Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
sadarkan diri


biarkan cicitku melakukan apa yang dia mau " ucap perempuan tua yang berbaring dengan suara seraknya


Yuli yang mendengar suara nya seketika melangkah cepat ke arah perempuan tua yang berbaring lemah


" nenek sudah sadar " ucap Yuli dengan suara lega


" terimakasih " ucap nya lirih


" lupakan saja Nek , dan Yuli meminta maaf karena Yuli nenek seperti ini " ucap Yuli


" tidak ,saya memang pantas mendapatkan semua ini , dan seharusnya saya yang meminta maaf kepadamu karena telah me maki maki mu , nenek sungguh meminta maaf " ucap perempuan tua tersebut dengan air mata nya yang sudah mengalir lagi


" nenek tidak perlu meminta maaf semua sudah terjadi dan Yuli sudah memaafkan sebelum nenek meminta maaf " ucap Yuli tulus


" kamu memang sangat baik seperti ayah mu dia dulu sering bantu orang kesusahan dikampung ......." ucap nenek Yuli


" terimakasih pujiannya Nek " ucap Yuli


" sebenarnya saya sangat menyayangi Delvin dulu , tapi karena ayahmu menikah secara diam diam membuat nenek sedikit kecewa karena putra kesayangannya ku menikah tanpa ada nenek di samping nya dan saat kalian datang sejujurnya nenek sungguh bahagia tapi karena nenek sangat gengsi dan mau melanjutkan aksi ngambek nenek , membuatku terpaksa mengusir kalian , nenek hanya ingin melihat bagaimana Delvin akan membujuk nenek tapi ternyata anak ku sudah di alam sana menungguku " ucapnya dengan air mata yang terus mengalir deras di ke dua pipinya menyesali yang diperbuat nya


" sudahlah , yang penting nenek sembuh dulu , jadi kita bisa ke makam ayah " ucap Yuli dengan senyuman yang dipaksakan


" nenek sudah tidak sanggup untuk melihat matahari besok dan sebenarnya saya mewariskan 60% ke Delvin dan 40% ke Kevin tapi karena Delvin sudah lebih dulu ke sana saya akan memberikan warisan ku kepadamu 60% , " ucap perempuan tua tersebut sambil menghapus air matanya


" saya sudah memutuskan nya sejak lama dan hanya ini lah cara agar saya bisa lebih tenang pergi jika kamu menerimanya "ucap perempuan tua menggenggam tangan Yuli


" nenek jangan berbicara seperti itu, ucapan nenek sungguh tidak baik " ucap Yuli membuat perempuan tua tersebut tersenyum tipis


" unda enapa enek alak angic ( bunda kenapa nenek galak nangis)??? tanya Alfa membuat Yuli melototkan matanya ke arah Alfa


" nenek nangis karena sakit ,jadi cicit nenek tidak boleh sakit ya ,harus sehat selalu " ucap perempuan tua itu mengelus kepala sang kembar


" ohh akit , alau akit emangnya ail icu dimacukan ke angan ( ohh sakit, kalau sakit memangnya air itu dimasukan ke tangan) ?? tanya lagi Alfa


" itu bukan air tapi obat supaya cepat sembuh" ucap perempuan tua lagi


" alau ICU akak au akit bial angan akak uga di macukan ail ( kalau itu kakak mau sakit biar tangan kakak juga di masukan air ) ucap Alfa senang


" kakak gak boleh ngomong seperti itu , " ucap tegas Yuli yang membuat Alfa diam


' mereka Sangat tampan , tapi sayang nenek sudah tidak bisa melihat mereka menikah , nenek belum perna merasakan gimana rasanya melihat anak ku menikah " ucap perempuan tua tersebut


" jadi nenek kecewa karena ayah tidak memberitahukan dulu, dan nenek juga ternyata ingin mengetahui bagaimana rasa nnya saat seorang anak anak menikah