
Kevin masih terbayang dengan apa yang dilihat nya tadi entah itu sebuah keberuntungan buatnya atau sebaliknya
Kevin yang sedang berbaring menunggu Siska keluar kembali diperlihatkan sesuatu yang membuat matanya tak berkedip lagi
Siska keluar hanya menggunakan handuk yang dililitkan membuat Kevin kembali menelan ludah nya kasar
Kevin berdiri dari tempat tidur yang membuat Siska sedikit takut bercampur malu
" apa dia akan melakukan nya sekarang ,tidak , aku sangat takut " gumam Siska panik
Kevin melewati Siska begitu saja yang membuat Siska menggerutuki kebodohan nya
tak lupa sebelum masuk kekamar mandi Kevin terlebih dahulu mengambil handuk dia tidak ingin terlihat bodoh didepan Siska
Kevin berusaha sekuat tenaga menahan setan yang terus mengganggu nya untuk menoleh ke arah Siska yang hanya menggunakan handuk
" jangan Kevin, tunggu sebentar lagi , tahan " gumam Kevin meyakinkan diri nya sendiri
didalam kamar mandi Kevin tak henti hentinya mengatur nafasnya merasa dadanya sangat sesak membayangkan tubuh Siska yang terus melayang layang di pikiran nya
singkat cerita kini Kevin sudah berbaring duluan ditempat tidur membuat Siska sangat bingung apa yang harus dilakukan nya sekarang , apa dia memberanikan diri untuk ikut berbaring atau bagaimana
" apa kamu akan tetap berdiri disitu ?? tanya Kevin walaupun dirinya sendiri lebih keringat dingin dari pada Siska
" i i.iya" jawab Siska gugup dan memberanikan diri nya untuk ikut berbaring di samping Kevin dengan jantung yang sudah berdegup kencang
5 menit
10 menit
15 menit
tidak ada yang membuka suara keduanya sangat canggung , kamar hotel tersebut sangat hening hanya ada suara AC yang terdengar
Siska yang sedari tadi ingin tidur tapi nihil matanya tidak bisa diajak kompromi membuat Siska terpaksa pura pura memejamkan matanya
" Siska " ucap Kevin membuka suara
Siska mencoba tidak menjawab nya dia terus pura pura untuk melanjutkan aksi pura pura tidur nya
" apa kamu sudah tidur ? tanya kevin lagi yang sebenarnya mengetahui siska belum tidur terlihat jelas daun matanya yang berkedip kedip kecil
" apa kamu takut aku meminta hak ku ?? tanya lagi Kevin tapi masih belum ada jawaban
" aku tau kamu belum tidur " ucap Kevin tersenyum kecut
" aku tidak bilang kalau aku sudah tidur , aku hanya ..." ucapan Siska terpotong
" pura pura " ucap Kevin
" aku mau tidur ahg " ucap Siska pura pura menguap
" tidur lah " jawab Kevin membelakangi Siska
Siska yang merasa jika Kevin marah kepada nya mencoba memberanikan diri mendekat
" apa kamu marah ?? tanya Siska pelan
" tidak , tidur lah kami sudah mengantuk " ucap Kevin tanpa berbalik arah
" maaf " ucap Siska menarik narik tangan baju Kevin pelan
" kamu tidak berbuat salah , buat apa minta maaf " jawab Kevin
" lakukan lah " ucap Siska yang menjadi mata Kevin membinar tapi dia pura pura tetap berada diposisi nya saat ini
" tidur lah , kamu sudah mengantuk " ucap Kevin ketus
" mau ditaruh mana harga diriku jika cuma godaan saja aku sudah tidak marah " gumam Kevin
" apa kamu memang benar benar marah , aku minta maaf " ucap Siska memeluk badan Kevin yang mana membuat Kevin sangat keringat dingin
" lepaskan peluk saja guling yang kamu taruh di tengah tadi " ucap Kevin lagi
" kamu benar benar marah " ucap Siska semakin mengeratkan pelukannya
" baiklah aku akan tidur " ucap Siska kembali menjauh dari Kevin membuat Kevin membulat kan matanya
" harta Karun sudah ku sia Siakan " gumam Kevin
Kevin memberanikan berbalik arah dan menarik tubuh Siska kedalam pelukannya entah mengapa Kevin melakukan nya seakan tangannya bergerak sendiri
Kevin langsung mencium bibir Siska tapi ciumannya berhenti karena tidak tau melanjutkannya , apa yang harus dia lakukan selanjutnya jika bibirnya sudah menempel
tapi dering hp nya Kevin menyelamatkan Kevin dari rasa malunya