
Bimo yang bersembunyi ikut tegang menunggu jawaban dari Siska membuat tangannya tidak sadar jika kameranya tidak mengarah kepada Siska yang membuat semua orang berteriak di rumah nek Vivin
" BIMO KAMERANYA " teriak semua orang yang sangat penasaran dengan jawaban Siska membuat Bimo yang menggunakan hendset kaget dan menggosok gosok kupingnya
Bimo kembali mengarahkan kamera nya ke arah Siska dan Kevin yang kembali membuat suasana di rumah nek Vivin hening
saat mendengar pengakuan dari Kevin air mata Siska mengalir tak terbendung, air matanya mengalir bagaikan air sungai entah itu rasa bahagia atau melainkan rasa sakit dan sedih
" baiklah jika kamu tidak menjawab maka sudah diputuskan bahwa kamu akan menjadi pacarku " ucap Kevin yang membuat Aidil yang menonton kembali tertawa berbahak bahak
" maaf kak aku tidak bisa untuk menjalin hubungan apapun denganmu " ucap Siska yang tambah membuat air matanya mengalir sangat deras
setelah mendengar ucapan dari Siska ,Kevin Sangat sakit hati dan kecewa karena ini pertama kalinya dia mencintai perempuan selain ibunya ditambah lagi Kevin ditolak saat pertama kalinya itu yang membuat hatinya sangat perih sepeerti luka yang di tetesi air jeruk nipis
Bimo yang mendengar ucapan Siska ikut merasa prihatin dengan Kevin yang wajahnya terlihat jelas kecewa dan air matanya yang juga ikut menetes mendengar ucapan Siska
" *sudah kuduga akan seperti ini jadinya" gumam Bimo Tersenyum kecut
" Kevin yang ditolak kenapa aku yang seakan putus asa ingin mencari pasangan" lanjut Bimo bergumam*
" kenapa ?? apa kamu sudah mempunyai seorang yang kamu cinta atau kamu tidak tertarik denganku " ucap Kevin dengan suara keputus asaan
Kevin menghapus air matanya yang menetes dan berusaha tersenyum walaupun dipaksakan
" baiklah kamu tidak perlu menjawabnya , aku sudah tidak ingin membuat mu sedih karena aku " ucap Kevin dengan senyuman yang dipaksakan
" aku juga akan merasa senang jika kamu mendapatkan laki laki yang lebih baik dariku , "
" walaupun sakit " lanjut nya bergumam
" Pi ini mirip dengan film Korea yang perna kita tonton ya Pi " ucap Yani dengan air matanya yang ikut menetes melihat adegan didepannya
" iya mi " jawab zei
" astaga mami ,papi kalian bisa serius gak sih ,ini bukan film lagi ini kenyataan" ucap kesal Aidil
" aku ingin menanyakan beberapa hal yang penting dan mungkin ini adalah obrolan kita yang terakhir " ucap Kevin lagi berusaha menahan air matanya yang membuat Siska menatap nya dengan bingung karena ucapan Kevin
" maksud nya ?? tanya Siska pelan
" mungkin setelah ini aku akan pindah ke luar negeri dan menetap disana " ucap Kevin dengan suara yang dipaksakan karena menahan air matanya
" apa karena aku menolak mu hingga kamu ingin pergi?? tanya Siska dengan wajah senduh
" tidak , aku kesana karena mendapat undangan untuk bekerja disana dan mungkin tiga hari lagi aku akan berangkat" ucap Kevin dengan air matanya yang tak sanggup lagi ditahannya
" sebenarnya itu yang aku ingin jauhi aku tidak ingin sakit lebih dalam lagi apalagi jika kamu nantinya sudah menikah aku tidak ingin melihatnya walaupun hanya sebuah foto kecil ataupun hanya sebuah lukisan " lanjut Kevin bergumam
" apa kamu benar benar yakin dan apa nenek juga sudah mengetahui nya ?? tanya lagi Siska dengan raut wajah yang begitu sedih
" aku tidak mau jika kita tidak bertemu lagi walaupun hanya sebentar" gumam Siska dengan air matanya yang tak ada henti hentinya
" aku akan memberitahukannya nanti , aku sudah sebulan di invite tapi aku tak tau mau mengambil keputusan yang benar tapi setelah ini aku sudah mendapatkan jawaban nya " ucap Kevin berusaha tersenyum
" apa karena aku ?? tanya Siska lagi
" tidak ,lupakan saja aku tidak jadi bertanya" ucap Kevin yang tak sanggup lagi menahan sakit hatinya