Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
pernikahan 2


hari pernikahan tinggal sehari , senyuman di wajah Aidil tidak pernah pudar mengingat besok adalah hari pernikahan nya dimana dia akan menjadi seorang suami sekaligus seorang ayah sah


" kenapa lu Dil dari tadi mami perhatikan senyum senyum sendiri?? tanya maminya


" biasa mi besok dia mau nikah , " ucap Nurul sang adek


" hah sok gaya " ucap Siska


" nampaknya dari sofa depan ada yang iri ,karena sang adik tertampan akan segera menikah " sindir Aidil


" kamu menyindir aku ?? tanya Siska kesal


" memangnya kakak merasa ?? tanya balik Aidil


" iya di sofa sini cuma aku saja kan ?? jawab Siska


" jadi benar kakak yang aku sindir hahaha " ucap aidil senang melihat wajah sang kakak yang cemberut


" mami " rengek Siska seperti anak kecil


" ada anak bayi mi " sindir lagi Aidil dengan suara dibuat buat seperti anak kecil


" papi liat Aidil ?? rengek lagi Siska ke papinya karena tidak mendapat respon dari maminya


" kalian ini sudah besar masih saja seperti anak kecil " ucap zei menggeleng kepalanya


" hahaha kakak ternyata kurang kasih sayang makanya sering merengek seperti Alfa dan Alfi " ucap Aidil membuat Yani dan zei menatap Aidil dengan tatapan tajam


" ohh maaf sepertinya aku salah bicara " ucap Aidil yang membuat Siska menjulurkan lidahnya


" mami nanti kalau Aidil menikah aku mau beli rumah ya ?? tanya Aidil


" loh di rumah sini kan luas " ucap Yani tidak setuju


" tapi kan Aidil sudah berkeluarga jadi gak boleh tinggal sama orang tua lagi harus mandiri mencari uang buat istri dan anak anakku " ucap lagi Aidil


" kan kalau mereka tinggal disini , rumah bisa jadi ramai " ucap Yani lagi tidak setuju


" benar kata Aidil mi , kita tidak boleh egois sebagai orang tua " ucap zei


" papi sama Aidil sama saja ,pokoknya tidak boleh " ucap lagi Yani tetap kekeh dengan pendapat nya sendiri


" mami jangan begitu, Aidil sudah dewasa mi jadi dia pasti bisa menjadi suami yang baik " ucap zei lagi yang membuat istrinya menundukkan kepalanya


" jadi nanti kalau Nurul dan Siska menikah apa mereka juga akan meninggalkan kita Pi " ucap Yani dengan air matanya yang sudah tidak bisa ditahannya lagi


" mereka tidak akan meniggalkan kita , mereka hanya ikut dengan suaminya kelak dan pasti mereka akan sering kesini " ucap lagi zei mengelus punggung istrinya


" iya mi Aidil janji akan sering membawa anak anak kesini untuk menemani mami " ucap Aidil mencoba menenangkan maminya


" iya Siska juga akan suruh suami ku tinggal disini agar mami tidak kesepian" ucap Siska yang membuat Aidil tidak bisa menahan tawanya dengan ucapan sang kakak


" wahahahaha " tawa Aidil yang membuat keluarga nya menatap nya heran


" kamu kenapa Dil ?? tanya Zei


" kakak lucu sekali hahaha " ucap Aidil dengan tawanya yang tidak bisa berhenti


" memangnya aku kenapa ?? tanya Siska bingung


" apa kakak tidak nyadar dengan ucapanmu barusan ??? tanya Aidil memegang perutnya


" omongan apa ?? tanya lagi Siska bingung


" ya nantilah kalau kakak menikah" ucap Siska kesal


" memangnya ada yang suka sama kakak?? tanya lagi Aidil membuat Siska diam


" iya lah kakak kan cantik tapi lebih cantikan aku hehe " ucap Nurul membuat aidil menatap Nurul kesal


" kamu gak usah ikut ikutan ,kamu masih kecil " ucap Aidil


" kalau menurut kak Aidil aku masih kecil yaudah gak usah nikahin Yuli karena Yuli seumuran denganku " ucap Nurul kesal membuat Aidil langsung menggeleng kan kepalanya cepat


" maksud ku jangan ikut campur urusan aku sama kak Siska " saut Aidil


" tapi paman seperti nya jatuh cinta sama kakak " ucap Aidil yang membuat Siska merona merah


" apaan sih " ucap Siska malu malu


" tapi tunggu kak , Kevin kan pamannya Yuli dan Kak Siska kakak kandung kita apa boleh mereka menikah kalau kalian Yuli sama kak Aidil menikah " ucap Nurul yang membuat keluarga mereka menyadari akan hal tersebut


" iya juga ya " ucap Aidil


Siska yang tadi malu malu menjadi sedikit bersedih


" Kakak mau ke kamar dulu ya " ucap Siska dan diangguki oleh mereka yang mengerti situasi


" astaga apa yang aku lakukan " ucap Aidil prustasi


" memangnya kamu melakukan kesalahan Dil ?? tanya papinya


" iya Pi , gara gara Aidil kak Siska sakit hati " ucap Aidil menyesali perbuatannya


"apa kamu yakin kalau mereka saling mencintai?? tanya Zei lagi


" iya jelas Aidil yakin lah Pi , apa papi tidak melihat kakak kalau di ejek sama paman pasti kakak merona merah begitu pun dengan paman


" sudahlah Dil jangan dipikirkan,biarkan saja mengalir seiring waktu " ucap zei berdiri dari tempat duduknya


" ayo mi kita tidur , jangan sedih seperti itu kalau tidak mau kesepian nanti malam papi akan buat adik Nurul " ucap zei yang membuat Yani melotot kan matanya begitu pun dengan Nurul kecuali Aidil yang tertawa bangga dengan papinya


" hahaha papi jangan lupa dedeknya laki laki ya " ucap Aidil disela tawanya


" Wei jangan membuat telingaku keracunan " ucap Nurul kesal


" papi tidur di luar titik . " ucap Yani kesal dan meninggalkan zei yang mematung


" papi sama mami mirip anak mudah " ucap Aidil membuat Zei tersenyum tipis


" astaga aku baru tau jika malam ini adalah jadwal ganti oli " ucap zei dan berlari mengejar istrinya


" maksud papi ganti oli apa kak ?? tanya Nurul dengan polosnya membuat Aidil menahan tawanya


" mungkin oli dedek " ucap Aidil yang semakin membuat Nurul tidak mengerti


" dedek siapa ?? tanya lagi Nurul penasaran


" ahhg anak kecil gak usah kepo , lebih baik kamu tidur nyenyak,besok kita akan menempuh perjalanan jauh untuk kakakmu yang tertampan ini menikah " ucap Aidil lagi


" sombong amat " ucap kesal Nurul dan berdiri meninggalkan Aidil


" hei anak kecil iri bilang bos " teriak Aidil