Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
Bimo kengen


Aidil pergi ke perusahaan dengan menggunakan supir karena Yuli melarang jika dia membawa mobil sendiri membuat nya terpaksa menuruti nya dari pada tidak di kasih jatah


sesampainya di perusahaan Aidil terlebih dahulu melangkah ke arah Bimo yang sibuk dengan banyak berkas di mejanya


" sibuk amat bro " ucap Aidil tiba tiba membuat Bimo menoleh ke sumber suara dan dengan refleks Bimo langsung melompat memeluk bos nya


" hahaha bos sudah sehat " ucap Bimo kegirangan memeluk Aidil yang meronta ronta dilepaskan


" woe homo lepasin , gue masih punya bini gak kaya lu " ucap Aidil mendorong Bimo


" hehehe kan kangen bos " ucap Bimo cengingisan


" ihh ngapain lu kangen sama gue jangan jangan lu selama ini diam diam menyukaiku " ucap Aidil menatap Bimo penuh curiga


" bos kalau ngomong jangan sembarangan, aku ini normal " ucap Bimo kesal


" kalau kamu normal kapan kamu punya pacar " ucap Aidil dengan suara meremehkan


Bimo langsung membuka laci mejanya dan mengambil sebuah benda dan memberikan nya kepada Aidil


" ni datang ya " ucap Bimo dengan nada sombong yang membuat Aidil kaget bukan main


" dari mana lu dapat undangan orang ?? tanya Aidil


" coba baca namanya " ucap Bimo lagi


Aidil membaca nama tersebut dan benar saja itu adalah nama asisten nya , yang kembali membuat Aidil bertanya


" apa kamu sangat berniat menipuku hingga mau membuat undangan pernikahan seperti ini?? tanya Aidil


" yaudah kalau gak percaya , aku akan menikah sebentar lagi " ucap Bimo dengan bangga


" dari mana kau dapat cewek ,jangan jangan kamu memaksa dia menikahimu " ?? tanya lagi Aidil penuh selidik


" wahahahaha dasar bodoh ,tapi aku suka gaya mu " ucap Aidil disela tawanya


" kambu lagi si bos gila " gumam Bimo


" jadi kapan kamu menikah ?? tanya Aidil masih dengan tawa kecilnya


" gak tau , kan nanti bos yang tanggung biaya pernikahanku " ucap Bimo santai yang lagi lagi membuat Aidil membulatkan matanya


" loh memangnya belum ada persiapan apa apa dan kenapa udah ada undangan kalau belum tau kapan hari pernikahan mu ?? ucap Aidil yang sangat bingung dengan asisten bodohnya


" nah ini bos aku khusus bikin satu buat bos , untuk pembuktian hahahaha " ucap Bimo dan diakhiri tawanya yang melihat wajah bosnya yang tak enak dipandang


" tapi kenapa aku yang harus menanggung semua biaya pernikahan mu , kan kamu yang menikah bukan aku " ucap Aidil kesal


" tapi bos pernah berkata kalau jika aku menikah bos yang akan menanggung semua " ucap Bimo lagi


" baiklah tapi jangan salah paham dulu ,aku tidak akan percaya dengan undangan saja aku akan percaya jika kamu membawa calon istrimu menemui ku dan aku langsung mewawancarai nya " ucap Aidil mencoba menantang Bimo


" tapi jika dia tidak mengaku atau kamu memaksanya berbohong aku akan memotong gajimu 99% selama 2 tahun , gimana " lanjut Aidil lagi


" bos apa persennya gak bisa dikurangi , jika 99% aku mungkin hanya mendapat kan 500 ribu saja " ucap Bimo mencoba menawar untuk jaga jaga


" jika kamu tidak mau berarti kamu hanya ingin mencoba menipuku " ucap Aidil lagi dengan suara sangat meremehkan yang membuat Bimo kesal


" baiklah , aku akan menjemput nya sekarang , aku tidak akan menunda rezeki " ucap Bimo penuh keyakinan


" kerja sana dulu ,kalau mau nanti siang saja " ucap Aidil dan diangguki oleh Bimo


" baiklah " ucap Bimo menerima tawaran bos nya