
seminggu telah berlalu tapi kondisi aidil semakin memburuk membuat mereka semua sangat khawatir dengan Aidil
Yuli sudah tak banyak bicara lagi dia hanya bicara saat tertentu saja , wajahnya yang ceria kini berubah kusut sedangkan Alfa dan Alfi di urus oleh kedua saudara kandung Aidil
zei mengambil alih perusahaan saat kini ditemani oleh asisten Bimo
mereka sekeluarga berencana membawa Aidil berobat ke luar negeri karena tidak ada perubahan di rumah sakit yang ditempati saat ini
Alfa dan Alfi semakin hari semakin sering menanyakan tentang keberadaan Deddy nya apalagi sang kakak yang memang lengket dengan Deddy nya yang membuat Yuli tak tau harus menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh anak anaknya yang ada mami dan Siska lah yang menjawabnya
semua perlengkapan mereka sudah disiapkan untuk terbang ke luar negeri kecuali Siska dan Nurul yang akan menyusul karena ada sang kembar takut jika mereka berdua melihat Deddy nya saat di pesawat nantinya
" bunda mau kemana aunty?? tanya Alfa
" bundamu lagi ke rumah sakit , sangat jauh " ucap Siska yang membuat Alfa menangis
" bunda tidak ajak Alfa hiks hiks" ucap Alfa dengan tangisannya membuat Siska panik
" besok kita akan pergi juga , bundamu tidak bisa diganggu makanya bundamu duluan " ucap Siska dengan nada pelan membuat Alfa segera menghapus air matanya
" betulan aunty kita akan pergi liat bunda besok ?? tanya Alfa dan diangguki oleh Siska
" trus kita naik apa aunty?? tanya lagi Alfa
" kita naik pesawat terbang horee " ucap Siska mencoba menghibur Alfa dan diakhiri oleh tepuk tangannya
" yeee naik pesawat terbang " ucap Alfa senang sambil lompat lompat gak jelas
kini pesawat mereka sudah mendarat dengan sempurna di bandara negara Amerika
mobil ambulance sudah disiapkan untuk menuju kerumah sakit dan satu mobil pribadi mereka yang dinaiki oleh zei dan Yani karena mereka memang dulu perna menetap di Amerika
didalam ambulance Yuli tak henti hentinya menggenggam tangan suaminya dengan air matanya yang tak ada henti hentinya
tak butuh waktu berapa lama kini Aidil sudah di larikan kedalam IGD di rumah sakit terbesar Amerika
Yuli berlari mengikuti arah perawat mendorong tempat tidur Aidil diikuti oleh zei dan Yani
tak selang berapa lama beberapa dokter ahli berlari masuk ke ruang IGD dan salah satu dokter tersebut tak asing bagi mereka
" Yuli , kak Yani , zei " ucap laki laki Tersebut kaget dengan kedatangan mereka bertiga
" Kevin " ucap mereka kompak dengan segera Yuli memeluk tubuh paman dengan erat sambil menangis sejadi jadinya
" paman tolong hiks..hiks.. " ucap Siska lirih memeluk pamannya
" apa yang terjadi dan siapa yang sebenarnya didalam ruang IGD ?? tanya Kevin mulai panik
" mas hiks..hiks ,,, Aidil paman hiks..hiks..hiks " ucap Yuli berbata bata karena menangis membuat Kevin syok dan melepaskan pelukannya,, Kevin langsung berlari masuk ke ruang IGD dan melihat suami dari ponakannya yang sudah dianggap sebagai temannya membuat Kevin menitikkan air matanya
dengan segera Kevin dan beberapa dokter lainnya menjalankan tugasnya masing masing , Kevin berusaha tenang untuk menjalankan tugasnya , Kevin tidak berani melihat wajah Aidil karena takut jika nantinya Kevin tidak fokus apalagi mengingat hal yang menyenangkan bersama Aidil dulu itu adalah salah satu hal yang membuat Kevin tak berani menatapnya
Kevin seakan berfikir jika orang yang ditangani nya bersama rekan barunya ini adalah orang yang tidak dikenalnya walaupun sangat sulit tapi Kevin berusaha , Ketika seorang dokter kurang fokus sedikit saja menangani pasien nya yang sedang kritis itu bisa saja akan membawa resiko yang fatal