
semenjak pulang dari kantor Yuli mengurung diri dalam kamar membuat Nurul khawatir dengan sahabatnya, Nurul yang sedang bermain dengan alfa dan Alfi memilih meninggalkan kedua anak tersebut dan melangkahkan kakinya menuju ke kamar Yuli
tok
tok
tok
"Yuli, apa kamu baik-baik saja "ucap Nurul dari luar tapi belum mendapatkan jawaban dari Yuli
Nurul yang mulai khawatir mencoba membuka pintunya dan ternyata pintunya tidak dikunci
ceklek
Nurul membuka pintu dengan perlahan dan betapa kagetnya Nurul yang melihat sahabatnya tergeletak di lantai dengan mata yang sembab
"Yul , kamu kenapa Yul" dari kak Nurul berlari kearah Yuri yang sudah tidak sadarkan diri
"ya Tuhan aku harus apa sekarang "ucap Nurul yang tidak tahu mau berbuat apa lagi tapi tiba-tiba seperti ada malaikat penolong yang singgah di dalam orang Nurul, oh iya
papi dan mami
trutt
trutt
trutt
"halo"jawab seseorang dari sana
"halo, mami segera kesini, Yuli pingsan"ucap Nurul panik
"hah Yuli siapa? tanya lagi maminya Nurul yang tidak mengenali Yuli
" astaga mi , Yuli bundanya Alfa dan Alfi" ucap lagi Nurul
" ohh bundanya ucap santai Yani tapi otaknya segera berputar dan berteriak"APA BUNDANYA CUCU MAMI" teriak Yani
"iya mami buruan kesini ,aku takut terjadi apa apa " ucap Nurul panik
"oke tenang Sherlock lokasinya sekarang mami sama papi ke sana oke"ucap Yani yang tak kalah panik
dirumah utama
"papi" yakini yang membuat Zei yang sedang tidur langsung loncat dari tempat tidurnya dan mengeluarkan jurus-jurus taekwondo nya
"apa mi " ucap zei masih dengan mata tertutup dan kuda-kuda taekwondo nya
" hah ,pingsan kok bisa mi ?? tanya zei dengan bodohnya
"" aduh ,papi kok sekarang bodoh bangat sih ,ayo buruan mami juga gak tau " ucap Yani kesal
ini mobil zei sudah berada di rumah yang di sarlog Nurul tadi
"apa ini rumahnya mi? tanya zei tapi tidak mendapat jawaban karena Yani sudah keluar dan berlari ke rumah kontrakan tersebut
tanpa basa-basi Maniani langsung membuka pintu dan pandangannya terarah pada dua bocah yang sedang terlelap di depan TV yang masih menyala
"astaga, kasihan sekali cuma mami "ucap Yani lirih
"iya mi ,kasihan cucu papi " ucap zei yang mengagetkan Yani
" ihh papi ngagetin mami tau ,datang kaya jelangkung aja , ayo dimana Nurul ?? tanya Yani
"mana papi tahu" jawab zei yang mendapat cubitan dari Yani
" auuuuu sakit tau " pekik zei
"iya memang sakit emangnya,
, susu milkita , enak tau"ucap Yani mengikuti iklan televisi yang masih menyala
tiba-tiba mata Yani terarah pada kamar yang terbuka
" papi ayo kita cari di kamar itu"ucap Yani menunjuk kearah pintu yang yang terbuka
"gak ahg mami saja yang kesana , papi mau tidur di sini sama cucuku"ucap zei yang ikut memberikan badannya disamping Alfi
" isssh papi nyebelin , ucap Yani kesal dan melangkahkan kaki menuju ke kamar Yuli
Nurul yang melihat maminya sudah datang segera meminta bantuan
"mami tolong hiks....hikss "ucap Nurulyang melihat maminya sudah datang dari arah pintu kamar
"astaga kenapa ini Rul, kok bisa kayak gini"? banyak Yani
"Nurul juga enggak tahu mi, Yuli sudah pingsan saat Nurul masuk ke kamarnya
mata Yani terarah pada Yuli yang pingsan tiba-tiba dia teringat oleh seseorang
" dia sangat mirip dengan Yuni " gumam yani