Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
ke rumah Oma dan kai


di kediaman Aidil


pagi harinya Aidil tidak berangkat bekerja karena mami nya menelfon untuk datang ke rumah , ada sesuatu yang ingin mereka omongin


kini Yuli pun sudah siap bersama kedua putra kembar nya


" Bunda , kita nanti nginap dirumah Oma kan ?? tanya Alfa


" gak sayang , kita kesana karena mami nelfon untuk datang tadi " ucap bundanya membuat Alfa seketika cemberut


" tapi bosan di rumah terus Bun , tidak ada teman masa cuma Alfi doang " ucap Alfa lagi


" adek juga bosan main sama kakak , kakak nakal terus " ucap Alfi


" sudah,sudah ayo kita berangkat , nanti kalau mau nginap di rumah Oma , Deddy izinkan kok " ucap Aidil membuat keduanya berbinar


" yey Alfi mau tidur sama aunty Siska " ucap Alfi senang


" terus bunda sama Deddy tinggal juga ?? tanya Alfa


" gak , Alfa sama Alfi aja yang nginap " ucap Aidil tersenyum manis ke arah Alfa dan Alfi namun matanya melirik ke arah Yuli dengan tatapan genit


" ya udah kalau gitu , lagian kakak juga malas liat Deddy terus " ucap Alfa ketus membuat Yuli menahan tawanya


" kalau begitu Alfa sama Alfi gak usah tinggal lagi disini , temanin Oma sama kai aja dirumah " ucap Aidil


" gak mau , kakak juga mau sama bunda " ucap Alfa


" astaga mas , kaya anak kecil aja gak mau ngalah sama anak sendiri lagi , ayo buruan berangkat " ucap Yuli dan diangguki oleh Aidil


mereka berempat melajukan mobilnya, tak lama kemudian mereka sudah sampai di depan rumah papi dan mami


Alfa dan Alfi dengan penuh semangat berlari kedalam rumah mendahului kedua orang tua nya


" Oma , kai " teriak Alfa dan Alfi kompak dan kembali berlomba ke arah ruang tamu dimana Zei dan Yani duduk


" cucu ganteng Oma sudah datang " ucap Yani memeluk keduanya


" ketek Oma kok masih bau gak pernah harum " ucap Alfa meronta-ronta dilepas kan dan berlari ke arah Zei


" dasar cucu nakal " ucap Yani kesal


" adek kenapa suka peluk Oma sih , ketek Oma kan bau " ucap Alfi


" adek tidak bisa lepas " ucap Alfi yang sedari tadi juga meronta tapi mami Yani malah tambah mengeratkan pelukannya


" hahha " tawa Zei pecah mendengar ocehan cucu nya


" kok udah heboh aja " ucap Aidil yang baru datang dengan istrinya , mereka berdua pun ikut duduk


" ini anak mu gak jauh beda sama kamu , bandelnya minta ampun " ucap Yani


" memangnya mereka ngapain mami ?? tanya Yuli yang sudah menatap tajam ke arah putra nya


" hahahaha memang benar kata mereka , mami kan malas mandi " ucap Aidil yang membuat Yuli mencubit perutnya


" auuuhh " pekik Aidil


" dimana mana kamu sebagai ayah , nasehatin anak mu agar tingkahnya terhadap orang tua bisa sopan , ehh malah kamu yang ikut ikutan gak jelas " ucap Yuli menceramahi suaminya


" benar tu Yuli , kalau aku jadi kamu sih aku sudah lepas telinganya " ucap mami Yani


" mi sembarang aja " ucap Aidil


" adek tidak ikut ikutan bunda , liat adek masih peluk Oma " ucap Alfi yang langsung lengket ke Oma nya saat sang kakak di marahi


" sekarang minta maaf Alfa kepada Oma " ucap Yuli tegas


" maaf Oma " ucap Alfa lirih menundukkan kepalanya


" tidak apa , mereka hanya becanda , ya kan cucu ganteng Oma " ucap Yani dan diangguki oleh Alfa


" kok malah ribut , ayo kita sarapan dulu " ucap Zei


" kami sudah sarapan Pi " jawab Yuli


" adek sama kakak kalau mau sarapan lagi , sana sama Oma dan kai " ucap Yuli


" sudah kenyang bunda " jawab Alfa


" aunty Siska mana Oma ?? tanya Alfi


" belum turun , aunty mu lagi hamil jadi sangat manja kepada uncle " ucap Yani


" hamil kaya bunda ?? tanya Alfa dengan mata membinar membuat Yani yang mendengar nya tak tau harus menjawab bagaimana , dia takut jika Yuli akan sedih mengingat hal buruk yang beberapa waktu lalu terjadi


" iya , jadi jangan buat aunty kecapean ya kalau mau nginap disini " jawab Yuli membuat mereka semua bernafas lega


" Siap Bun , nanti kakak akan jadi tukang pijit aunty " ucap Alfa bersemangat


" adek juga akan jadi tukang suruh suruh aunty " ucap Alfi sangat bangga


" anak mu , babu aja bangga " bisik Aidil ke istrinya


" keturunan mu hihi " bisik balik Yuli cekikikan


" bentar lagi kita punya banyak dedek " ucap Alfi ke Alfa


" iya , nanti kalau dede sudah keluar , Alfa mau buat dede aunty kelahi sama adik Alfa " ucap Alfa yang sudah mempunyai rencana gila


" adek Alfi juga " ucap Alfi ngeggas


" maaf kan bunda sayang , adik kalian sudah tidak ada , andaikan kalian mengetahui nya , bunda tidak tau lagi harus bagaimana , kalian mungkin sangat sedih dan kecewa " gumam Yuli menyembunyikan kesedihannya