
Siska sudah dibawa ke rumah sakit oleh Bimo dan Kevin serta istri Bimo yang ada didepan menemani sang suami disusul oleh Pasangan Rei dan Nurul
hanya tinggal keluarga si kembar yang dirumah Serta papi Zei dan istrinya yang masih belum sadar
" duh mami kok ada ada aja sih , make pingsan segala , udah tau darurat masih aja sempat istirahat " ucap Aidil
" mas , mami lagi pingsan kok malah marah marah , kalau ada apa apa sama mami , mas mau tanggung jawab ?? kalau mau mas duluan sana , gak usah nunggu kami " ucap Yuli ikut emosi melihat suami nya
" iya Deddy duluan sana " ucap Alfa menambahi
" bikin repot saja Deddy ini " lanjut Alfi
tiba tiba suara dari mami Yani terdengar membuat mereka menatap mami Yani
" aduh , sakit sekali " ucap mami Yani memegang kening nya yang hitam
" mami sakit kepala ?? tanya suami nya
" iya , tadi Kevin angkat Siska gak liat kiri kanan dulu , mami mau lari ganti baju tapi kaki mami nyangkut di kaki meja ditambah lagi sama kaki Siska yang nendang wajah mami saat Kevin angkat " ucap mami Yani mengingat kesialan nya
" kok kami gak dengar mami jatuh ?? tanya Aidil
" gimana mau dengar , ruangan ini penuh sama teriakan kalian semua " ucap mami Yani dan tiba tiba dia langsung teringat oleh Siska
" loh Siska mana ?? tanya mami Yani mulai panik
" udah dibawa ke rumah sakit mi " jawab Yuli
" anak ku , anak ku kenapa seperti itu Yul ?? tanya mami Yani yang mengingat kandungan Siska masih berumur 8 bulan lebih
" Yuli juga tidak tau kenapa kak Siska tiba tiba seperti itu " ucap Yuli
" Pi ayo kita ke rumah sakit , anak ku sama cucu ku " ucap mami Yani sudah meneteskan air mata nya
" mami tenang lah , kita akan berangkat " ucap papi Zei dan diangguki oleh Yuli
" baiklah, ayo kita berangkat " ucap Zei
kini mereka sudah melajukan mobilnya ke arah rumah sakit ditengah perjalanan kedua kembar dibuat kesal oleh Oma nya bukan kembar saja yang kesal tapi Aidil ikut kesal
" Aidil bisa bawa mobil gak sih, ayo buruan Siska lagi mau lahiran itu " ucap mami nya membuat Aidil langsung menancap gas nya
" woi Aidil , kamu mau buat mami mati jantungan , bawa mobil kaya mau ambil sembako " omel mami nya membuat Aidil kembali menurunkan kecepatan nya
Alfa dan Alfi hanya menoleh ke arah oma nya dengan wajah yang sudah kesal karena mereka sangat menyukai jika mobil melaju kencang
" Aidil , tambah kecepatan nya dong , kakak mu dalam kondisi antara hidup dan mati " ucap mami nya yang membuat aidil dengan kesal kembali menancap gas tanpa menyauti mami nya
" astaga naga , kamu gak sayang keluarga Aidil , kamu mau membuat kami segera bertemu dengan malaikat " ucap mami nya lagi
dan anak bapak tersebut dibuat sangat kesal
Aidil kembali menurunkan gas nya dan ngomel sendiri
" Mami mau nya apa sih , giliran pelan dibilang lambat , giliran udah laju mami malah marah marah " ucap Aidil sudah kesal
" iya Oma bikin kesal saja , banyak banget mau nya , kalau mau Oma saja yang bawa mobil karena Oma yang tau kecepatan mobil nya seperti apa " ucap Alfa kesal
" Alfa " ucap Bunda nya tegas membuat nya diam
" Oma juga , kalau mau kasih jawaban yang benar dong , Adek sama kakak saja kalau salah dimarahi bunda masa Oma salah gak dimarahi , kalau mau Oma jalan kaki aja biar aman sampainya " omel Alfi
" ALFII " ucap lagi bundanya tegas
" kok anak kencrut ini ikut ikutan sih , ayo Dil bawa mobilnya jangan terlalu pelan , jangan terlalu laju dan jangan terlalu sedang , kalau bisa dipertengahan laju sama sedang " ucap mami Yani
" terserah mami , Aidil bukan ahli ngukur kecepatan mobil " ucap Aidil kesal
" astaga kok malah debat sih, ayo Dil bawa aja jangan dengarkan omongan mami mu ini , banyak kemauan nya " ucap papi Zei ikut kesal mendengar mereka debat