Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
keadaan yuli


Aidil lupa jika istrinya ternyata membawa hp nya dan dengan segera dia menelfon tapi hasilnya nihil


jam menunjukkan pukul 06: 00 sore menjelang malam tapi Aidil masih belum menemukan istrinya, dia sudah mencari nya ke rumah nya atau ke rumah mami dan papi nya tapi kata satpam Yuli tidak ada datang atau pulang ke rumah tersebut


Aidil semakin dibuat prustasi dia sangat cemas apalagi istrinya sedang mengandung , dia takut jika terjadi apa apa dengan istrinya serta calon anaknya


kini seorang perempuan sedang berada di ruang IGD dengan alat medis , karena terlalu lama pingsan dan kelelahan kandungan nya pun melemah


Yuli dibawa oleh beberapa orang kerumah sakit saat melihat Yuli pingsan di kuburan


tukang kubur tersebut mengira jika perempuan yang di temukan nya sudah tak bernyawa dan dengan segera dia berlari ke arah Yuli dan ternyata masih bernafas


dengan segera tukang kebun tersebut mencari bantuan untuk membawa Yuli ke rumah sakit


Para dokter yang melihat istri pemilik rumah sakit datang dengan keadaan tak berdaya sangat kaget apalagi tidak ada anggota keluarga nya yang menemani nya


Para dokter dengan sigap melaksanakan tugas nya sebagai seorang dokter ditemani oleh beberapa perawat


salah satu perawat langsung menghubungi nomor telepon pemilik Rumah sakit


trutt


trutt


trutt


" halo " ucap seseorang dari sana dengan suara yang menakutkan


" selamat sore pak , kami dari rumah sakit ingin memberikan info , kami tidak tau bapak sudah mengetahui atau belum kami hanya memastikan saja " ucapan suster tersebut terpotong oleh Aidil yang lebih dulu marah marah


" apa kamu mau mati , cepat katakan apa yang kamu bicarakan , aku lagi sibuk " ucap Aidil dengan suara agak tinggi


" maaf pak , istri bapak sedang ada dirumah sakit dibawa oleh beberapa orang yang menemukan istri bapak pingsan di kuburan " ucap suster tersebut berusaha tenang walaupun dia sudah sangat gemetaran


" apaaaa , cepat sembuhkan dia ,jika terjadi apa apa dengan istri saya kalian akan saya bunuh " ucap Aidil dengan suara tinggi yang semakin membuat suster tersebut gemetaran


dengan segera Aidil melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi ke arah rumah sakit dia sangat khawatir dengan istrinya apalagi istrinya sedang mengandung


tak butuh waktu berapa lama Aidil sudah berlari masuk


" dimana istri saya " teriak Aidil yang membuat beberapa perawat langsung menunjukkan ruang dimana istrinya di rawat


Aidil kembali berlari ke arah yang ditunjuk oleh perawat tadi , dan ingin menerobos masuk tapi beberapa perawat menghalangi nya


" buka atau kalian akan saya bunuh sekarang juga " teriak Aidil dan tak terasa air mata nya sudah menetes


" maaf pak , tapi istri bapak lagi ditangani jadi mohon untuk menunggu sebentar " ucap perawat tersebut memberanikan diri


" apa kamu tau siapa saya hah , dan didalam sana istri saya s tak sadar kan diri didalam , aku mau masuk , aku tidak mau enak enakan disini duduk tapi istri saya sedang sengsara didalam tanpa diriku yang menemani nya " teriak lagi Aidil


" sekali lagi kami minta maaf atas kelancangan kami tapi ini sudah peraturan rumah sakit pak , dan jika bapak masuk kami takutnya terjadi apa apa nantinya " ucap lagi perawat tersebut yang sudah sangat gemetaran dia hanya memaksakan untuk berbicara karena ini memang tugasnya


" pergi " teriak Aidil lagi dia ingin menyendiri tanpa ada orang disekitarnya


" bodoh , bodoh kenapa aku sangat bodoh " teriak lagi Aidil kembali meninju tembok yang tak bersalah , dia merasakan nyeri di tangannya tapi dia sudah tidak memperdulikan nya lagi yang dia pikirkan hanya istrinya


hp Aidil berdering membuat nya segera mengambil ponselnya dan melihat nama yang tertera


" halo mi , ada apa ?? tanya Aidil dengan datar dia seakan kembali ke Aidil yang dulu bukan Aidil yang sangat ceria dan jail


" apa kamu sudah menemukan Yuli ?? tanya Yani


" Yuli di rumah sakit mi " ucap Aidil lirih dan sangat pelan tapi masih bisa terdengar di telinga Yani


" apaa " teriak Yani dan memutuskan telfonnya


Aidil duduk dengan Dara yang terus menetes di tangan yang dipakainya meninju tembok membuat suster yabg yang melihat nya segera mendekat membawa peralatan p3k


" biar saya obati tangannya pak " ucap suster tersebut sopan


" jangan kau ganggu aku , pergi dari sini " teriak lagi Aidil yang membuat suster tersebut langsung pergi dengan ketakutan


.....


Yani dan zei yang melihat Aidil sudah berantakan ikut merasa khawatir apalagi melihat Dara yang berceceran di lantai


" Aidil kamu kenapa nak ?? tanya Yani pelan


" Aidil gak mau di ganggu " ucap Aidil dingin


" tangan kamu kenapa nak ?? tanya lagi Yani tapi tidak dihiraukan oleh Aidil yang hanya diam tapi matanya terus mengeluarkan sumber air


" ada apa sebenarnya Dil ?? tanya Zei serius


" dia pingsan " ucap Aidil pelan


zei sebenarnya masih ingin menanyakan beberapa pertanyaan tapi dengan melihat wajah Aidil yang memprihatinkan membuat nya tidak menanyakan nya lagi


" jangan bawa Alfa dan Alfi kesini " ucap Aidil lagi dengan datar


" iya nak , tapi tanganmu sebaiknya di obati takutnya infeksi " ucap zei


" tidak perlu ini belum sesakit yang dirasakan Yuli " ucap Aidil yang tidak mau membuat istrinya kesakitan sendiri


BERSAMBUNG


VOTE


LIKE