisi" ucap tukang ojek tersebut
" lu sana , pergi dari sini , " ucap zei yang sudah pusing dibuat tukang ojek tersebut
" ongkos nya mana pak ?? tanya tukang ojek tersebut
" ni ambil semuanya gak usah kau nampakkan mukak kami dihadapan saya , saya sungguh pusing melihat mu " ucap zei
" oke. terimakasih pak " ucap tukang ojek tersebut berlari meninggalkan ketiga manusia yang masih beradu mulut