Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
ke rumah sakit


Yuli kembali mengingat apa yang terjadi membuat nya kembali meneteskan air matanya


" mas Aidil ,, mami Aidil mi " ucap Yuli terbata bata tak sanggup melanjutkan kata katanya


" iya tenang dulu yul ,minum lah air putih agar bisa tenang sedikit " ucap Yani memberikan secangkir air putih nya


seusai minum Yuli mengarahkan ke arah kedua buah hatinya yang masih memeluknya erat


Yuli mengelus rambut kedua putranya dengan air matanya yang mengalir deras


setelah mengelus rambut mereka Yuli langsung memeluk kedua putranya erat membuat orang yang berada disana sangat bingung


" ada apa ini Yul ?? tanya Zei yang sangat kwatir


" ak.u tidak bi..sa memberi tahu ka..lau anakku masih disini aku tidak mau mereka syok atau tau " ucap Yuli berbata bata yang semakin membuat semua orang ikut merasa kwatir


" ayo mi kita pergi " ucap Yuli langsung menggendong Alfa Alfi ,dan turun dari tempat tidur nya


Yani yang bingung mengikutinya di ikuti semua keluarga nya


" sini biar aku saja yang gendong Alfi " ucap Nurul dan mengambil Alfi


" sini juga Alfa " ucap Siska


setelah anaknya di gendong oleh adik dan kakak iparnya Yuli langsung berlari dengan air mata yang semakin deras , diikuti oleh zei dan Yani yang panik melihat keadaan Yuli


" Aidil hiks..hiks.. " ucap Yuli sambil berlari menuruni anak tangga


" Yuli pelan pelan lah nanti kamu jatuh , ucap Yani tapi tidak didengarkan oleh Yuli


" Aidil pasti membutuhkanku sekarang " ucap lagi Yuli disela tangisannya yang membuat Zei yang mendengar kan ucapan tidak enak yang keluar dari mulut Yuli ikut tegang


" saat dimobil hanya ada Yuli,Yani dan zei sedangkan Nurul dan Siska memilih menggunakan mobil masing masing


" Yuli sebenarnya ada apa ini ?? tanya Zei yang semakin penasaran dengan Yuli yang tak henti hentinya menangis


" Pi Aidil kecelakaan hiks...hiks...." ucap Yuli yang membuat Yani ikutan kaget dan meneteskan air matanya berbeda dengan zei yang langsung mengebut


" sudah kuduga " ucap zei


Yani dan Yuli hanya bisa mengeluarkan air matanya


saat di tengah perjalanan Yuli tak sengaja menoleh ke samping jalan tol yang berlawanan arah dengan mobil mereka membuat Yuli langsung histeris saat melihat banyak polisi dan sangat terlihat jelas Dimata Yuli mobil yang selalu digunakan suaminya hancur


" mas Aidil hiks..hiks..hiks.." teriak Yuli histeris


" tenangkan dirimu nak ,suami mu pasti akan baik baik saja , kita doa akan saja yang terbaik " ucap zei menenangkan Yuli


" untung Yani gak melihat nya " gumam zei walaupun sebenarnya dia juga ikut menangis tapi dia tidak memperlihatkan nya ke istri dan menantunya


" mas Aidil kenapa jadi seperti ini hiks..hiks.." ucap lagi Yuli


tak lama mobil mereka sampai ke rumah sakit


Yuli langsung berlari masuk tanpa menunggu mertuanya , istri mana yang tidak kwatir jika suaminya dalam keadaan begini


" suami saya dimana sus " ucap Yuli dengan suara panik


" atas nama siapa ya Bu ?? tanya suster Tersebut


" Aidil " ucap Yuli


" pak Aidil lagi di tangani di ruang ICU " ucap suster tersebut dengan cepat Yuli berlari ke tempat yang diberitahu suster tadi


Yuli mau menerobos masuk tapi langsung ditahan oleh beberapa perawat


" suami saya ,biarkan aku masuk " teriak Yuli histeris


" iya Bu tapi maaf pasien lagi ditangani " ucap perawat tersebut


" apa mbak punya suami hah ,mbak belum pernah merasakan yang saya rasakan sekarang jadi tolong biarkan aku masuk ,dia butuh aku sus " teriak Yuli


zei dan Yani yang melihat Yuli dalam keadaan sangat kacau segera melangkah ke arah Yuli dan menenangkan nya


" ayo nak biarkan mereka menjalankan tugasnya " ucap yani walaupun dia sama sakit seperti Yuli


" tapi aku tidak bisa ,biarkan aku masuk sekali saja aku mau melihat ke adaan suamiku " teriak lagi Yuli meronta ronta ingin dilepaskan oleh perawat tersebut


dengan terpaksa perawat tersebut mengambil obat bius dan menyuntikkannya ke arah Yuli


seketika Yuli langsung tak sadarkan diri dan di masukan ke ruang inap