
semua para karyawan yang bekerja sebagai keuangan dimohon untuk menuju ke jalan lorong yang akan dilewati oleh Presdir kita
" Yul maaf yang tadi ya " ucap Dara merasa tidak enak hati"
" gak papa " jawab Yuli dengan tersenyum tulus
" ayo kita pergi nanti senior galak ,datang lagi " lanjut Yuli
" haha ayo kalau gitu "
dengan langkah gontai mereka berjalan menuju lorong perusahaan yang akan dilewati oleh Presdir
" Yul kita di bagian depan yuk " ajak Dara
" kamu aja ,aku belakang saja " saut Yuli
" loh , ayolah katanya Presdir kita itu sangat tampan loh dan berwibawa" ucap dara membayangkan wajah Presdir
" memangnya Presdir gak perna kesini sebelumnya"?? tanya Yuli
" selama aku kerja sih aku belum melihatnya datang ,kecuali asistennya tapi dia juga tak kalah ganteng loh " ucap Dara meyakinkan
" gak ahg , aku disini saja ,
sempit didepan ,kamu lihat mereka saling dorong dorong demi mengambil posisi depan.
" yaudah aku juga disini saja " ucap dara dengan nada kecewa
tak lama kemudian nampak seorang laki-laki yang tampan dan berwibawa tapi Yuli tidak memperhatikan nya karena terlalu banyak karyawan yang berada didepannya ,kerena penasaran Yuli berusaha untuk memanjangkan kakinya dengan berjinjit tapi keseimbangannya hilang hingga Yuli terjatuh tepat di pelukan Presdir
mata Yuli melotot melihat siapa yang menangkapnya tersebut, dia adalah orang yang sangat dibencinya
Aidil yang melihat orang diperlukannya itu adalah Yuli ,Aidil kaget bukan main tiba tiba jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya melihat mata Yuli yang sangat indah
" ehh maaf pak " ucap Yuli menundukkan kepalanya
Aidil yang mendengar kata maaf dari Yuli hanya tersenyum tipis ,dan melanjutkan langkahnya
........
" mau tau ? tanya Yuli dengan cepat Data menganggukkan kepalanya
" peluk aja Sono sendiri kalau mau tau rasanya" ucap Yuli ketus yang membuat senyuman dara pudar seketika berganti dengan mulut yang dimonyongkan
" mau di masukin pisang tu mulut dimonyongin segala " ledek Yuli
" malas ahg ngomong sama kamu Yul " ucap Dara kesal
...............
di ruangan Presdir nampak seorang laki-laki yang tersenyum mengingat kejadian yang dialaminya hari ini
" bos urusan kita di sini sudah selesai sebaiknya kita kembali ke Perusahaan pusat " ucap Bimo tapi tidak didengarkan oleh Aidil yang sibuk dengan dunia khayalan nya
" bos , bos Anda baik baik saja " ? tanya Bimo tapi masih belum mendapat jawaban membuat Bimo kesal "
braaaakk
Bimo memukul meja yang ada dihadapan Aidil membuat Aidil yang duduk kaget
" woi asisten gak tau diri , mau mati lu " ucap Aidil dengan suara yang menyeramkan
" maaf bos ,tadi saya panggil panggil tapi bos tidak mendengarkan saya " ucap Bimo jujur
" memangnya kamu ada panggil saya ?? tanya lagi Aidil
" iya bos ,saya sudah manggil kurang lebih 10 kali " ucap Bimo berbohong
" oke kali ini kamu saya maafkan ,ada apa kamu manggil saya ?? ucap Aidil datar
" urusan kita disini sudah selesai bos sebaiknya kita kembali ke perusahaan pusat ,karena dua jam lagi kita akan mengadakan miting penting bos " ucap Bimo menjelaskan
" baiklah ,ayo kita berangkat " ucap Aidil
saat keluar dari lift Aidil tidak sengaja bertemu kembali dengan Yuli,tapi Aidil sengaja jual mahal padahal jantungnya sudah tidak beraturan saat ketemu dengan Yuli
Yuli yang melihat Aidil hanya cuek saja dan melanjutkan langkahnya, berbeda dengan Aidil yang ingin sekali menyapa Yuli tapi dia masih memikirkan harga dirinya