Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
Alfa dan aidil


" kalau begitu Deddy panggil om Bimo dulu ya " ucap Aidil kepada sang bua hatinya dan diangguki oleh keduanya


tak selang berapa lama kini Bimo masuk kedalam ruangan Aidil


" ada yang bisa saya bantu bos " ucap Bimo sopan


" kamu pergi ke mall bersama mereka beli semua yang mereka inginkan kalau perlu sekalian sama mall nya " ucap Aidil dengan santainya


" baik bos ,apakah hanya itu saja ?? tanya Bimo


" kalau mereka ingin jalan jalan temani mereka ,awas kalau anak anakku sampai hilang , ginjalmu juga akan hilang satu " ucap Aidil dengan suara yang menyeramkan membuat Bimo keringat dingin "


sebelum pergi Aidil terlebih dahulu mencium pipi Alfa dan Alfi


" kalau begitu kami permisi bos " ucap Bimo menggandeng Alfi sedangkan Alfa menolak untuk dipegang


" loh kak Alfa gak mau ikut ?? tanya Aidil dengan suara lembut tapi belum ada jawaban dari Alfa membuat Aidil menyuruh Bimo dan Alfi keluar terlebih dahulu


" sayang kok diam aja sih ,?? tanya lagi Aidil yang bingung dengan sikap Alfa


" apa etul om adil emang Eddy ami ?


( apa bettul om Aidil memang Deddy kami )?? tanya Alfa dengan suara dingin membuat Aidil menggelengkan kepalanya dengan sikap anaknya yang satu ini


" iya sayang ,ini Deddy jadi sekarang Alfa sudah punya Deddy " ucap Aidil tapi malah membuat Alfa menangis


" loh kok nangis , kenapa ?? tanya Aidil sambil mengusap kepala Alfa


" Eddy ahat ,elgi enggalin akak Ama adek hiks...hiks( Deddy jahat ,pergi ninggalin kakak sama adek ) ucap Alfa di selah tangisannya


dengan tangisannya Alfa langsung memeluk Aidil yang berjongkok didepannya


" Eddy Anji ya, angan inggalin adek ama akak dan unda agi ( Deddy janji ya jangan tinggalkan adek sama kakak dan bunda lagi ) ucap Alfa dalam pelukan Aidil membuat Aidil tersenyum bahagia


" iya Deddy janji , hapus air matanya ya ,baru susul adek sama om Bimo diluar " ucap Aidil yang membuat Alfa menganggukan kepalanya


...........


kini Bimo membawa Alfa dan Alfi ke sebuah mall terbesar di kota tetapi dalam perjalanan sang kembar selalu berbuat ulah , seperti saat ini


Bimo sedang menyetir mobilnya sambil mendengarkan musik tiba tiba Alfi dengan santainya duduk depan Bimo dengan stir sebagai tempat duduknya membuat Bimo kalang kabut ,


" Alfi turun ,turun setirnya gak mau di putar , om juga gak lihat didepan " ucap Bimo panik membuat Alfi segera pinda ke pangkuan Bimo


" om imo , Alfi au Awa obil , Alfi ago awa obil yang di hpnya unda ica elbang elbang ( om Bimo ,Alfi mau bawa mobil , Alfi jago bawa mobil yang di hpnya bunda bisa terbang-terbang ) ucap Alfi polos membuat Bimo kesal dan hanya bisa bergumam dalam hati


" *iya kamu main mobil mobilan di hp jangan disamakan dengan aslinya kamu mau kita mati , tu depan ada jurang kalau mau terbang tapi nyawa juga terbang " gumam Bimo


" untung aja kamu anak bos kalau gak kamu sudah ku lempar keluar " lanjut Bimo*


" perasaan dari tadi suara kakaknya gak ada ya , apa cuma Alfi aja yang sering buat ulah "


karena penasaran Bimo menoleh kebelakang dan benar saja sang kakak sedang sibuk dibelakang dengan menusuk nusuk tempat duduk dengan gunting di tangannya membuat bimo membulatkan matanya


" itu baru ganti kemarin nak , mati aku ni kenak denda bos " gumam Bimo dengan wajah suramnya