
dengan senyuman kemenangan Aidil dan Bimo mengantarkan Yuli pulang
saat ditengah perjalanan Aidil bingung saat Bimo membawa mobil tanpa bertanya kepada Yuli alamatnya dimana
" loh ,Bimo kenapa kamu gak tanya sama Yuli dimana alamat Rumahnya ?? tanya Aidil
" kemarin saya mengantarkan Bu Yuli pulang bos " ucap Bimo dengan senyuman manisnya membuat api cemburu Aidil kembali menyala nyala
" apa kamu bilang ?? tanya Aidil dengan suara agak ditekan
" iya kemaren pak Bimo mengajak saya pulang dan kebetulan sekali saya tidak ada kendaraan umum "ucap Yuli yang membuat mata Aidil melotot
Aidil yang melihat sorotan mata bosnya langsung merinding
" ma-maaf bo-s tapi itu ,apa ya ,anu itu aduh lupa kan " ucap Bimo gugup
" anu ,anu gak ada kata anu anu dan kamu Bimo kita ada urusan yang belum kita selesaikan " ucap Aidil dengan suara dingin membuat tubuh Bimo bergetaran
" bos ,itu salah paham bos ,kemarin ........." ucapan Bimo terpotong oleh Yuli
" kemarin Bimo sangat gugup saat di mobil ,mungkin dia takut dilihat pacarnya jalan sama cewek lain " tambah Yuli yang membuat Aidil tertewa
" hahahaha sejak kapan kamu punya pacar Bim " ucap Aidil diselah tawanya
" syukurlah, untung ada nona " gumam Bimo memegang dadanya
" apa jangan jangan kamu gugup karena kamu juga jatuh hati sama Yuli " ucap Aidil dengan suara tegasnya yang membuat Bimo membulatkan matanya
" bos ,, bukan bos ,itu anu , kemarin itu , aduh gimana ya jelasinnya ya " ucap Bimo kalang kabut
" apa benar yang aku katakan Bim ,apa kamu masih sayang dengan jantungmu " ucap Aidil dengan suara penuh ancaman
" apaan sih kamu terserah dia lah mau suka sama saya apa gak , bukan urusanmu lagian kamu siapanya saya hah " bentak Yuli
" apa kamu juga suka dengannya ?? tanya Aidil ke Yuli
mata Aidil kembali tertuju pada Bimo yang ada didepannya
" bim , setelah pulang kamu pamitan sama keluargamu terlebih dahulu setelah itu kamu datang ke ruang bawah tanah untuk melepas jantungmu " ucap Aidil dengan suara ditekan
" bos ampun bos saya sungguh tidak menaruh hati sama nona bos ,mana mungkin saya berani ," ucap Bimo dengan suara paniknya
" apa kamu bilang tidak menaruh hati ,apa kamu pikir aku bisa percaya dengan omongan kamu " ?? ucap Aidil
" tolong percaya sama saya , dan jujur kemarin saya gugup saat dimobil karena saya baru pertama kali berduaan dengan wanita " ucap jujur Bimo yang mendapat tawa dari Yuli sedangkan Aidil tambah dibakar api cemburu
" wahahahaha ternyata kamu perjaka tua yang takut sama perempuan " ucap Yuli diselah tawanya
" diam " teriak Aidil yang membuat tawa Yuli berhenti seketika
" jadi benar kamu jatuh hati dengan Yuli ?? tanya Aidil dengan sorot mata mematikan
" ti-ti-dak bos " ucap Bimo gugup
" trus kenapa kau gugup ?? tanya Aidil
" tadi kan saya sudah jawab bos ,karena saya baru pertama kali berduaan dengan cewek dimobil "
" kok ngeggas kamu berani dengan saya " ucap Aidil dengan suara tegas
" gak berani bos " jawab Bimo pasrah
gak jawab salah ,dijawab salah maumu pa bos gila " gumam Bimo
" udah debatnya dan asal kalian berdua tau kalau aku tidak jatuh hati dari kalian berdua " ucap Yuli yang membuat Aidil seperti orang yang baru saja ditampar oleh kata kata Yuli berbeda dengan Bimo yang senang melihat wajah bosnya yang mau menangis
" ****** Lo bos memang nya enak dapat penolakan sebelum nembak hahahaha , gue puas " gumam Bimo menahan tawanya