
" terserah anda saja nyonya , mau percaya atau tidak itu bukan urusan saya , " ucap tegas Yuli
Kevin dan ibunya hanya mematung dengan air mata yang semakin mengalir deras di kedua pipinya
" kakak kenapa kamu begitu cepat pergi dan apa kami terlalu bodoh sehingga kematianmu saja kami tidak tau , kami sungguh bodoh kak ,maafkan adikmu yang bodoh ini " ucap lirih Kevin dengan air mata nya yang membanjiri wajahnya
ibu Kevin perlahan berdiri dari tempat duduknya dan melagkah ke arah Yuli tapi belum sempat melangkah dia lebih dulu jatuh tak sadarkan diri membuat Kevin langsung berlari ke arah ibu nya
" ibu bangun " teriak Kevin
" tolong bantu saya bawa ibu ke rumah sakit " ucap Kevin dengan kepala menoleh ke arah Aidil yang hanya diam mematung
Aidil tidak merespon dia hanya berdiri saja melihat adegan yang ada didepannya dengan teesenyuman kecut
" bantu nenek mas " pintah Yuli ikut panik membuat Aidil terpaksa menolong perempuan yang telah menghina pasangan nya
" pak mobil dimana " teriak Kevin panik ke arah sacuriti
" mobilnya lagi dibengkel tuan " ucap sacuriti gemetaran
" ya Tuhan apa lagi ini " ucap prustasi Kevin
" aku harus apa sekarang" lanjut Kevin mengacak rambut nya prustasi dengan air mata yang terus mengalir di kedua pipinya
" bawa Nenek ke mobil saja paman " ucap Yuli yang membuat Aidil melototkan matanya
" tap......." ucapan Aidil terpotong oleh Yuli
" cepat bantu paman mas " ucap tegas Yuli dengan lototan mata yang menakutkan membuat Aidil terpaksa menganggukan kepalanya
di perjalan sang kembar tak henti hentinya mengoceh karena keadaan didalam mobil yang sempit
" unda akak au di elakang cama enek alak" ( bunda kakak mau di belakang sama nenek galak ) ucap Alfa yang sempit berada di depan
" gak boleh disini saja " ucap tegas Yuli
" kalau gak mau sempit turun saja disini biar dimakan sapi ,,,, MAU , ?? ucap Yuli yang membuat Alfa menundukkan kepalanya dan menggeleng
" yaudah kalau gak mau kakak diam saja kaya adek " ucap lagi Yuli
" unda om imo kok icinggal ( bunda om bimo kok ditinggal)?? tanya Alfi
" kalau om Bimo ikut nanti yang duduk disampingnya bundamu jadi Deddy tidak akan membiarkan itu terjadi " ucap Aidil
" mas gak usah dengarkan ocehan mereka ,yang penting sekarang mas tambah kecepatan nya biar cepat sampai " ucap panjang lebar Yuli yang kwartir dengan kondisi neneknya
" iya Eddy , bial Aya occi epat Awa otol ( iya Deddy, biar kaya Rossi cepat bawa motor) ucap Alfa
" itu kan motor bukan mobil ,kalau Deddy gin motor makananku dulu " ucap Aidil dengan nada sombong
" emangnya otol di akan eddy ( memangnya motor di makan Deddy?? ) tanya Alfa lagi
" bukan begitu maksudnya anak Deddy yang ganteng " ucap Aidil
" tluc akcut Eddy apa ?? ( trus maksud Deddy apa ??) tanya lagi Alfa
" maksud Deddy dulu saat masih SMA dedd....." ucapan Aidil kembali terpotong oleh Yuli
" mas punya telinga gak sih , aku sudah bilang jangan ladenin mereka , mereka berdua tidak ada habis habisnya bertanya " omel Yuli yang membuat Aidil menelan salivnya kasar
" hahaha Eddy enak ala cama unda ( hahaha Deddy kenak marah sama bunda ) ledek Alfa dengan tawanya
" kakak liat adikmu dia tidak banyak tingkah seperti mu , jadi kakak diam sekarang ya , jangan tambah buat bunda pusing " ucap tegas Yuli yang membuat Alfa menganggukan kepalanya
" maaf merepotkan kalian dan maaf atas perlakuan ibu saya " ucap seseorang dari belakang dengan suara penyesalan
" tidak perlu paman pikirkan lagi ," ucap Yuli dengan senyuman yang dipaksakan