Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
tidur berdua


"saat aku masih berumur 12 tahun ibuku meninggal dan ayah ku meninggalkanku sendiri di tepi jalan , aku hidup gelandang selama kurang lebih 5 tahun tapi aku diselamatkan oleh orang tua bos dan juga bos ,mereka menyekolahkan ku hingga lulus S2 , dan apa kamu tau saat ibu ku sudah di hayat terkahir nya dia masih sempat berkata "jika kamu sudah besar cari lah wanita yang baik jangan pandang rendah mereka dan juga jangan pandang tinggi karena derajat kita sama sebagai manusia dan jangan kamu menyakiti hati orang lain apalagi perempuan kami sebagai perempuan mempunyai hati yang lembut tidak seperti kalian yang laki laki kalian mempunyai hati yang kuat ,jadi suatu saat nanti walaupun kondisi mu masih seperti ini carilah wanita yang mau denganmu yang tulus mencintaimu " cerita Bimo panjang lebar dengan air mata yang sudah mengalir


" maaf aku sedikit mengenang masa lalu ku "ucap Bimo menghapus air mata nya


" aku yang seharusnya minta maaf ,aku yang membuat mu mengenang masa lalu mu " ucap Dara merasa tidak enak


" lupakan saja " ucap Bimo berusaha tersenyum


" jadi apa yang harus aku lakukan sekarang ?? tanya Dara Lirih


" turuti lah kata ibumu , ibu mu adalah surgamu , aku juga akan berusaha melakukan yang diperintahkan oleh ibumu ,ibumu menyampaikan banyak pesan kepadaku dari pada kepadamu sebagai anaknya sendiri " ucap Bimo berusaha meyakinkan hati nya


" apa kita akan menikah ?? tanya Siska pelan


" aku akan menikahimu setelah bos sembuh , tapi jika kamu menolaknya aku akan menerimanya walaupun melanggar apa yang di ucapkan ibu mu dulu " ucap Bimo


" jadi pikir kan lah baik baik " lanjut Bimo


" apa kita bisa menikah tanpa saling mencintai?? tanya lagi Dara


" cinta bisa tumbuh sendiri seiring dengan berjalannya waktu, aku akan berusaha mencintai mu walaupun aku belum perna merasakan jatuh cinta dan sebaliknya kamu juga harus berusaha mencintai ku " ucap Bimo lagi


" apa kamu yakin ingin menikahi ku , aku hanya gadis yang malang tidak pantas buat kamu yang sudah memiliki harta yang banyak " ucap Dara yang membuat Bimo menatap nya tajam


" jangan pernah mengucapkan kata kata itu lagi , aku sudah bilang derajat semua manusia sama " ucap Bimo tegas


" maaf " satu kata yang keluar dari mulut Dara


hening


hening


mereka berdua hanyut dengan pikiran nya masing masing


" semoga ini jalan yang terbaik " gumam Dara


air hujan tiba tiba datang begitu deras disertai angin kencang


duarr (anggap saja suara Guntur )


dara langsung berlari memeluk Bimo yang hendak mau pulang


" jangan pergi aku takut hiks..hiks " ucap dara dengan tangisannya


" kamu takut apa ,lagian ini sudah malam ?? tanya Bimo


" tolong jangan tinggalkan aku sendiri ,aku takut hiks..hiks.. " ucap lagi Dara yang membuat Bimo langsung mengingat apa yang perna ibu Dara sampai kan kepadanya


" apa benar kata ibu mu dulu jika kamu takut sendirian saat kondisinya seperti ini ?? tanya Bimo dan tidak mendapat jawaban apa apa dari Dara , yang ada Dara tambah memeluk Bimo semakin erat


" baiklah ayo kita masuk ,kamu tenang lah tidak akan terjadi apa apa , ada aku disini " ucap Bimo melangkah masuk sambil menggandeng tangan Dara yang gemetaran


" tenang kan lah dirimu , tidak akan terjadi sesuatu yang buruk " ucap lagi Bimo berusaha menenangkan Dara


Bimo memilih mengantar dara masuk kekamar nya dan menyuruhnya untuk tidur


" tidur lah agar kamu tidak mendengar suara Guntur " ucap Bimo tapi Dara malah menarik tangannya hingga Bimo ikutan terjatuh ke tempat tidur Dara


" jangan pergi " ucap lirih Dara dengan air matanya yang masih mengalir


Bimo hanya bisa pasrah dan memeluk tubuh Dara walaupun Bimo sangat keringat dingin saat ini


" ya Tuhan jangan buat diriku takut sendiri saat tidur dengan wanita yang belum menjadi istriku " gumam Bimo keringat dingin