
Bimo menatap kesal ke arah Alfa setelah dia sudah mendapat penjelasan dari istri nya , dia begitu malu dilihat oleh Aidil dan Yuli saat dia cemburu
saat ini mereka makan malam di rumah Yuli , Bimo duduk bersampingan dengan istri nya begitu pun dengan Aidil yang duduk bersampingan dengan Yuli sedangkan Nurul duduk bersama Alfa dan Alfi
" hei anak cicak , makan yang banyak biar cepat besar dan bisa cepat belajar sopan santun kepadaku " ucap Bimo
" kenapa om Bimo selalu manggil anak cicak , nanti dedek om Bimo Lo yang anak cicak " ucap Alfa yang membuat Bimo panik seketika
" ehh mulut mu mau ku masukkan terasi , sembarangan saja " ucap Bimo
" mas kamu sama anak kecil kenapa kelahi trus sih , malu tau " ucap Dara
" hahaha gak cocok jadi seorang ayah " ucap Aidil
" gak cocok jadi deddy dedek aunty Dara " lanjut Alfa
" yang cocok siapa dong ?? tanya Nurul ikut meramaikan
" ya kakak lah siapa lagi , kalau adek cuma bisa kentut doang " ucap Alfa
" Bunda liat kakak " rengek Alfi
" kok malah debat to , mau makan saja aku tidak tenang ni " ucap yuli menggeleng gelengkan kepala nya
" tu dengar kata bunda , diam " ucap Alfi tegas
mereka kemudian diam dan menikmati sarapan mereka masing masing dan di tengah mereka makan Alfa tiba tiba tertawa berbahak bahak entah kenapa
" wahahaha " tawa pecah Alfa entah apa yang membuat nya bisa tertawa
semua orang menatap Alfa dengan bingung dan belum sempat tawa Alfa berhenti Bimo sudah berteriak
" ahhhhgg tolong pedesss " teriak Bimo yang membuat dara kalang kabut mengambil air putih
Alfa tadi menemukan Cabe rawit di sayur nya dan saat tidak ada yang melihat nya Alfa melempar ke piring Bimo , Bimo tidak menyadari jika ada cabai di sendok yang akan masuk didalam Mulut nya
" Anak cicak apa yang kamu lakukan hah " teriak Bimo masih menahan rasa panas di lidah nya
" aunty lihat om Bimo , marah sama kakak padahal kakak tidak tau apa apa " rengek Alfa ke Nurul
" kenapa kamu ketawa sebelum aku kepedesan anak cicak , dan ini pasti ulahmu " ucap Bimo
" mas , Tingkah mu Lo buat malu , sudah besar masih saja suka aduh mulut sama anak kecil , siapa tau Alfa tadi liat ada cabai di sendok mu makanya dia langsung ketawa " ucap Dara
" iya benar tu kata aunty " ucap Alfa
Alfa cuma bisa memasang wajah imutnya ke arah Bimo saat dia mempunyai banyak pembela kebohongan
" om Bimo mau makan ini ?? tanya Alfi menunjuk ke arah tulang ayam yang masih ditempeli oleh daging
" kau kira aku kucing kamu beri tulang ayam " ucap kesal Bimo
" yasudah kalau tidak mau " ucap Alfi
kenapa sih setiap aku datang kesini si anak cicak berdua ini sangat menyebalkan " ucap Bimo
" Bimo aku ada disini , mereka bukan anak cicak , sekali lagi kamu bilang anak cicak ku bunuh kau " ucap tegas Yuli dengan Garpu yang mengarah ke arahnya
" sayang aku di ancam " rengek Bimo ke Dara
" apa urusan nya sama gue " jawab Dara yang mendapat gelak tawa dari mereka semua
" kita nginap disini aja ya mas " ucap Dara yang sudah malas untuk pulang karena sudah malam
" hah , apa kamu yakin , dan apa kamu tidak kasihan melihat ku nanti sama si kembar ?? tanya Bimo membulat kan mata nya
" yey aunty nanti tidur sama kakak ya " ucap Alfa senang
" adek juga aunty " ucap Alfi tidak mau ketinggalan
seketika Nafsu Bimo hilang begitu saja , dia menatap istri nya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan
" iya , lagian aunty kangen tidur sama ponakan ku yang ganteng nya tidak ada tandingannya " ucap Dara yang membuat Alfa dan Alfi besar kepala
" iya lah , Alfa " ucap Alfa bangga
" banyak kamar yang kosong Bim " ucap Aidil cekikikan
" sialan lu bos , " ucap kesal Bimo
" kalau kamu Rul mau pulang apa nginap , nginap aja yah ini sudah malam " ucap Yuli
" tidak Yul , aku mau pulang habis ini , nanti suamiku mencari ku " ucap Nurul
" memangnya kamu gak izin ?? tanya Yuli lagi
" tadi sih izin nya cuma datang kesini gak izin nginap " ucap Nurul
" ohh "