
makan siang telah tiba membuat mereka semua berkumpul di meja makan membuat suasana sangat Ramai
" wah , mami sangat senang kita bisa berkumpul seperti ini " ucap mami Yani senang
" Oma , mau makan atau ceramah sih ?? tanya Alfi
" yasudah karena cucu ku sudah lapar ayo dinikmati hidangan nya " ucap Mami Yani
mereka semua menikmati makanan mereka , berbeda dengan kedua anak kembar yang hanya memakan daging
" aduh kan habis Oma , kakak masih mau " ucap Alfi dengan mulut yang belepotan bumbu daging
" hei anak cicak , apa kamu sudah berubah menjadi drakula ?? tanya Bimo cekikikan
" Bimo tolong lah ,jangan manggil mereka seperti itu , aku gak mau lo kalau nama itu nempel ke mereka betulan " ucap Yuli
" mau di apa , sudah lengket di bibir ku gak mau lepas " ucap Bimo santai
" sini biar Adek iris saja bibir om Bimo biar cepat lepas lengket nya " ucap Alfi
" ini anak sama bapak sama sama drakula kali ya , aneh aneh amat hidupnya " ucap Bimo pelan tapi masih didengar oleh orang yang dekat dengan Bimo
" apa yang baru saja kamu ucapkan Bim , Apa kamu menyamakan Aidil dengan Drakula ?? tanya Kevin tersenyum tipis
" wah parah kau Rei , kau tadi bilang apa ke bos ku " ucap Bimo malah menyalahkan Rei
" hei aku tidak ada ngomong apa apa Lo ," saut Rei panik
" Bunda lihat om Bimo tuduh om itu , " ucap Alfi menunjuk ke arah Rei
" om siapa Alfi ?? tanya Yani pura pura gak tau
" yang itu Oma , pacarnya aunty Nurul " ucap Alfi kembali menunjuk ke arah Rei
" itu namanya om Rei , dan sudah menjadi suami aunty bukan lagi pacar " ucap Oma nya
" itu saja tidak tau " saut Alfa sok soan
" memang kakak tau ?? tanya Alfi tegas
" iya lah , kakak kan hebat dari pada kamu " ucap Alfa
" siapa kak , jawab kalau kakak tau " ucap Alfi kesal membuat Alfa kembali memutar otaknya dan dengan senyuman manis nya Alfa menjawab
" dengar ya dek , nama om suaminya aunty adalah Om Seprei " ucap Alfa yang mengingat nama Rei dari kata seprei
semua keluarga nya kembali tertawa melihat tingkah laku si kembar
" nama om ini siapa ?? tanya Nurul
" om seprei " jawab Alfa yang kembali membuat Nurul dan yang lainnya tertawa berbahak-bahak
" kok om seprei ikut ketawa sih " ucap Alfi
" memang sih wajah nya mirip tukang jual seprei hahahhaa " ucap Bimo dengan tawa nya yang garing membuat semua orang terdiam dan menatap dirinya
" gak lucu ya ?? tanya Bimo dengan bodoh nya sambil cengingisan gak jelas
" hahahaha " tawa kembali semua orang membuat Bimo langsung ikut menggabungkan suaranya
" kok malah ketawa semua sih, nanti makanannya bau mulut " ucap Alfa kesal yang kembali membuat mereka semua tertawa
tiba tiba Siska yang tadinya tertawa langsung berteriak meringis kesakitan , perutnya tiba tiba keram
" ahhgg , sakit mas " ucap Siska yang membuat semua orang kalang kabut
" kamu kenapa kak ?
" apa kak Siska akan melahirkan mami ?? tanya Nurul
" mana ketehe , aku bukan suaminya " ucap mami Yani
" belum , masih sebulan lagi " ucap Kevin sudah menggendong Siska
" Bim siapkan mobil " teriak aidil ke arah Bimo yang masih memegang perutnya sakit tertawa ditambah lagi perutnya saat ini kenyang
" aunty kenapa Bunda ?? tanya Alfa.
" tidak apa sayang , Adek Alfa hanya merajuk didalam perut aunty " ucap Yuli memeluk kedua anaknya yang seperti sedang ketakutan
" aunty " teriak Alfi sudah menangis .
" aunty tidak apa apa , aunty hanya dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa " ucap Yuli tenang walaupun dirinya sangat khawatir saat ini
" mami mana ?? tanya papi Zei yang kembali lagi
" loh bukannya tadi sudah kesana ?? tanya balik Yuli
" itu Oma lagi tidur " ucap Alfa menunjuk ke arah lantai membuat papi Zei langsung berlari dengan sangat khawatir
" kok mami pingsan sih , perasaan tadi mami jawab pertanyaan Nurul santai aja ?? ucap Yuli
" mungkin mami belum sadar jika kandungan Siska sudah besar , membuat nya kaget dan takut kehilangan lagi yang kesekian kalinya " ucap papi Zei yang menduga duga mengapa istri nya pingsan, ya salah satu faktor utama nya adalah ketakutan yang mendalam , takut kehilangan