Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
pekerjaan


Aidil dan papinya bernigosasi dengan bapak pemilik pohon mangga tersebut


" pak jadi gimana kalau kita ambil jalan tengah nya saja " ucap zei


" maksudnya ?? tanya pemilik pohon mangga


" kami akan membayar lagi asalkan kami mendapat kan buah mangga itu " ucap zei yang membuat Aidil menggelengkan kepalanya


" Pi kita sudah bayar " ucap Aidil


" Dil diam lah " ucap zei tidak mau ambil pusing pikir zei kenapa tidak jika kita masih mempunyai uang semua masalah akan selesai


" anda mau bayar berapa?? tanya pemilik pohon mangga tersebut


" 10 RB mau ?? tanya Zei yang membuat bapak pemilik pohon mangga tersebut melotot kan matanya


" pak jika mau membeli barang orang harus mikir dulu " ucap pemilik mangga tersebut


" tapi tadi kami sudah membayar ke anak anak 300 ribu " ucap Aidil


" saya kan sudah bilang jika mereka bukan siapa siapa saya ,mereka itu memang sering beralasan ingin main didepan rumah saya tetapi jika mereka melihat saya tidur atau lagi kerja pasti mereka akan diam diam mengambil mangga saya " ucap lagi bapak tersebut menerangkan


" yasudah pak gimana kalau kami bayar 300 " ucap zei


" bapak tadi membayar anak anak yang ngaku ngaku saja 300 masa sama pemilik mangga juga 300 ya harus bedalah minimal bagi duanya" ucap bapak tersebut dengan nada santai


" ni ambil " ucap Aidil langsung memberikan uang beberapa lembar ke pemilik buah


" terimakasih , silahkan ambil sepuasnya kalau perlu petik daunnya juga " ucap pemilik mangga tersebut masuk ke dalam rumahnya


Aidil kembali memanjat pohon mangga tersebut sedangkan zei kembali menyalakan rekamannya


Aidil sudah mengambil beberapa buah mangga untuk istrinya


" papi mau pulang pake apa ?? tanya Aidil karena tukang ojek ngeselin sudah pergi tadi


" gak tau " jawab zei melangkah ke luar diikuti oleh Aidil


zei dan Aidil kaget melihat tukang ojek yang sedang cengar cengir ke arah mereka berdua


" pak butuh ojek ?? tanya tukang ojek tersebut


" gak " jawab ketus zei


" betis keras Lo pak jalan jauh , apalagi matahari nya sangat panas nanti kulit bapak bisa hitam Lo " ucap tukang ojek tersebut


" terserah ku saja aku mau nya gimana kok kamu yang sewot sih " ucap zei yang sangat kesal melihat tukang ojek tersebut


" kan saya hanya ingatin doang pak ,siapa tau jika berminat naik ke motor saya , tapi terserah bapak deh saya mau pulang , lagian tukang ojek disini tidak ada " ucap tukang ojek tersebut pura pura menoleh ke sembarang arah


" pak pak tunggu " ucap zei dengan terpaksa membuat tukang ojek tersebut Tersenyum penuh kemenangan


" silahkan naik pak saya akan mengantarkan bapak selamat sampai tujuan " ucap tukang ojek tersebut


" trus mas nya ?? tanya tukang ojek tersebut


" dia ada sepeda biarkan saja " ucap zei dan diangguki oleh tukang ojek tersebut


" malah helm bau banget lagi " ucap zei saat memakai helm


" maklum pak belum gajian hehe " jawab tukang ojek tersebut


" memangnya kalau ngojek digaji , siapa yang gaji ?? 'tanya zei yang bingung


" yang gaji kan bapak nanti " ucap tukang ojek tersebut


" kamu ini kaya gak pernah punya uang 100 ribu saja " ucap zei Tersenyum tipis


" keluarga saya susah pak ,saya sudah melamar pekerjaan tapi gak ada hasil dan juga kalau hanya ngojek seperti ini penumpang nya sudah jarang karena tersaingi sama ojek online " ucap tukang ojek tersebut dengan suara pelan


" bapak memang nya punya berapa anak ?? tanya lagi zei


" anak saya dua pak yang pertama kls 5 SD dan yang terakhir kls 1 SD dan istri saya " ucap tukang ojek tersebut tidak sanggup melanjutkan kata katanya


" istri bapak juga baru kls 1 SD , seumuran dong sama yang terakhir ?? tanya Zei ingin bercanda


" gak lah pak , masa istri saya kls 1 SD trus anak pertama saya kls 3 , sebenarnya istri saya menceraikan saya dan anak anak pak karena kurang mampu " jawab tukang ojek tersebut


" kasihan sekali nasib mu " ucap zei tapi tidak mendapat jawaban apa apa


"ternyata dia terlihat biasa saja di luar tapi didalam hatinya sangat sedih " gumam zei


" kalau bapak berminat mau bekerja datang lah ke rumah saya besok " ucap zei


" benarkah pak , anda tidak sedang bercanda kan " ucap tukang ojek tersebut terlihat sangat bahagia


" memangnya kamu becanda Mulu " ucap zei


" trus alamat rumah bapak Dimana ?? tanya tukang ojek tersebut


" kan kita mau kesana ini ,jadi bapak bisa langsung tau nanti " ucap zei


" iya juga ya pak hehe " saut tukang ojek tersebut


" kalau boleh tau saya kerja apa pak ?? tanya lagi


" membersihkan kloset make tangan , digosok sampai bersih " ucap zei


" gakpapa pak asalkan saya dapat gaji " jawab nya lagi


" gak lah , kamu kerja sebagai pembersih di taman rumah saya , bunga bunga istri saya kamu harus rawat dan siram " ucap zei


" wah Alhamdulillah akhirnya aku dapat pekerjaan yang enak " ucap tukang ojek tersebut sangat bahagia