
jam sudah menunjukan pukul 8:00 membuat kedua pasangan yang baru saja melakukan hal yang seharusnya untuk pasangan suami istri turun ke bawah untuk sarapan
saat sudah menuruni tangga mereka melihat semua keluarga nya sedang berkumpul di meja makan
" Kelian ngapain sih lama bangat ?? tanya Siska kesal
" biasa lah , pengantin baru " jawab Aidil mengedipkan mata nya ke arah Siska
" pengantin baru ,ini udah mau satu bulan kali " saut Siska
" ayo duduk ahg , nanti kalau debat trus kapan makanya " ucap Yani melerai keduanya
" iya betul kata Oma , nanti kakak gak besar besar kalau lama makan " ucap Alfa
" adek juga " saut Alfi tidak mau ketinggalan
" kan kalau adek kecil lebih bagus biar adek bisa main sendiri ,kakak gak perlu karena kakak sudah besar " ucap Alfa
" tidak mau ,kalau kakak besar Alfi juga harus lebih besar " saut Alfi
" tapi gak bisa , Alfa kan kakak jadi Alfi gak bisa kalahin aku " saut lagi Alfa
" bisa kok siapa bilang gak bisa " ucap lagi Alfi
" pokoknya gak bisa " ucap tegas Alfa berdiri di kursinya
" harus bisa " jawab juga Alfi ikut berdiri sambil memegang sendok nya
Yuli yang melihat kelakuan kedua putranya hanya bisa menggelengkan kepalanya
" adek kakak duduk dan makan " ucap Yuli pelan
" tapi kakak gak mau ngalah sama adik sendiri bunda " saut Alfi
" kan memang yang kakak omongin benar " ucap Alfa lagi
" tidak benar " ucap Alfi dengan suara yang udah mulai tinggi
" benar " saut Alfa tak kalah tegas
" tidak " saut lagi Alfi
" benar " saut lagi Alfa
" duduk " ucap Yuli ingin melerai
Alfa dan Alfi saling berpandangan satu sama lain dan menoleh ke arah Bundanya yang sudah terlihat marah
" kakak duduk baru makan ahg " ucap Alfa pura pura menoleh ke arah lain dan duduk kembali
" adek juga ,lapar " ucap juga Alfi pura pura mengelus ngelus perutnya
Yuli ikut duduk setelah melihat kedua putranya sudah diam
" mas aku mau itu " ucap Yuli menunjuk ke arah ikan goreng
" hah ,ini " tunjuk Aidil lagi ke arah ikan goreng yang berada di piring
" iya tapi hanya kepalanya saja , badannya biar mas yang makan kaya badanku kamu makan trus " ucap Yuli yang membuat Aidil membulatkan matanya mendengar ucapan istrinya
" kan kamu gak suka ikan kepala " ucap Aidil
" aku hanya ingin melepas matanya lalu memberikanmu agar kamu makan " ucap lagi Yuli yang lagi lagi membuat Aidil membulatkan matanya
" tapi... " ucapan Aidil terpotong
" tidak ada penolakan jika kamu menolak aku juga akan menolak kamu saat meminta jatah " ucap Yuli mengancam Aidil
Aidil hanya bisa menelan salivnya kasar mendengar ancaman istrinya
" kenapa kamu gak tau malu sekarang omongin itu " gumam Aidil
" baiklah sini biar aku makan " ucap Aidil yang tidak mau jika dia tidak bisa lagi mendapat jatah
" hahaha ikan Alfa juga Deddy , deddy harus makan matanya " ucap Alfa disela tawanya
" kan ikannya gak ada matanya sayang , coba lihat udah lepas semua " ucap lagi Aidil bernafas lega
" itu masih ada di piring udah lepas " ucap Alfi
" astaga Alfi gak usah ikut ikutan juga deh " ucap Aidil
" cepat makan nanti aku suruh bibi ambilkan mata ikannya pasti masih ada di penggorengan
" ucap Yuli dan dengan terpaksa Aidil mengangguk
Siska menatap Yuli penuh selidik dengan tatapan yang sangat serius
" ada apa kak , kak Siska juga mau makan mata ikannya?? tanya Yuli dan dengan cepat Siska menggelengkan kepalanya cepat