
Pagi harinya Nurul lebih dulu membuka matanya dan merasakan perutnya ada sesuatu yang ada di atas perutnya , Nurul perlahan membuka matanya dan melihat laki laki yang kini sudah menjadi suaminya,
mereka memang sudah menikah tapi mereka seperti pengantin yang dijodohkan , tanpa tau isi hati suaminya yang sebenarnya
Nurul perlahan turun dari tempat tidurnya dan merasakan ************ yang sangat terasa perih , dia berusaha tidak membuka suaranya agar sang suami tidak bangun
Nurul memungut bajunya dan melangkah dengan perlahan ke arah kamar mandi
didalam kamar mandi Nurul melihat ************ nya yang masih ada bekas darah dan cairan susu kental yang dimuntahkan oleh Otong dan rumah buaya nya
Nurul membasuh nya terlebih dahulu dengan rasa perih yang sangat terasa , Nurul perlahan-lahan menggosok nya agar bekas tersebut hilang dari kulitnya dan rumah nya si Otong
memang kalau Otong beraksi memang sangat parah ya gais wkkwk
" apa kak Siska sama Yuli juga seperti kubsaat mereka pertama kali " gumam Nurul
" ahhg perih sekali " pekik Nurul terus menggosok nya agar hilang
" kenapa laki laki mempunyai ular se gede itu , apa itu berguna untuk menyiksa atau memberikan kebahagiaan , aku sangat Bingung " gumam lagi Nurul
" kenapa kak Siska tidak pernah cerita kalau di colok pertama kali sangat sakit " lanjut gumam Nurul
Setelah membersihkan bekas Darah dan hasil muntahan Otong serta rumah nya Otong , Nurul segera membersihkan badannya
Nurul keluar kamar mandi dan melihat suaminya yang masih belum ada kepastian masih terlelap , Nurul memilih ke jendela untuk melihat matahari yang baru mau menampakkan diri nya
tak lama kemudian Rei membuka matanya, Rei mencari sesuatu dan yang dicari nya sedang ada di jendela berdiri dengan rambut yang terurai sedikit basah
" apa kamu sudah dari tadi bangun nya ?? tanya Rei dengan suara seraknya yang sudah menyenderkan tubuhnya di kepala ranjang
Nurul membalikkan badannya dan mengangguk
" aku akan mandi nanti kita akan pulang ke rumah ku " ucap Rei dan beranjak dari tempat tidur nya
Nurul hanya bisa memandang pemandangan dari ketinggian gedung , dia berharap suaminya bisa mencintai nya sepenuh hati seperti kedua kakak nya yang saling mencintai dalam berhubungan rumah tangga
tak lama Rei Keluar dan melihat ke arah jendela dimana Istri nya masih setia berdiri disana
" apa yang kamu lakukan disitu , apa kamu tidak pegal berdiri ?? tanya Rei yang sudah berjalan ke arah jendela
" aku melihat pemandangan yang indah dari sini berharap jika pemandangan yang aku lihat bisa seperti diriku dimata mu " ucap Nurul sedikit tersenyum tipis ke arah Suaminya
Rei seketika memeluk tubuh Nurul dari belakang
" aku sadar yang selalu berada di sisiku adalah dirimu , aku berjanji tidak akan menyia-nyiakan mu , aku sudah merebut kesucian mu dan aku tidak akan pernah meninggalkan mu , dan pula aku sudah menanam benih didalam rahim mu kita menjadi seorang ayah dan ibu jika tuhan memberkati kita keturunan " ucap Rei yang seketika membuat air mata Nurul menetes tanpa sebab