
" apa mereka ber dua anak kandungmu ?? tanya nenek Yuli dan diangguki oleh Yuli
" mereka sangat lucu ,aku ingin sekali menggendongnya seperti ayahmu dulu tapi kondisi nenek semakin buruk " ucapnya dengan suara seraknya
" kamu menikah di usia berapa tahun , saya lihat wajah kamu masih sangat mudah ?? tanya nenek Yuli dengan senyuman tipisnya
Yuli yang mendengar pertanyaan neneknya tidak tau harus menjawab apa , dia sangat malu dan takut mengecewakan keluarga mereka
" jika nenek tidak menganggap saya di keluarga anda saya tidak papa , kenapa saya ngomong seperti ini karena saya takut membuat nenek atau keluarga nenek malu karna saya " ucap Yuli dengan suara pelan membuat perempuan tua itu menatapnya penuh tanda tanya
" apa maksudmu membuat keluarga kita malu ,justru karena kehadiran mu membuat keluarga kita kembali bertambah" ucap nenek Yuli
" saya pantas mendapatkan makian dari nenek , saya pantas untuk dibenci keluarga nenek , saya tidak pantas menjadi bagian dari warisan nenek ,saya hanya wanita bodoh " ucap Yuli dengan air mata yang mulai mengalir di kedua pipinya membuat sang nenek jadi bingung bercampur penasaran
" kenapa kamu mengatakan hal yang tidak mungkin nenek lakukan ,apa kamu mau mengerjai nenek mu yang tua ini " ?? tanya neneknya dan mendapat gelengan kepala dari Yuli
" saya melahirkan tanpa seorang suami ,saya diperkosa oleh Deddy Alfa dan Alfi yang sedang mabuk " ucap Yuli lirih menundukkan kepalanya membuat sang nenek hanya tersenyum tipis
" kamu tidak perlu cemas , nenek tidak akan membencimu lagipula itu hanya kecelakaan tapi kamu tenang saja nak , laki laki itu akan menyesali nya suatu saat nanti jika sudah melihat kalian bahagia dan lagi pula kami sudah mendapatkan laki laki yang ikhlas menjadi ayah cicit nenek walaupun bukan dara daging nya , tapi wajah mereka hampir mirip walaupun beda darah " ucap sang nenek yang membuat Yuli menatapnya penuh kebahagiaan
" suami yang dimaksud nenek siapa ?? tanya Yuli yang membuat neneknya menatap tajam ke arah nya
" hah memangnya kamu punya berapa suami sampai tidak tau yang mana " ?? tanya nenek nya dengan suara yang dipaksakan agar terdengar tinggi membuat Yuli menggelengkan kepalanya cepat
" trus yang nemani kamu ke rumah saat itu dan mengaku suamimu siapa dong ?? tanya perempuan tua tersebut
" itu ayah kandung Alfa dan Alfi Nek d......." ucapan Yuli terpotong oleh sang nenek yang lebih dulu emosi
" jadi dia pelakunya, awas saja dia tidak akan perna ku maafkan dan akan membuat nya membusuk di dalam kandang manusia jahat " ucap sang nenek penuh emosi membuat Yuli kalang kabut
" nek sabar ya nek jangan terlalu emosi nanti jantungnya kambuh " ucap Yuli panik melihat neneknya yang dari tadi lemas tiba tiba langsung berkata dengan suara menyeramkannya
" gimana gak emosi , kenapa dia sebagai laki laki tidak punya ******** sama sekali " ucap sang nenek
" mungkin maksud nenek malu bukan ******** " ucap Yuli mengingatkan
" sama saja , nanti nenek potong biar gak ada " ucap sang nenek
" nenek salah paham jadi tolong dengarin Yuli jelaskan secara detail agar nenek tidak membencinya atau mencelakakan dia " ucap Yuli "
"memangnya aku tukang santet bisa mencelakakan orang tanpa menyentuh , nenek aja masih tidur lemas disini " omel neneknya
" kok nenek sepertinya langsung baikan sih tadi kan nenek bahs kematian dan sekarang apa lagi " gumam yuli