Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
Siska


makan siang telah tiba membuat mereka semua berkumpul di meja makan membuat suasana sangat Ramai


" wah , mami sangat senang kita bisa berkumpul seperti ini " ucap mami Yani senang


" Oma , mau makan atau ceramah sih ?? tanya Alfi


" yasudah karena cucu ku sudah lapar ayo dinikmati hidangan nya " ucap Mami Yani


mereka semua menikmati makanan mereka , berbeda dengan kedua anak kembar yang hanya memakan daging


" aduh kan habis Oma , kakak masih mau " ucap Alfi dengan mulut yang belepotan bumbu daging


" hei anak cicak , apa kamu sudah berubah menjadi drakula ?? tanya Bimo cekikikan


" Bimo tolong lah ,jangan manggil mereka seperti itu , aku gak mau lo kalau nama itu nempel ke mereka betulan " ucap Yuli


" mau di apa , sudah lengket di bibir ku gak mau lepas " ucap Bimo santai


" sini biar Adek iris saja bibir om Bimo biar cepat lepas lengket nya " ucap Alfi


" ini anak sama bapak sama sama drakula kali ya , aneh aneh amat hidupnya " ucap Bimo pelan tapi masih didengar oleh orang yang dekat dengan Bimo


" apa yang baru saja kamu ucapkan Bim , Apa kamu menyamakan Aidil dengan Drakula ?? tanya Kevin tersenyum tipis


" wah parah kau Rei , kau tadi bilang apa ke bos ku " ucap Bimo malah menyalahkan Rei


" hei aku tidak ada ngomong apa apa Lo ," saut Rei panik


" Bunda lihat om Bimo tuduh om itu , " ucap Alfi menunjuk ke arah Rei


" om siapa Alfi ?? tanya Yani pura pura gak tau


" yang itu Oma , pacarnya aunty Nurul " ucap Alfi kembali menunjuk ke arah Rei


" itu namanya om Rei , dan sudah menjadi suami aunty bukan lagi pacar " ucap Oma nya


" itu saja tidak tau " saut Alfa sok soan


" memang kakak tau ?? tanya Alfi tegas


" iya lah , kakak kan hebat dari pada kamu " ucap Alfa


" siapa kak , jawab kalau kakak tau " ucap Alfi kesal membuat Alfa kembali memutar otaknya dan dengan senyuman manis nya Alfa menjawab


" dengar ya dek , nama om suaminya aunty adalah Om Seprei " ucap Alfa yang mengingat nama Rei dari kata seprei


semua keluarga nya kembali tertawa melihat tingkah laku si kembar


" nama om ini siapa ?? tanya Nurul


" om seprei " jawab Alfa yang kembali membuat Nurul dan yang lainnya tertawa berbahak-bahak


" kok om seprei ikut ketawa sih " ucap Alfi


" memang sih wajah nya mirip tukang jual seprei hahahhaa " ucap Bimo dengan tawa nya yang garing membuat semua orang terdiam dan menatap dirinya


" gak lucu ya ?? tanya Bimo dengan bodoh nya sambil cengingisan gak jelas


" hahahaha " tawa kembali semua orang membuat Bimo langsung ikut menggabungkan suaranya


" kok malah ketawa semua sih, nanti makanannya bau mulut " ucap Alfa kesal yang kembali membuat mereka semua tertawa


tiba tiba Siska yang tadinya tertawa langsung berteriak meringis kesakitan , perutnya tiba tiba keram


" ahhgg , sakit mas " ucap Siska yang membuat semua orang kalang kabut


" kamu kenapa kak ?


" apa kak Siska akan melahirkan mami ?? tanya Nurul


" mana ketehe , aku bukan suaminya " ucap mami Yani


" belum , masih sebulan lagi " ucap Kevin sudah menggendong Siska


" Bim siapkan mobil " teriak aidil ke arah Bimo yang masih memegang perutnya sakit tertawa ditambah lagi perutnya saat ini kenyang


" aunty kenapa Bunda ?? tanya Alfa.


" tidak apa sayang , Adek Alfa hanya merajuk didalam perut aunty " ucap Yuli memeluk kedua anaknya yang seperti sedang ketakutan


" aunty " teriak Alfi sudah menangis .


" aunty tidak apa apa , aunty hanya dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa " ucap Yuli tenang walaupun dirinya sangat khawatir saat ini


" mami mana ?? tanya papi Zei yang kembali lagi


" loh bukannya tadi sudah kesana ?? tanya balik Yuli


" itu Oma lagi tidur " ucap Alfa menunjuk ke arah lantai membuat papi Zei langsung berlari dengan sangat khawatir


" kok mami pingsan sih , perasaan tadi mami jawab pertanyaan Nurul santai aja ?? ucap Yuli


" mungkin mami belum sadar jika kandungan Siska sudah besar , membuat nya kaget dan takut kehilangan lagi yang kesekian kalinya " ucap papi Zei yang menduga duga mengapa istri nya pingsan, ya salah satu faktor utama nya adalah ketakutan yang mendalam , takut kehilangan