
" apa benar selama ini yang di ucapkan oleh kakak ku kalau kamu hanya memanfaatkan ku untuk mendekati istrinya , baiklah aku tidak akan marah jika kamu memanfaatkan ku tapi aku akan sangat benci jika kamu merusak keluarga Yuli kau ingat itu , aku akan keluar dan menyewa kamar lain kamu bukan manusia yang mengerti perasaan seorang perempuan yang sudah terlanjur cinta padamu , aku sangat menyesal mengikuti otak ku yang bodoh ini " ucap Nurul dengan air mata yang semakin menetes dia tidak menyangka jika senyuman bahagia nya tadi hanya sementara saja
" tetap lah disitu , aku sudah menikahi mu aku akan bertanggung jawab sebagai seorang suami untuk menafkahi mu " ucap Rei yang membuat mata Nurul kembali terarah pada nya dengan air mata yang tak terbendung
" kamu tidak perlu repot-repot menafkahi ku , aku bisa sendiri , aku tidak mau dinafkahi oleh orang yang tidak sama sekali tidak mencintai ku apalagi itu orang yang sudah menjadi suamiku , kamu tidak menganggap ku kan jadi jangan perlihatkan rasa kasihanmu padaku " ucap Tegas Nurul
" kamu bebas sekarang, aku tidak akan menegurmu lagi meski kamu menikah lagi dan menceraikan ku aku akan menerima nya dnegan ikhlas dan aku camkan sekali lagi jangan pernah coba coba untuk merusak keluarga kakak ku jadi kamu harus introspeksi diri terlebih dahulu atau kamu perlu berfikir lebih dewasa " ucap Nurul sudah berjalan ke arah pintu
" aku sudah bilang tetap lah disitu bukan " ucap tegas Rei
" buat apa aku disini bersama orang yang sudah menjadi suamiku tapi tidak sama sekali menganggap ku mending kamu menceraikan ku saja , tidak ada gunanya seperti ini ,aku sungguh menyesal tidak mendengar kan ucapan kakak ku karena aku bodoh , aku tidak mau jika kamu meninggalkan ku namun apa sekarang aku sungguh menyesal , "ucap Nurul sedikit berteriak
" aku tidak akan merusak hubungan kakak mu dan Yuli , aku hanya mencoba untuk menangkan hatiku " ucap lirih Rei
" aku rasa pikiran kamu itu memang benar , karena walaupun kamu mau berniat merusak nya itu pasti tidak mungkin terjadi , " ucap Nurul tersenyum kecut
" aku akan pindah kamar " lanjut Nurul , tangan nya sudah hendak ingin membuka pintu tapi seseorang tiba tiba menahan nya dan menggendong nya
Nurul memukul mukul dada Rei sambil memberontak diturunkan
" turunkan gak , Rei apa kamu tuli , cepat turun kan aku , aku mau pindah kamar dari pada bersama mu " teriak Nurul
" tenang lah kalau kamu tidak ingin jatuh " ucap Rei
" apa kamu lupa jika seseorang sudah menikah pasti sang suami akan mengambil hak nya " ucap Rei membuat Nurul seketika membulatkan matanya
" Tidak , aku tidak mau , jangan lakukan aku mohon , aku tidak ingin mengandung anak orang yang tidak mencintai ku " teriak Nurul dengan air mata yang kembali menetes
" aku sudah mulai mencintai mu , dan aku tidak akan meninggalkan mu aku sudah berjanji kepada kedua orang tuamu bukan ? tanya Rei
" tidak , aku tidak mau , kamu seperti laki laki diluar sana yang hanya ingin kenikmatan " ucap Nurul menggeleng gelengan kan kepalanya
cupp
Nurul yang memberontak dari tadi sudah mulai kehabisan tenaga , dia pun cuma pasrah dan berdoa dalam hati untuk masa depan yang akan mendatang
cukup lama Rei pemanasan membuat Nurul mengeluarkan suara suara yang mana membuat gairah para kaum hawa naik 2 kali lipat
" aku akan menjadi suamimu sampai kapan pun " bisik Rei
Rei mencoba memasukkan Otong ke dalam sebuah tempat yang seharusnya , membuat Nurul sedikit berteriak kesakitan dan air matanya juga sudah menetes bukan karena dia sedih sakit hati melainkan sakit karena di anu
dan terjadilah sebuah pencolok-colokan oleh Otong dan rumah para buaya