Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
Ke rumah sakit


Papi Zei dan mami Yani sudah berangkat ke rumah Dara , mami Yani tak henti hentinya berdoa didalam mobil untuk keselamatan cucu nya.


" Dara , jaga dulu cucu ku , mami akan datang , , dan tolong ya tuhan janganlah nanti anak nya mengikuti jejak bapak nya yang gak tau malu itu " ucap mami Yani dalam mobil berdoa


" mami ngapain sih , lagi berdoa apa lagi ngutuk anak Bimo ?? tanya suami nya kesal


" apa papi mau kalau anak nya nanti mirip kelakuan Bimo , Bimo saja saat melihat mami pingsan dia hanya melihat tanpa Rasa bersalah " omel mami Yani kembali teringat kejadian saat sedang ngumpul


" lupakan lah itu Mi , papi mohon mami diam jangan berisik lagi ,papi lagi fokus nyetir " ucap papi Zei


" iya bawel " jawab mami Yani ngeggas


tak lama mami Yani dan suami nya sudah ada didepan gerbang , tak lama gerbang dibuka oleh satpam


sebelum masuk mami Yani membuka kaca mobil nya dan memandang satpam itu sinis


" woi , kamu gak tau apa kalau bos kalian mau melahirkan ,kenapa malah disini " omel mami Yani


tapi suami nya lebih dulu menginjak gas , besok gak akan selesai kalau istri nya marah , istri nya juga bakalan lupa dengan tujuan utama


Mami Yani langsung menerobos masuk saat sudah turun dari mobil


" Dara , kamu dimana nak " teriak mami Yani


brak


terdengar suara barang yang jatuh membuat mami Yani dengan perasaan khawatir mulai berlari ke sumber arah diikuti sang suami


Mami Yani membulatkan matanya saat melihat Dara hanya duduk menahan Rasa sakit dan guci yang pecah disampingnya


" astaga guci nya kenapa pecah , ini mahal loh " ucap mami Yani yang membuat suami nya ingin sekali menendang bokong istrinya agar sadar dari kebodohan nya


tanpa mengeluarkan kata kata papi Zei langsung mengangkat Dara dan membawanya melewati sang istri begitu saja


papi Zei meletakkan Dara di belakang , istrinya juga dibelakang untuk menjaga Dara


" cepat papi , cucuku akan lahir , tapi mami takut kalau sikapnya sama dengan Bimo " ucap mami Yani lagi


" ahhhgggg Daraaaaa " teriak mami Yani saat matanya melihat celana Dara yang sudah basa


" mami kenapa berisik sekali sih , besok besok papi lakban mulut mami , atau mendingan mami pingsan aja deh biar semua bisa tenang " ucap suami nya yang sudah kesal


" woi suami sialan , gak tau diri kau jadi orang , papi mau kalau mami pingsan dan apa papi gak berutang Budi sama papi yang telah melahirkan anak anak ku yang tampan dan cantik cantik hah " ucap mami Yani


" ahhhgggg sakit mi " teriak Dara yang membuat Mami Yani menahan nafasnya , mami Yani seperti dirinya yang merasakan nya


" tenang sayang ,mami akan tahan nafas " ucap mami Yani


" mami hiks... " rengek Dara


" papi , ini anak mau di apain dia sudah nangis " ucap mami Yani sangat panik


" astaga mami , diam lah papi juga sedang fokus nyetir " ucap suami nya sudah kesal


" suamimu juga hanya bisa bikin , tapi dia malah hilang ditelan bumi , memang si Bimo itu hanya bisa mengandalkan Otong nya tapi otak nya gak di pakai " omel lagi mami Yani


" mami stop hiks.. sakit hiks.." ucap Dara tak sanggup lagi mendengar suami mami Yani


" gimana mau diam , kalau suami mu itu hanya mengandalkan Otong nya saja , dia tidak menggunakan otak , kenapa dia malah kerja padahal dia sudah tau kalau kehamilan kamu sudah besar " ucap mami Yani


" Mami stopppp " teriak papi Zei sudah kesal


" kok ngeggas " ucap mami Yani tak kalah sangkal