
setiap Harinya Bimo selalu membawa bayi nya ke ruangan Dara , sudah beberapa hari setelah dara melewati masa kritis nya tapi masih belum sadar kan diri.
Bimo dengan perlahan meletakkan bayi mereka di samping Dara , Bimo sudah semakin terlihat tak terurus dan sudah terlihat lebih kurus dari sebelumnya.
" Bagas , lihat ibu mu dia masih belum merindukan mu sehingga dia masih tidur " ucap Bimo kembali meneteskan air mata nya.
" sayang , apa kamu benar benar tidak mencintai ku lagi , jika memang seperti itu tetap lah bangun demi putra kita , aku akan meminta maaf sampai kamu memaafkan atau kamu bisa memberikan ku apa saja hukuman buat suami seperti ku " ucap Bimo sudah tak tahan dengan semua ini.
Bimo duduk di samping bayi serta istri nya , dia tak berani menatap wajah istrinya yang masih belum sadar kan diri , dia hanya menatap putranya yang juga ikut menatap nya.
" kamu sangat mirip sama ayah ku " gumam Bimo
" tapi tenang nak , ayah sama kakek mu juga mirip kok " lanjut gumam Bimo
Bimo kaget bukan main saat tangan nya ya da yang menyentuh nya , mata nya langsung melihat ke arah tangan nya yang sudah di pegang oleh istri nya , Bimo perlahan menoleh ke atas dan melihat istrinya sudah membuka mata nya dengan air mata yang sudah ikut mengalir.
Bimo mengucek mata nya dengan satu tangan , dia seperti tidak percaya dengan ini.
" apa aku tidak mimpi , kamu sudah sadar kan syang , atau aku hanya halusinasi saja " ucap Bimo terus menatap wajah istrinya terlihat jelas rasa Rindu berat nya kepada sang istri saat ini.
" kenapa kamu seperti ini mas , kamu tidak makan ?? tanya Dara lirih yang melihat tubuh suaminya sudah kurus dari sebelumnya.
Bimo menghiraukan pertanyaan sang istri , dia dengan segera memeluk istrinya dengan tangisan yang pecah
" kamu sungguh sudah sadar , aku sangat merasa terpukul , aku merasa sangat bersalah , hukum aku sayang " ucap Bimo
" Sangat tampan ya mas , wajah nya sangat mirip persis dengan mu " ucap Dara pelan.
" tapi hidung dan mata nya ngikut kamu kok sayang " ucap Bimo mencium beberapa kali wajah istrinya.
Dara kembali menoleh ke arah suami nya yang sedang tersenyum ke arah nya dengan air mata yang terus mengalir.
" pergilah istirahat mas , aku akan menjaga anak kita disini " ucap Dara pelan.
" tidak , aku tidak akan membiarkan mu sendiri lagi dalam keadaan seperti ini " ucap Bimo tegas.
" tapi kenapa badan mu seperti ini sayang , lihat mata mu mulai bengkak dan pinggir daun mata mu sudah hitam , kamu terlihat seperti sudah tidak terurus sayang ,maaf kan aku , pasti karena aku kamu seperti ini " ucap Dara merasa sangat bersalah melihat suami nya dalam keadaan seperti ini.
" kamu tidak salah , aku yang salah , jangan salah kan dirimu , dan aku sekali lagi meminta maaf dan juga terimakasih telah melahirkan anak kita " ucap Bimo dan hanya di angguki oleh Dara.
Singkat cerita semua keluarga Adhitama sudah menerima informasi dari Bimo jika istri nya sudah sadar , mereka semua langsung ke rumah sakit untuk melihat kondisi Dara saat ini.
Aidil yang di kantor juga sudah menuju ke arah rumah sakit tak lupa dia membelikan pesanan asisten nya untuk membeli makanan buat Dara.
" kalau saja dia tidak dalam musibah , aman mau aku beli makanan kek gini , bos nya disuruh suruh sama asisten sialan , awas saja lu kalau istri gue lahiran , kamu gak ada bantu aku " gumam Aidil
MAAF JUDULNYA UNTUK PRANK SAJA , SIAPA TAU ADA YANG KENA KAN WKWK