
sesampainya di rumah Aidil dengan cepat melangkah kan kakinya menelusuri satu per satu anak tangga diikuti kedua anaknya
Aidil terlebih dulu mengantar Alfa dan Alfi ke kamar nya dan setelah itu dia langsung masuk kedalam kamarnya , saat masuk Aidil melihat perempuan yang dia cintai mengering kan rambut nya di depan cermin dengan handuk yang masih melilit di badannya
Aidil melangkah dan memeluk istrinya dari belakang seraya mencium rambut Yuli yang sangat harum menurutnya
" mas pindah ah , aku mau keringkan rambut " ucap Yuli
" aku ingin " ucap Aidil terus mencium rambut Yuli
" aku habis mandi , aku gak mau " ucap Yuli yang membuat Aidil kecewa
" hanya sebentar saja , cuma satu ronde " ucap Aidil lagi yang sudah terlanjur terangsang eh tubuh istrinya yang hanya menggunakan handuk saja
" tidak mau , kamu selalu ingkar janji , makanya aku sudah tidak percaya " ucap Yuli mengingat beberapa kali dia dibohongi Aidil saat melakukan hubungan suami istri , saat dia meminta hak nya Aidil selalu berjanji hanya sebentar satu ronde tapi buktinya dia 2-3 jam melakukan nya itu yang membuat Yuli kesal
" aku malam ini janji tidak akan ingkar janji " ucap Aidil yang sudah kepanasan
" gak " jawab ketus Yuli yang membuat Aidil segera menggendong nya secara paksa
" mas turunin aku , aku belum selesai keringkan rambut " ucap Yuli sedikit berteriak sambil memukul mukul lengan suaminya
" nanti juga kering sendiri " ucap Aidil meletakkan Yuli dengan pelan di kasur
Aidil yang sudah kebakaran nafsu langsung menarik handuk yang dikenakan oleh Yuli , yang mana membuat tubuh Yuli telanjang tanpa menggunakan apapun
" tidak akan kubiarkan , kalau mau kamu bisa kencing disini " ucap Aidil mendorong pelan Yuli dan menindihnya
" mas aku harus cek kehamilan ku dulu baru melakukan itu itu " ucap Yuli yang membuat Aidil langsung melepas Yuli dan memberikan satu kantong alat test pack yang berbeda beda
" mas kamu mau bikin rumah , beli banyak gini ?? tanya Yuli
" aku gak tau yang mana jadi aku beli semua , cepat lah aku ingin segera memakan mu " ucap Aidil yang tak henti hentinya menelan salivnya melihat istrinya yang hanya telanjang didepannya
" baiklah tapi jika benar ada dedek Alfa sama Alfi aku tidak akan melakukan itu , takut nanti si dedek nakal kamu menusuknya " ucap Yuli Tersenyum manis dan melangkah ke WC tanpa menggunakan sehelai benang pun
Aidil yang mendengar ucapan istrinya merasa kalau malam ini akan berkahir kegagalan
Aidil yang sudah sekitar 10 menit menunggu merasa penasaran dan tegang menanti hasil istrinya , bukan Aidil saja yang tegang si dedek nya sedari tadi juga ikutan tegang menunggu makanannya datang
tak lama kemudian Yuli keluar dari Kamar mandi yang sudah menggunakan pakaian lengkap membuat sang dedek Aidil kecewa tapi ketegangan diri Aidil sebenarnya hasil dari alat yang dibeli nya tadi
" sayang " ucap Yuli melangkah ke arah Aidil dengan raut wajah yang cemberut
" kamu kenapa sayang ?? tanya Aidil yang melihat mata istrinya sudah berkaca kaca
Aidil memeluk Yuli saat melihat Yuli sudah menitikkan air mata nya
" sayang sudahlah , kita kan hanya baru mengetes nya doang , jadi kalau gagal kita masih bisa usaha " ucap Aidil membuat Yuli semakin menangis seperti anak bayi