
dokter keluar dari ruangan dimana Yuli di rawat dengan segera Aidil berlari ke arah nya
" dok gimana keadaan istri saya ? tanya Aidil dengan raut wajah khawatir
" maaf " satu kata yang keluar dari mulut dokter tersebut dengan menundukkan kepalanya
" apa kamu cari mati , cepat katakan bagaimana keadaan istri ku ?? tanya lagi Aidil dengan wajah yang sudah merah
" maaf bayi yang ada dikandungan istri anda tidak dapat diselamatkan, janin nona masih lemah karena baru berusia 2 bulan dan kami akan melakukan tidak operasi" ucap Dokter tersebut yang sudah ketakutan
" sekali lagi aku tegaskan jangan macam macam , pasti anakku kuat seperti diriku , dokter hanya bercanda saja kan ?? ucap Aidil lagi dengan suara percaya diri walaupun begitu air matanya tidak berhenti menetes
" maaf pak , yang saya ucapkan memang begitu kenyataannya " ucap dokter tersebut pergi meninggalkan Aidil
seketika Aidil duduk dilantai mengacak rambutnya prustasi , dia sangat menyesal perbuatan nya
Yani dan zei juga tak bisa berkata apa-apa lagi mereka juga sama sedih nya dengan aidil
Aidil seperti Sangat malu dilihat oleh istrinya lagi dan anak anaknya, dia sudah gagal menjadi suami yang baik bagi Yuli
Aidil berlari keluar , Yani dan zei yang melihat putranya keluar tak berani mencegahnya
zei dan Yani masih setia menunggu Yuli , mereka berdua hanya diluar karena sebentar lagi Yuli akan di Operasi
Aidil duduk termenung di taman , air matanya tak henti keluar dia sudah tidak tau bagaimana nantinya jika istrinya menanyakan kondisi anak nya yang dikandungan
.......
setelah Kevin dan Siska mengetahui bahwa Yuli di rumah sakit mereka berdua langsung berangkat kesana meninggalkan Alfa dan Alfi bersama pengantin baru
setelah sampai Siska langsung mengganti pakaiannya dan dia yang akan melakukan operasi terhadap Yuli
singkat cerita Siska sudah melakukan tugasnya , walaupun Siska seperti sangat sedih saat mengangkat janin yang ada didalam kandungan Yuli tapi Mau bagaimana lagi
" Yuli masih belum sadar " jawab Siska lirih
Yani dan zei masuk dan melihat Yuli yang sangat terlihat lemah dengan berbagai alat medis
" Yuli sadarlah nak , maafkan suamimu dia sangat terpuruk sekarang " ucap Yani mengelus rambut Yuli lembut dan air matanya yang semakin menetes , ini salah satu yang ditakutkan Yani ketika mereka pindah rumah
setelah melihat Yuli zei dan Yani keluar dan melihat Nurul yang baru datang bersama Rei
" mi bagaimana keadaan Yuli ?? tanya Nurul tapi tidak mendapat jawaban dari maminya yang terlihat sangat sedih
" maaf kan saya kalau tidak ada saya datang mungkin hal ini tidak akan terjadi " ucap Rei yang merasa sangat bersalah
" kak Aidil mana Pi ?? tanya Nurul
" dia lagi ingin sendiri " Jawab zei yang sudah tau bagaimana sikap putranya
Aidil kembali masuk setelah memenangkan hatinya dia berusaha tegar walaupun nantinya resiko yang diterima nya Sangat pahit jika istrinya marah besar kepada nya
Aidil sejenak menatap ke arah Rei dengan tatapan tajam setelah itu Aidil masuk tanpa mengeluarkan sepatah kata pun
setelah didalam Aidil kembali mengeluarkan air matanya ingin rasanya dia yang menggantikan istrinya , dia tidak sanggup melihat istrinya dalam keadaan seperti itu , Aidil memeluk Yuli dan beberapa kali mencium wajah Yuli
" maaf kan aku , aku sangat bodoh , aku tidak bisa menjagamu aku sudah gagal menjadi seorang suami " ucap Aidil dengan tangisannya
" sadar lah aku mohon , aku sudah siap menerima resiko apapun darimu tapi tolong Sadar lah aku tidak sanggup melihat mu seperti ini " ucap lagi Aidil
JIKA ADA PEMBACA YANG KESAL ATAU IKUT MARAH JIKA YULI KEGUGURAN, AUTHOR MEMINTA MAAF KARENA CERITA DI NOVEL ALFA DAN ALFI NANTINYA TIDAK SESUAI DENGAN NOVEL INI JIKA TIDAK ADA KEJADIAN SEPERTI INI
DAN MAAF EPS 243 MASIH BELUM DI TERIMA SEHARUSNYA KITA SUDAH BERADA DI EPS 258