Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
hati Yuli mulai terbuka


saat pulang dari sungai mereka berdua tak sengaja melihat buah mangga yang begitu menggoda selerah tanpa banyak pikir Aidil langsung memanjatnya


Aidil memanjat hanya menggunakan boxer membuat Yuli yang melihat nya memanjat pohon hanya bisa menahan tawanya


" nyet sini satu " teriak Yuli saat melihat Aidil sudah di atas


" apa kamu bilang "" ucap Aidil dengan suara mengancam


" monyet hahaha " ucap Yuli di sela tawanya membuat Aidil ikut tersenyum tipis


" ternyata dia sangat cantik kalau lagi ketawa seperti itu " gumam Aidil


" nyet lempar sini " ucap Yuli dengan tangan dia atas untuk menangkap buah


Aidil langsung melemparnya ke bawah dia tidak melemparnya ke arah Yuli yang sudah membuat ancang ancang d , Aidil takut jika Yuli terkena mangga a yang di jatuhkan nya


Aidil mengambil hanya secukupnya dan dengan segera dia turun dari pohon mangga dan mengumpulkan mangga yang telah dia jatuhkan


" yey monyet dapat 10 buah " ucap Yuli cekikikan


" sekarang sudah berani ya " ucap Aidil mau mencubit hidung Yuli tapi Yuli langsung berlari sambil mengejek


" dasar monyet , tangkap aku kalau bisa " teriak Yuli yang membuat Aidil tidak menyia- nyiakan kesempatan emasnya , Aidil dengan cepat mengejar Yuli yang berlari penuh dengan suara tawanya


karena kaki Aidil lebih panjang dan tenaga aidil lebih kuat , yuli dengan gampang di kejarnya


tanpa banyak pikiran Aidil langsung memeluk Yuli dari belakang


" ke tangkap " ucap Aidil memeluk Yuli dari belakang , Yuli berusaha untuk menahan tawanya dan dia membalikan badannya


pandangan kedua nya beradu tanpa ada yang berkedip , jantung Aidil sudah tidak karuan saat melihat mata Yuli yang begitu indah di pandang matanya begitu pun dengan Yuli dia merasakan ada perasaan aneh saat bersama dengan Aidil , ada rasa bahagia , dan rasa nyaman di hatinya


cup


Aidil mencium bibir Yuli lembut membuat Yuli terbawa suasana, perlahan tangan Aidil merabah dada Yuli tapi seketika dia angsung mendorong Aidil saat kesadarannya kembali


Aidil sangat malu sat yuli langsung mendorong nya dengan cepat dia meminta maaf ke pada Yuli


" maaf ,aku terbawa suasana" ucap Aidil dan hanya diangguki oleh Yuli


" aduh kenapa bibirnya begitu menggoda" guamam Aidil


" ayo kita sebaiknya ambil mangga nya dan membawa nya ke gubuk " ucap Aidil dan diangguki oleh Yuli yang masih deg degan


mereka berdua melanjutkan langkahnya menuju ke gubuk kecil dan untungnya jaraknya tidak lah terlalu jauh


saat mereka ingin memakan mangga nya , mereka lupa jika di sana tidak ada pisau membuat Yuli yang sudah sangat lapar cemberut


dengan cepat aidil menumbuknya menggunakan kayu sehingga mangga tersebut bisa hancur dan memudahkan mereka untuk memakannya


Aidil yang hanya menggunakan boxer sangat kedinginan membuat dia menggigil ,mulutnya tidak berhenti bergetar


Yuli yang melihat Aidil kedinginan tanpa banyak pikiran Yuli langsung melepaskan baju yang dikenakannya dan memakaikannya ke badan Aidil


mulut Aidil seketika berhenti bergetar saat melihat Yuli rela telanjang demi dirinya Aidil langsung menolak tapi Yuli memaksanya


" gak perlu , aku gak papa , akmu lebih penting dari pada aku " ucap Aidil berusaha menolak


" aku pakai celana ini saja sudah cukup , pakailah bajunya biar kita adil " ucap Yuli dan dengan terpaksa Aidil membuatkan to memakaikannya