
" bukannya kamu teman nona dulu ?? tanya Bimo masih ketus
":nona siapa ??? tanya balik perempuan itu
" gak lupakan saja " ucap Bimo membuat perempuan tersebut kesal
" dasar aneh ," ucap kesal perempuan tersebut
hening
" kamu tau gak kalau bunga yang aku pegang ini adalah bunga kesukaanku dan ibuku " ucap perempuan tersebut
" gak nanya " ucap Bimo singkat
" ihhh nyebelin amat sih lu udah kulkas ,sok jutek ,sok jual mahal ,galak lagi " ucap perempuan itu sangat kesal
kring
kring
kring suara telfon perempuan tersebut dengan segera dia berdiri dari tempat duduknya dan mengangkat telfon nya agak menjauh dari tempat Bimo
setelah menerima telfon perempuan tersebut terlihat sangat panik dan langsung berlari masuk ke dalam rumah sakit
" kulkas duluan ya aku buru buru " ucap perempuan tersebut
" dasar perempuan aneh " gumam Bimo Tersenyum kecut
mata Bimo terarah pada benda yang ada disampingnya dan dengan segera dai mengambil nya
" ini kan bunga yang dibawa perempuan aneh tadi " ucap Bimo pada dirinya sendiri
Bimo dengan terpaksa mengejar perempuan aneh tadi
Bimo terus berlari dan melihat perempuan itu masuk ke dalam ruang inap pasien
" tunggu " teriak Bimo tapi perempuan tersebut sudah masuk lebih dulu membuat Bimo sangat kesal
" *dasar cewek sialan , kenapa aku juga ikutan bodok mau ngembaikan bunga jelek ini " ucap Bimo masih pada dirinya sendiri dengan raut wajahnya yang sangat kesal
" bawa masuk apa buang aja ya " lanjutnya lagi
" tapi tadi dia bilang bunga ini kesukaannya dan ibunya , ahhg sialan " lanjut lagi Bimo pada dirinya sendiri*
Bimo melangkah kan kakinya ke pintu ruangan tersebut tapi sesampainya di depan pintu Bimo ragu bercampur rasa gengsinya untuk membuka pintu tersebut
" masuk ,gak ,masuk ,gak ,masuk ,gak , walaupun dia gengsi Bimo memaksakan nya untuk membuka pintu
saat sudah terbuka terlihat perempuan tadi bersama dengan perempuan tua yang berbaring lemah di atas kasur rumah sakit dengan berbagai alat medis
dengan langkah ragu Bimo melangkah kan kakinya ke arah perempuan tersebut
" ini " ucap Bimo ketus yang membuat perempuan itu kaget
" ni ambillah " ucap Bimo menyerahkan bunga yang ditinggalkannya tadi
" wah anak ibu sudah dewasa sekarang , pintar milih pacar " ucap perempuan tua tersebut dengan suara lemah membuat Bimo dan perempuan tersebut saling berpandangan
" bukan Bu " elak perempuan itu kepada ibunya
" cepatlah menikah ibu sudah tidak bisa bertahan lama ,ibu bisa pergi dengan tenang jika kamu sudah mendapatkan orang yang akan menjagamu " ucap nya lagi membuat anaknya menggeleng gelengkan kepalanya
" ibu tidak boleh bicara seperti itu ,ibu pasti sembuh kok , aku akan berusaha menanggung semua biaya ibu asalkan ibu sembuh dan aku juga akan melakukan apapun demi kesembuhan ibu " ucap perempuan tersebut sambil meneteskan air matanya
" nama kamu siapa nak??? tanya sang ibu perempuan aneh menurut Bimo
dengan keringat dingin Bimo melangkah ke arah samping perempuan tua tersebut
" nama saya Bimo Tante " ucap Bimo merasa canggung
" ibu bisa melihat dari sisi baikmu nak , anakku memang sangat pintar memilih pasangan, sudah tampan ,baik ,sopan lagi " ucap lagi perempuan tua tersebut dengan suara pelan
" terimakasih Tante " saut Bimo tidak tau mau ngomong apa lagi
" ibu titip anak ibu kepada mu jaga lah dia , dia memang terlihat kuat tapi hatinya sangat lembut ,kamu bisa melihat sendiri tadi dan ibu harap kalian bisa bahagia selamanya , menikah lah ibu akan terus melihat kalian walaupun ibu sudah di alam lain " ucap lagi tersebut dengan suara yang sangat terlihat jelas dipaksakan
" Bimo ingat lindungi anak ibu ,jangan tinggalkan dia ,dia sangat penakut , dan kamu nak jadilah istri yang baik nantinya kalian harus bahagia , terimakasih nak , se..lam.at ti.ngg..al " ucap nya dengan suara lemah dan diakhiri dengan suara yang dipaksakan
tinggggggggggg
" ibuuuuuuuuuu " teriak anaknya memeluk ibunya
" jangan tunggalkan aku Bu " ucap lagi perempuan itu dengan air mata yang mengalir deras
" dokterrr, dokterrr " teriak Bimo ikutan panik
tak lama dokter datang dan melihat pasiennya yang sudah ditakdirkan untuk ke alam sana
" maaf Tuhan sudah berkehendak , ibu anda sudah tak bernyawa " ucap dokter tersebut yang membuat anaknya menangis histeris hingga pingsan
author tadi bilang 3 eps tapi up nya 4 heheh maaf karena tangan author gatal ingin ngetik tapi gpp pasti pembaca sangat senang
dan kenapa author tidak menyebutkan namanya karena author ingin kalian penasaran hehe yang bisa jawab berarti dia sangat menyimak cerita dari awal sampai eps akhir
like
vote
jangan lupa
terimakasih
by by by by by by