
dikediaman Zei
Yani dan Zei sedang berduaan menonton TV tiba tiba dari arah belakang datang pasangan yang sedang bermanja-manja diikuti oleh Nurul dibelakang nya yang sedang menggerutu kesal melihat tingkah kakak nya yang sangat manja terhadap suaminya
mereka bertiga ikut duduk untuk menonton tv
" mas aku gak suka film itu " ucap Siska merengek kepada Kevin
" tapi kan mami sama papi lagi nonton " ucap Kevin
" pokoknya ganti " ucap Siska tegas membuat mereka semua membulat kan matanya
" hei Siska tunggu sampai selesai lah , ini masih tanggung , dia belum kena azab " ucap Mami Yani kesal
" ya mami aja yang kena azab karena tidak mau mematuhi Siska yang sedang mengandung cucu mami " ucap Siska
" kok kakak jadi lebai banget sih " ucap Nurul ikut kesal apalagi melihat Siska yang tidak mau ditinggal kan oleh Kevin
" terserah ku saja , makanya nikah kalau mau kaya kakak , ya kan mas " ucap Siska dan mau tidak mau Kevin harus mengangguk dari pada istrinya akan marah
" tu suamiku saja setuju " ucap Siska
" sudah sudah , ni papi pindahkan siarannya " ucap Zei tidak mau ambil pusing
setelah menemukan film yang ditonton Siska mereka semua hanya diam dan ikut menonton Walaupun seharusnya film nya untuk Alfa dan Alfi
" kenapa kartun sih kak " ucap Siska kesal
" pergi aja ke kamar mu nonton sendiri sana *" ucap Siska
" kenapa gak kakak aja yang kekamar nonton , bikin kepala pusing saja " ucap Nurul
" mas Nurul bentak aku " rengek Siska yang lagi lagi membuat mereka semua membulat kan matanya
" sudah ya , Nurul hanya terbawa suasana " ucap Kevin
" tapi aku yang kakak kenapa dia yang nyuruh nyuruh aku mas " ucap lagi Siska merengek membuat Kevin sangat gemas melihat tingkah istrinya
Kevin mencubit pipinya lalu mencium nya membuat Nurul yang berada disana menutup matanya menggunakan telapak tangan nya
" mata ku sudah gak perawan " ucap Nurul
" memangnya kamu masih perawan apa " ucap Siska
" perawan kok disimpan simpan , coba liat aku , perawanku sudah hilang sama mas Kevin , makanya nikah biar gak perawan tua " ucap Siska tanpa merasa malu sama sekali
wajah Kevin memerah karena malu mendengar ucapan istrinya apalagi disana ada mertua nya
" sudah , sudah kalian ini kalau ketemu kaya kucing sama anjing " ucap Zei menggeleng kan kepalanya
" Pi aku juga mau nikah " ucap Nurul secara tiba tiba yang tentu saja membuat mereka semua menoleh ke arah Nurul tanpa berkedip
" kenapa liat Nurul kaya gitu ?? tanya Nurul
" apa kamu gak becanda dan apa kamu mendengar ucapan kakak mu tadi makanya ingin langsung tancap gas ?? tanya mami Yani
" aku memang sudah dilamar oleh Rei dua hari yang lalu , tapi aku baru sampai kan sekarang karena kakak yang ajak debat trus " ucap Nurul
" jadi kapan orang tuanya datang kesini ?? tanya papi Zei
" tiga hari lagi " ucap Nurul
" mas nurul mau lepas perawan nya hahaha " ucap siska membuat Kevin segera menutup mulutnya
" gak boleh kaya gitu , gak enak sama adik mu " ucap Kevin
" maaf aku hanya becanda " ucap Siska cengingisan
" besok kita kabari kakak mu dan Kakak ipar mu untuk datang membahas ini , papi takut jika Aidil masih dendam kepada Rei " ucap Zei
" tapi kalau kak Aidil menolak gimana pi , aku takut " ucap Nurul
" tenang , papi akan bicara baik baik dengan nya nanti , lagian Yuli pasti setuju dan kakak mu takut dengan istrinya pasti Aidil akan setuju saja " ucap Zei menenangkan Nurul
" tolong ya papi , mami " ucap Nurul Dengan suara memohon dan diangguki oleh kedua orang tua nya.
" kalau aku juga gak merestui, kaya apa ?? tanya Siska
" Kakak gak perlu , gak penting " ucap Nurul berdiri dari tempat duduknya
" na kan , keselek sendiri sama omongan " ucap Kevin mencubit hidung istrinya
" ihh sakit " pekik Siska