
kini obrolan mereka kembali dalam mode serius sedangkan dara hanya diam karena dia masih canggung
Yuli yang memperhatikan sahabat nya hanya diam menunduk hanya bisa tersenyum tipis sambil menggeleng gelengkan kepalanya merasa lucu dengan ekspresi wajah Dara
" Dara gak usah canggung , disini tidak ada pemakan manusia kecuali Presdir mu yang sering memakan ku malam malam hahaha " ucap Yuli ingin membuat Dara agar tidak canggung dan malu
Dara yang mendengar nya hanya tersenyum tipis mendengar perkataan sahabat nya
" Alfa tidak akan memberikan bunda lagi tidur sama deddy , ternyata deddy memakan bunda " ucap Alfa yang baru datang karena melihat Dara dan Bimo datang
" tidak , bundamu hanya becanda " ucap Aidil panik dia sudah syok saat pertama kali menikah dia bahkan tidak bisa memeluk istrinya karena kedua kembarnya yang menghalanginya
" yey kita tidur sama bunda lagi , deddy out " ucap Alfi senang
" betul kata Alfa dan Alfi hahaha " ucap zei menambahi
" papi gak usah mulai lagi deh " ucap Aidil kesal
" gimana kalau Alfa dan Alfi tidur sama Oma dan kai " lanjut Aidil membuat Zei membulatkan matanya
" tidak mau , Oma bau ketek " ucap Alfa yang membuat semua orang tertawa , dara yang tadinya hanya diam ikut tertawa
" Oma juga sering meluk adek sampai adek susah bergerak " ucap Alfi Alfi mengingat saat dia dipindahkan deddy nya tidur dalam kamar Oma dan kai nya
" hehe kan Oma kira Alfi guling karena kecil " ucap Yani cengingisan
" Alfa Alfi sudah ya , sekarang Alfa dan Alfi balik lagi main " ucap Aidil
" tidak kakak mau sama aunty Dara " ucap Alfa mengulurkan tangannya ke arah Dara untuk duduk di pangkuan nya
" iya adek juga " ucap Alfi ikutan mengulurkan tangannya membuat Dara bingung harus apa
" adek sini sama bunda saja , pangkuan aunty Dara gak mungkin kuat " ucap Yuli yang membuat Alfi terpaksa melangkah ke arah Bimo dan mengulur kan tangan nya minta digendong
" iya , Alfa sama Alfi kayaknya mau pindah orang tua " ucap Nurul
" tidak mau , Alfa sama Alfi tetap anak nya bunda sama deddy " ucap tegas Alfa membuat Nurul diam
" jadi bagaimana dengan hubungan kalian ?? tanya Zei langsung membahas hubungan Bimo dan Dara
" aku sudah memutuskan akan menikah secepatnya dengan Dara " ucap Bimo
" om Bimo mau kaya deddy sama bunda yang pake baju cantik ?? tanya Alfi penasaran
" Alfi diam ya nak , kalau gak Alfi sama Alfa mendingan main " ucap Yuli yang melihat tingkah anak nya
" Alfi diam saja " ucap Alfi memilih diam
" apa keluarga dari nak Dara sudah menyetujui?? tanya Zei ke Dara membuat Dara sangat bingung ingin menjawab jawaban seperti apa
Bimo yang melihat Dara seperti kebingungan langsung menjawab pertanyaan zei
" kedua orang tua Dara sudah meninggal tapi sebelum ibunya meninggal beliau berpesan kepada kami berdua agar segera menikah " jawab Bimo
" sudah berapa lama kamu pacaran Bim , perasaan mami dari dulu kamu gak mau pacaran ?? tanya Yani penasaran
" kami belum pacaran mami , kami ingin langsung menikah saja " jawab Bimo yang membuat semua orang bingung
" Bimo dan Dara itu seperti dijodohkan oleh ibunya sebelum meninggal mi , ibu nya dara meninggalkan amanat buat Bimo untuk menikahi sekaligus menjaga Dara dengan baik , tapi gak tau benar atau gak , Bimo yang cerita dengan ku saat di kantor " ucap Aidil yang semakin membuat semua orang bingung
Bimo yang melihat wajah orang orang yang dilanda kebingungan memilih untuk menceritakan semuanya karena walaupun juga mereka adalah keluarga Bimo juga
" aku dan Dara tidak sengaja bertemu saat dirumah sakit menjenguk Aidil , aku ditaman duduk sendiri merasa bersalah karena kecelakaan Aidil tapi tiba tiba Dara datang dan duduk disamping ku , tapi belum lama Dara mendapat telfon dari suster membuat Dara langsung pergi begitu saja meninggalkan bunga yang ingin dibawakan ibunya , entah dorongan apa yang membuat ku langsung mengambil bunga tersebut dan mengejar Dara tapi aku tidak sempat memanggil nya hingga dia masuk ke ruang ibu nya , aku pun ikut masuk membawa bunga membuat ibu nya salah paham dan disitulah ibu nya memberikan beberapa amanat ke pada ku untuk menjaga dan menikahi Dara " cerita Bimo panjang lebar